KABARBURSA.COM - PT Indosat Ooredoo Hutchison Tbk (ISAT) memperluas akses kecerdasan artifisial (Artificial Intelligence/AI) usai berkolaborasi dengan NVIDIA untuk mengembangkan kapabilitas AI di Indonesia.
Untuk mendukung langka itu, Indosat juga tengah membangun AI Grid terdistribusi, dengan memanfaatkan jaringan data center dan infrastruktur jaringan yang tersebar di Indonesia sebagai fondasi ekosistem AI nasional.
Melalui distribusi kemampuan komputasi AI di berbagai lokasi, infrastruktur ini akan menghadirkan akses AI yang lebih dekat bagi para developer, pelaku usaha, dan komunitas di berbagai daerah.
Pendekatan ini memungkinkan akses yang lebih cepat terhadap daya komputasi AI sekaligus membuka peluang inovasi yang lebih luas, tidak hanya di kota-kota besar.
Seiring berkembangnya AI Grid ini, diharapkan dapat mempercepat pengembangan solusi AI lokal serta memastikan manfaat kecerdasan artifisial dapat dirasakan oleh masyarakat di seluruh nusantara.
Di atas infrastruktur tersebut, Indosat juga menghadirkan Sahabat-AI, sebuah platform AI berbasis aplikasi yang dirancang untuk membuat teknologi AI lebih mudah diakses oleh masyarakat.
Disebutkan, Sahabat-AI berfungsi sebagai aplikasi sekaligus platform terbuka yang memungkinkan individu maupun organisasi memanfaatkan berbagai kapabilitas AI—mulai dari membantu menulis, riset, coding, pembuatan gambar, hingga analisis yang lebih mendalam.
"Kami percaya masa depan AI di Indonesia harus bisa dinikmati oleh semua orang, bukan hanya di kota besar atau oleh industri tertentu," ujar Vikram Sinha, President Director and Chief Executive Officer Indosat dalam keterangannya dikutip pada Senin, 23 Maret 2026.
Dengan menggabungkan teknologi kelas dunia seperti model Nemotron dari NVIDIA, kata Vikram, infrastruktur AI nasional dan platform seperti Sahabat-AI ingin membawa manfaat AI lebih dekat ke kehidupan sehari-hari masyarakat di seluruh Indonesia.
Kinerja Keuangan
Adapun pada kuartal IV 2025, Indosat mencatat pertumbuhan pendapatan sebesar 9 persen secara quarter-on-quarter menjadi Rp15,36 triliun.
Kinerja itu diperkuat oleh pertumbuhan laba yang dapat diatribusikan kepada entitas pemilik induk sebesar 53,5 persen quarter-on-quarter dan 12,2 persen year-on-year menjadi Rp5,5 triliun.
EBITDA Indosat juga meningkat 12 persen menjadi Rp26,6 triliun, tumbuh lebih cepat dibanding pendapatan yang menegaskan fundamental keuangan yang sehat serta kedisiplinan dalam eksekusi strategi.
Selain itu, Indosat mencatat pertumbuhan ARPU hingga mencapai Rp44 ribu, didorong oleh penerapan personalisasi berbasis AI secara konsisten, peningkatan pengalaman jaringan, serta inovasi yang berfokus pada pelanggan, termasuk fitur AI-powered 360 Scam and Spam Protection. (*)