Logo
>

IHSG Tersandung Saham UNTR, UNVR hingga TPIA: Turun 0,08 Persen

IHSG bergerak fluktuatif sepanjang sesi I perdagangan Jumat. Tekanan saham tambang dan konglomerasi menahan laju penguatan bank-bank besar.

Ditulis oleh Yunila Wati
IHSG Tersandung Saham UNTR, UNVR hingga TPIA: Turun 0,08 Persen
Sepanjang sesi pertama, sebanyak 398 saham ditutup melemah. Sementara 245 saham berhasil menguat dan 168 saham stagnan. (Foto: dok KabarBursa)

Poin Penting :

KABARBURSA.COM –Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tersandung di sesi I perdagangan Jumat, 8 Mei 2026. Geraknya berliku. sempat dibuka menguat dan mencoba bertahan, akhirnya kehilangan tenaga menjelang penutupan sesi pertama.

IHSG ditutup melemah tipis 5,85 poin atau turun 0,08 persen ke level 7.168,47. Padahal pada awal perdagangan, indeks sempat bergerak lebih optimistis dengan pembukaan di level 7.182,96.

Namun tekanan jual perlahan mulai muncul setelah IHSG gagal mempertahankan area penguatan awal. Indeks bahkan sempat turun hingga menyentuh level terendah harian di 7.116,77 sebelum akhirnya kembali naik dan memangkas sebagian pelemahan.

Pergerakan intraday tersebut memperlihatkan pasar masih berada dalam fase tarik-menarik antara aksi ambil untung dan upaya rebound. Volatilitas terlihat cukup terasa terutama ketika tekanan mulai datang dari saham-saham berbasis komoditas dan konglomerasi.

Sepanjang sesi pertama, sebanyak 398 saham ditutup melemah. Sementara 245 saham berhasil menguat dan 168 saham stagnan.

Tekanan terbesar terhadap IHSG datang dari sejumlah saham berkapitalisasi besar. Saham United Tractors (UNTR) turun 3,64 persen ke level 28.475, menjadi salah satu pemberat utama indeks.

Selain itu, tekanan juga terlihat pada saham Unilever Indonesia (UNVR) yang turun 1,36 persen ke level 1.810. Saham Barito Pacific (TPIA) melemah 1,31 persen menjadi 5.650, sementara Semen Indonesia (SMGR) turun 0,47 persen ke 2.140.

Saham sektor energi dan batu bara juga ikut bergerak melemah. BUMI turun 0,87 persen menjadi 228 dan Darma Henwa (DEWA) terkoreksi 1,94 persen ke level 505.

Sektor Keuangan Melonjak

Namun di tengah tekanan tersebut, pasar sebenarnya masih mendapat penopang dari saham-saham perbankan besar. Saham Bank Central Asia (BBCA) naik 2,41 persen menjadi 6.375 dan menjadi salah satu penahan pelemahan IHSG.

Penguatan juga terjadi pada Bank Mandiri (BMRI) yang naik 1,29 persen ke 4.700 dan Bank Rakyat Indonesia (BBRI) yang menguat 1,21 persen ke level 3.350.

Saham Telkom Indonesia (TLKM) juga ikut menopang indeks dengan kenaikan 2,39 persen ke harga 3.000. Sementara saham rokok seperti HMSP dan GGRM turut bergerak positif masing-masing naik 1,95 persen dan 1,67 persen.

Di sisi transaksi, aktivitas perdagangan masih tergolong ramai. Total volume perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia pada sesi pertama mencapai sekitar 23,36 miliar saham dengan nilai transaksi Rp10,79 triliun.

Frekuensi transaksi juga cukup tinggi, mencapai 1,42 juta kali. Angka tersebut menunjukkan pelaku pasar masih aktif melakukan rotasi portofolio di tengah pergerakan indeks yang cenderung fluktuatif.

Secara keseluruhan, arah IHSG pada sesi I hari ini memperlihatkan pasar masih mencoba mencari keseimbangan baru setelah reli beberapa saham perbankan mulai diimbangi tekanan pada saham berbasis komoditas dan konglomerasi.(*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Jurnalis

Yunila Wati

Telah berkarier sebagai jurnalis sejak 2002 dan telah aktif menulis tentang politik, olahraga, hiburan, serta makro ekonomi. Berkarier lebih dari satu dekade di dunia jurnalistik dengan beragam media, mulai dari media umum hingga media yang mengkhususkan pada sektor perempuan, keluarga dan anak.

Saat ini, sudah lebih dari 1000 naskah ditulis mengenai saham, emiten, dan ekonomi makro lainnya.

Tercatat pula sebagai Wartawan Utama sejak 2022, melalui Uji Kompetensi Wartawan yang diinisiasi oleh Persatuan Wartawan Indonesia (PWI), dengan nomor 914-PWI/WU/DP/XII/2022/08/06/79