KABARBURSA.COM — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melanjutkan penguatan signifikan dalam perdagangan terakhir, namun euforia pasar dinilai belum sepenuhnya aman. Di balik lonjakan tersebut, potensi koreksi masih membayangi pergerakan indeks dalam jangka pendek.
IHSG tercatat menguat 2,75 persen ke level 7.302 dengan dukungan volume pembelian yang meningkat. Kenaikan ini sekaligus menandai tercapainya target penguatan terdekat yang sebelumnya diproyeksikan.
“IHSG melanjutkan penguatannya sebesar 2,75% ke 7,302 dan disertai dengan adanya kenaikan volume pembelian, target penguatan terdekat pun sudah tercapai,” kata Analis Teknikal MNC Sekuritas Herditya Wicaksana dalam riset hariannya, Kamis, 26 Maret 2026.
Herditya melihat struktur pergerakan IHSG masih menyisakan risiko penurunan. Dalam analisis gelombang Elliott, posisi indeks dinilai masih berada dalam fase yang rawan koreksi.
“Kami memperkirakan, posisi IHSG saat ini masih berada pada bagian dari wave (v) dari wave [c] dari wave A pada label hitam sehingga IHSG masih rawan terkoreksi ke area 6,745-6,887,” jelasnya.
Artinya, kenaikan yang terjadi saat ini belum sepenuhnya menutup peluang tekanan balik. Pasar masih berada dalam fase transisi yang sensitif terhadap aksi ambil untung.

Meski demikian, skenario optimistis tetap terbuka. Jika fase koreksi telah selesai, IHSG berpeluang melanjutkan penguatan ke level yang lebih tinggi. “Best case IHSG sudah menyelesaikan wave A pada label biru, sehingga akan melanjutkan penguatan ke 7,450-7,779,” katanya.
Secara teknikal, level support IHSG berada di kisaran 7.156 hingga 7.022, sementara resistance terdekat berada di 7.374 dan 7.527. Rentang ini menjadi penentu arah berikutnya, apakah indeks melanjutkan penguatan atau justru mengalami koreksi sehat.
Saham yang Menarik Dipantau Hari ini
Di tengah dinamika IHSG tersebut, MNC Sekuritas menyoroti sejumlah saham yang dinilai menarik untuk dicermati, terutama dengan pendekatan buy on weakness.
BKSL
Saham BKSL menguat 6,93 persen ke level 108 dan didukung oleh peningkatan volume pembelian. Secara teknikal, posisinya diperkirakan berada pada bagian dari wave 4 dari wave (C), yang membuka peluang kelanjutan tren naik setelah fase konsolidasi.
Rentang buy on weakness berada di area 102 hingga 106, dengan target harga di 111 dan 119 serta batas risiko di bawah 98.
ENRG
ENRG mencatat kenaikan 5,69 persen ke level 1.485. Pergerakan ini dinilai sebagai fase awal dari wave (B), selama harga mampu bertahan di atas level 1.300.
Rentang akumulasi berada di 1.340 hingga 1.410, dengan target harga di 1.565 dan 1.730. Level 1.300 menjadi batas bawah yang perlu dijaga untuk menghindari perubahan tren.
INCO
INCO menguat 2,69 persen ke level 5.725 dengan dominasi volume pembelian. Secara teknikal, saham ini diperkirakan berada dalam fase wave [a] dari wave 2, yang menunjukkan potensi penguatan lanjutan setelah fase koreksi.
Area beli berada di kisaran 5.475 hingga 5.650, dengan target harga di 5.900 dan 6.275 serta stop loss di bawah 5.375.
SRTG
SRTG naik 3,34 persen ke level 1.700 dan berhasil menembus garis rata-rata pergerakan MA20 dan MA60. Kondisi ini mengindikasikan awal fase penguatan baru dalam wave (iii) dari wave [iii].
Rentang akumulasi berada di 1.615 hingga 1.700, dengan target harga di 1.785 dan 1.855 serta batas risiko di bawah 1.530.
Penguatan IHSG dalam beberapa hari terakhir memang memberi ruang optimisme. Namun, struktur teknikal yang masih rapuh membuat pelaku pasar perlu tetap waspada.
Di tengah tren naik, pasar belum sepenuhnya keluar dari fase koreksi. Dalam situasi seperti ini, strategi selektif dan disiplin pada level risiko menjadi kunci menjaga portofolio tetap aman.(*)
Berita atau informasi yang Anda baca membahas emiten atau saham tertentu berdasarkan data yang tersedia dari keterbukaan informasi PT Bursa Efek Indonesia dan sumber lain yang dapat dipercaya. Konten ini tidak dimaksudkan sebagai ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu. Selalu lakukan riset mandiri dan konsultasikan keputusan investasi Anda dengan penasihat keuangan profesional. Pastikan Anda memahami risiko dari setiap keputusan investasi yang diambil.