KABARBURSA.COM – Perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) sepanjang sepekan lalu diwarnai tekanan tajam pada sejumlah emiten, seperti yang dipantau Kabarbursa.com.
Berdasarkan data di platform Stockbit, terdapat sepuluh saham yang mencatatkan koreksi terdalam dengan penurunan harga dua digit hanya dalam satu pekan perdagangan.
Saham PT MPX Logistics International Tbk (MPXL) menjadi yang paling tertekan dengan penurunan mingguan sebesar 32,65 persen dan ditutup di level 198. Koreksi tersebut menempatkan MPXL sebagai saham dengan kinerja terburuk secara mingguan di pasar reguler.
Data return mingguan mencerminkan tekanan jual yang cukup kuat pada saham-saham tertentu selama sepekan terakhir, mengacu pada ringkasan perdagangan pasar reguler BEI yang dirangkum Senin, 12 Januari 2026.
Di posisi berikutnya, saham PT Alkindo Naratama Tbk (ALDO) mencatat penurunan 23,72 persen dan ditutup di harga 595. Penurunan harga ALDO terjadi secara bertahap sepanjang pekan, dengan tekanan jual yang relatif konsisten pada tiap sesi perdagangan.
Saham PT Kurnia Lautan Semesta Tbk (KLAS) menyusul dengan koreksi mingguan sebesar 22,14 persen dan ditutup di level 109. Penurunan KLAS menambah daftar saham dengan pelemahan dua digit selama periode yang sama.
Adapun saham PT Intan Baru Prana Tbk (IBFN) terkoreksi 22,02 persen dalam sepekan dan ditutup di harga 170. Meski melemah dalam jangka pendek, data historis menunjukkan volatilitas yang cukup tinggi pada saham tersebut.
Saham PT Agro Bahari Nusantara Tbk (UDNG) juga mencatat penurunan signifikan sebesar 20,40 persen dan ditutup di level 3.980. Tekanan jual pada UDNG menempatkannya dalam kelompok saham dengan koreksi terdalam pekan lalu.
Selanjutnya, saham PT Shield On Service Tbk (SOSS) melemah 19,43 persen ke level 850. Diikuti oleh PT Sentra Food Indonesia Tbk (FOOD) yang turun 19,27 persen dan ditutup di harga 310.
Saham PT Kioson Komersial Indonesia Tbk (KIOS) tercatat terkoreksi 18,80 persen dalam sepekan dan ditutup di level 216. Sementara itu, PT Nusa Raya Cipta Tbk (NRCA) melemah 18,26 persen ke harga 1.365.
Melengkapi daftar sepuluh saham paling jeblok sepekan lalu, saham PT Magna Investama Mandiri Tbk (MGNA) mencatat penurunan sebesar 18,03 persen dan ditutup di level 200.
Secara keseluruhan, data 1 Week Price Returns menunjukkan bahwa tekanan harga dalam sepekan terakhir terkonsentrasi pada saham-saham tertentu, dengan rentang koreksi yang cukup lebar.
Pergerakan tersebut mencerminkan dinamika perdagangan jangka pendek yang cenderung volatil di pasar saham domestik. (*)