Logo
>

Ini yang Sebabkan Bursa Asia Melemah Jelang Tutup Tahun

Sentimen global kembali rapuh menjelang penutupan tahun saat pelaku pasar mencermati sejumlah risiko.

Ditulis oleh Syahrianto
Ini yang Sebabkan Bursa Asia Melemah Jelang Tutup Tahun
Ilustrasi: Layar yang menampilkan beberapa indeks saham dunia. (Foto: Open Grid Scheduler/Grid Engine)

Poin Penting :

    KABARBURSA.COM – Bursa Asia-Pasifik mayoritas bergerak melemah pada Selasa, 30 Desember 2025, seiring berlanjutnya tekanan pada saham teknologi di Wall Street yang dipicu kekhawatiran terhadap potensi gelembung kecerdasan buatan (AI).

    Saham Nvidia turun lebih dari 1 persen dalam perdagangan di Amerika Serikat pada Senin, memangkas sebagian kenaikan lebih dari 5 persen yang dicatatkan pada pekan lalu. Saham Palantir Technologies dan Meta Platforms juga melemah, demikian pula Oracle.

    Sebagaimana dilaporkan CNBC International, di Jepang, indeks Nikkei 225 turun 0,18 persen, sementara indeks Topix yang mencerminkan pasar lebih luas melemah 0,17 persen.

    Saham SoftBank Group Corp sempat turun lebih dari 2 persen sebelum memangkas sebagian pelemahan, setelah perusahaan mengumumkan kesepakatan untuk mengakuisisi perusahaan investasi pusat data DigitalBridge senilai USD4 miliar. Akuisisi tersebut merupakan bagian dari strategi SoftBank untuk memperkuat bisnis kecerdasan buatan.

    CEO sekaligus Chairman SoftBank, Masayoshi Son, mengatakan akuisisi tersebut “akan memperkuat fondasi pusat data AI generasi berikutnya” serta mendukung visi perusahaan untuk menjadi penyedia platform “Artificial Super Intelligence” terkemuka. Saham DigitalBridge melonjak sekitar 10 persen setelah pengumuman tersebut.

    Di Korea Selatan, indeks Kospi berbalik menguat 0,1 persen setelah sempat melemah, sementara indeks saham berkapitalisasi kecil Kosdaq turun 1,02 persen.

    Indeks Hang Seng Hong Kong dibuka dengan kenaikan tipis, sedangkan indeks CSI 300 di China daratan turun 0,42 persen.

    Perhatian investor juga tertuju pada latihan militer China di sekitar Taiwan, setelah ekonomi terbesar kedua dunia itu mengumumkan manuver militer baru di sekitar pulau tersebut pada Senin.

    Indeks Taiwan Weighted turun 0,66 persen. Saham-saham teknologi utama seperti Taiwan Semiconductor Manufacturing Company (TSMC) dan Hon Hai Precision Industry masing-masing melemah sekitar 1 persen dan 0,65 persen.

    Di Australia, indeks S&P/ASX 200 bergerak mendatar setelah sempat mencatatkan penguatan pada awal perdagangan.

    Kontrak berjangka saham Amerika Serikat bergerak relatif stabil pada awal perdagangan Asia.

    Pada perdagangan sebelumnya di Wall Street, indeks S&P 500 turun 0,35 persen, Nasdaq Composite melemah 0,50 persen, dan Dow Jones Industrial Average turun 0,51 persen.

    Pelaku pasar kini menanti rilis data harga rumah di Amerika Serikat yang dijadwalkan keluar pada Selasa pukul 09.00 waktu setempat, serta publikasi risalah rapat Federal Reserve bulan Desember yang akan dirilis pada pukul 14.00 waktu setempat. (*)

    Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

    Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

    Gabung Sekarang

    Jurnalis

    Syahrianto

    Jurnalis ekonomi yang telah berkarier sejak 2019 dan memperoleh sertifikasi Wartawan Muda dari Dewan Pers pada 2021. Sejak 2024, mulai memfokuskan diri sebagai jurnalis pasar modal.

    Saat ini, bertanggung jawab atas rubrik "Market Hari Ini" di Kabarbursa.com, menyajikan laporan terkini, analisis berbasis data, serta insight tentang pergerakan pasar saham di Indonesia.

    Dengan lebih dari satu tahun secara khusus meliput dan menganalisis isu-isu pasar modal, secara konsisten menghasilkan tulisan premium (premium content) yang menawarkan perspektif kedua (second opinion) strategis bagi investor.

    Sebagai seorang jurnalis yang berkomitmen pada akurasi, transparansi, dan kualitas informasi, saya terus mengedepankan standar tinggi dalam jurnalisme ekonomi dan pasar modal.