KABARBURSA.COM — PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk (INET) melalui unit usahanya Sinergy Networks menandatangani Perjanjian Kerangka Kerja Sama Strategis dengan Huawei pada ajang Mobile World Congress 2026 di Barcelona. Kesepakatan ini menjadi dasar bagi kedua pihak untuk menjajaki pengembangan konektivitas jaringan yang mengintegrasikan sistem laut dan darat di Indonesia.
Perjanjian tersebut ditandatangani oleh Muhammad Arif selaku CEO Sinergy Networks yang juga menjabat Ketua Umum Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII), bersama Du Yang, CEO Huawei Indonesia Enterprise Business Group.
Melalui kerja sama ini, kedua perusahaan akan mengeksplorasi sejumlah inisiatif yang berkaitan dengan penguatan infrastruktur jaringan, peningkatan kinerja sistem, serta kesiapan operasional jaringan yang mendukung pertumbuhan kebutuhan layanan digital di Indonesia.
Muhammad Arif menyampaikan bahwa pengembangan konektivitas nasional perlu diarahkan pada stabilitas dan kemampuan jaringan untuk beroperasi secara konsisten di berbagai wilayah.
“Fase berikutnya dari konektivitas Indonesia bukanlah soal memperbanyak janji, melainkan soal memastikan jaringan bekerja stabil pada skala nasional,” ujarnya dalam keterangan tertulis Senin, 9 Maret 2026.
Ia menambahkan bahwa kerja sama ini juga dimaksudkan untuk memastikan rancangan teknis jaringan dapat diterapkan secara nyata dalam implementasi di lapangan.
“Kerangka kerja sama ini mencerminkan niat Sinergy Networks untuk bermitra dengan pihak yang mampu menerjemahkan arsitektur menjadi pekerjaan lapangan yang nyata,” kata Arif.
Dalam perjanjian ini, kedua perusahaan akan menjajaki kerja sama pada tiga bidang utama. Pertama, integrasi konektivitas laut-ke-darat untuk memperkuat hubungan antara jaringan kabel bawah laut dengan jaringan transport darat sehingga distribusi trafik dapat berjalan lebih terstruktur.
Kedua, pengembangan operasi jaringan yang memanfaatkan pendekatan berbasis kecerdasan buatan dan otomasi guna membantu pengelolaan trafik serta mempercepat identifikasi gangguan jaringan.
Ketiga, penguatan layanan enterprise melalui pengembangan layanan jaringan terkelola, peningkatan keamanan siber, serta dukungan terhadap jaringan perkantoran yang terintegrasi dengan teknologi cloud.
Sementara itu, Du Yang mengatakan Huawei menyambut baik kolaborasi tersebut di tengah meningkatnya kebutuhan terhadap infrastruktur digital.
“Huawei menyambut baik kolaborasi ini,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa peningkatan permintaan layanan digital mendorong kebutuhan pembangunan jaringan yang memiliki standar performa dan ketahanan yang lebih kuat.
“Seiring permintaan digital yang terus meningkat, jaringan harus dibangun dan dioperasikan dengan disiplin kinerja dan ketahanan,” kata Du Yang.
Sebagai bagian dari pengembangan bisnisnya, INET pada awal 2026 juga membentuk entitas baru yakni PT Sinergi Inti Data Indonesia yang difokuskan pada pengembangan pusat data. Langkah tersebut merupakan bagian dari rencana perusahaan untuk memperluas infrastruktur digital yang dimilikinya.
Didirikan pada 1987, Huawei merupakan penyedia global infrastruktur teknologi informasi dan komunikasi yang menghadirkan berbagai solusi jaringan telekomunikasi, perangkat pintar, serta layanan cloud. Perusahaan ini beroperasi di lebih dari 170 negara dan telah hadir di Indonesia sejak tahun 2000.(*)
Berita atau informasi yang Anda baca membahas emiten atau saham tertentu berdasarkan data yang tersedia dari keterbukaan informasi PT Bursa Efek Indonesia dan sumber lain yang dapat dipercaya. Konten ini tidak dimaksudkan sebagai ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu. Selalu lakukan riset mandiri dan konsultasikan keputusan investasi Anda dengan penasihat keuangan profesional. Pastikan Anda memahami risiko dari setiap keputusan investasi yang diambil.