KABARBURSA.COM – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah pada perdagangan sore ini, Kamis, 8 Januari 2026 dengan penurunan 19.34 poin atau 0.22 persen ke level 8,925.47.
Sepanjang sesi, IHSG sempat dibuka di level 8,946.70 dan menyentuh level tertinggi 9,002.92 sebelum tekanan jual meningkat hingga membawa indeks ke level terendah 8,918.40. Aktivitas transaksi terpantau tetap ramai dengan total volume perdagangan mencapai 551.45 juta lot senilai Rp29.06 triliun dari 3.84 juta transaksi di seluruh pasar.
Tekanan pada IHSG terutama datang dari saham-saham lapis dua dan tiga, termasuk sektor energi, pertambangan, teknologi, hingga konsumsi, yang kompak bergerak di zona merah. Data perdagangan menunjukkan bahwa sepuluh saham dengan penurunan terdalam atau top losers hari ini mengalami koreksi signifikan, sebagian besar di atas 5 persen, sehingga memberikan kontribusi negatif terhadap pergerakan indeks secara keseluruhan.
Saham PT Alakasa Industrindo Tbk (ALKA) dari sektor industri dasar menjadi salah satu yang tertekan, dengan harga turun 22 poin atau 5.53 persen ke level 376. Tekanan jual juga terjadi pada PT Electronic City Indonesia Tbk (ECII) yang bergerak di sektor ritel elektronik, melemah 12 poin atau 5.50 persen ke posisi 206. Selanjutnya, PT Indal Aluminium Industry Tbk (INAI) dari sektor logam dasar terkoreksi 10 poin atau 5.49 persen ke level 172, mencerminkan aksi ambil untung yang cukup agresif.
Dari sektor energi, PT Harum Energy Tbk (HRUM) mencatatkan penurunan 65 poin atau 5.42 persen ke level 1,135, seiring pelemahan harga saham-saham batu bara dan energi secara umum. Tekanan serupa juga dialami PT RMK Energy Tbk (RMKE) yang bergerak di sektor energi dan infrastruktur batu bara, dengan koreksi paling dalam di jajaran sepuluh terbawah, yakni 375 poin atau 5.54 persen ke level 6,400.
Sektor kesehatan dan teknologi turut terseret pelemahan. PT Diagnos Laboratorium Utama Tbk (DGNS) dari sektor layanan kesehatan turun 12 poin atau 5.41 persen ke level 210. Sementara itu, PT Anabatic Technologies Tbk (ATIC) yang bergerak di sektor teknologi informasi melemah 40 poin atau 5.33 persen ke posisi 710, di tengah sentimen selektif investor terhadap saham teknologi.
Tekanan juga terlihat pada saham pertambangan mineral. PT PAM Mineral Tbk (NICL) dari sektor pertambangan turun 95 poin atau 5.19 persen ke level 1,735. Selain itu, PT Vale Indonesia Tbk (INCO), emiten nikel berkapitalisasi besar di sektor pertambangan, terkoreksi 325 poin atau 5.14 persen ke level 6,000, sejalan dengan fluktuasi harga nikel global dan aksi jual investor asing.
Dari sektor perbankan, PT Bank Multiarta Sentosa Tbk (MASB) turut masuk dalam daftar saham dengan penurunan terdalam setelah melemah 180 poin atau 5.06 persen ke posisi 3,380. Meski kinerja fundamental perbankan relatif stabil, tekanan jangka pendek terlihat masih membayangi saham-saham bank berkapitalisasi menengah.
Secara keseluruhan, pelemahan sepuluh saham peringkat terbawah hari ini mencerminkan kehati-hatian investor dalam merespons kondisi pasar yang masih volatil. Dengan IHSG yang sempat menembus level psikologis 9,000 namun gagal bertahan, pelaku pasar diperkirakan masih akan mencermati sentimen global, pergerakan harga komoditas, serta arah aliran dana asing dalam menentukan strategi transaksi pada perdagangan berikutnya.(*)