Logo
>

Instalasi Pabrik Baterai CATIB Karawang Rampung, Produksi Ditargetkan Akhir 2026

Fasilitas produksi baterai di Karawang ditargetkan mulai beroperasi secara komersial pada akhir 2026

Ditulis oleh Desty Luthfiani
Instalasi Pabrik Baterai CATIB Karawang Rampung, Produksi Ditargetkan Akhir 2026
Penandatanganan Memorandum of Understanding antara PT Mineral Industri Indonesia (Persero), Contemporary Amperex Technology Co., Limited, dan PT Industri Baterai Indonesia. Dok. Mind ID

Poin Penting :

    KABARBURSA.COM - BPI Danantara melalui Holding Industri Pertambangan Indonesia MIND ID menyampaikan bahwa instalasi fasilitas manufaktur baterai kendaraan listrik di Karawang telah diselesaikan. Proyek ini merupakan bagian dari pengembangan ekosistem baterai terintegrasi di Indonesia.

    Pengembangan dilakukan MIND ID melalui PT Industri Baterai Indonesia (PT IBI) bersama konsorsium Contemporary Amperex Technology Co., Limited, Brunp, dan Lygend. Ketiga pihak membentuk perusahaan patungan PT Contemporary Amperex Technology Indonesia Battery (CATIB) untuk mengembangkan rantai nilai baterai dari hulu hingga hilir di dalam negeri.

    CATIB membangun Fasilitas Produksi Battery Cells, Module, dan Pack di kawasan Artha Industrial Hills, Kabupaten Karawang, dengan luas sekitar 43 hektare. Kapasitas produksi direncanakan sebesar 6,9 GWh pada fase pertama dan akan ditingkatkan hingga 15 GWh pada fase kedua.

    Fasilitas tersebut terdiri atas dua bagian utama. Pertama adalah Module dan Pack Plant yang telah menyelesaikan pembangunan fisik dan instalasi Battery Manufacture Equipment pada Januari 2026. Fasilitas ini berfungsi untuk merakit baterai menjadi produk siap pakai bagi industri kendaraan listrik. Groundbreaking fasilitas ini sebelumnya dihadiri Presiden Prabowo Subianto pada Juni 2025.

    Bagian kedua adalah Cell Plant yang saat ini masih dalam tahap pembangunan. Pabrik ini akan memproduksi sel baterai yang kemudian dirakit menjadi modul dan paket baterai untuk kendaraan listrik serta kebutuhan energi lainnya.

    Fasilitas produksi baterai di Karawang ditargetkan mulai beroperasi secara komersial pada akhir 2026. Proyek ini diharapkan dapat meningkatkan nilai tambah mineral dalam negeri serta mendukung peningkatan Tingkat Komponen Dalam Negeri pada produk kendaraan listrik.

     Managing Director Technology Advancement Danantara Indonesia, Dwi Susanto, menyampaikan bahwa negara mendorong pembentukan industri berbasis teknologi.

    “Melalui inisiatif strategis ini, Indonesia tidak hanya memperkuat kapasitas manufaktur baterai nasional, tetapi juga membangun penguasaan teknologi, peningkatan kapabilitas SDM, serta integrasi sistem industri hulu dan hilir kendaraan listrik. Dengan demikian, penciptaan nilai tambah ekonomi yang lebih besar dan berkelanjutan bagi Indonesia dapat terwujud,” ujarnya dalam keterangan tertulis yang diterima KabarBursa.com, Jumat, 16 Januari 2026.

    Ia menyampaikan statmennya dalam Ceremony First Incoming Equipment to Cell pada Kamis, 15 Januari 2026,

    Dalam acara yang sama dilakukan penandatanganan Memorandum of Understanding antara MIND ID, PT IBI, dan Contemporary Amperex Technology Co., Limited terkait kerja sama penelitian dan pengembangan produk baterai, energi terbarukan, dan mobilitas listrik. Kerja sama ini ditujukan untuk mendukung peluncuran komersial rantai nilai baterai terintegrasi di Indonesia pada 2028.

    Direktur Utama MIND ID, Maroef Sjamsoeddin, menyampaikan kolaborasi strategis yang telah berjalan ini, menjadi jembatan bagi MIND ID dalam menjalankan fungsinya sebagai penggerak hilirisasi. 

     Grup MIND ID terus mengoptimalkan kekayaan sumber daya alam mineral dan batu bara yang besar untuk menjadi motor bagi pembangunan peradaban masa depan.,

    “Kami akan terus berkolaborasi dengan berbagai pihak dalam pengembangan ekosistem baterai terintegrasi, guna memberikan manfaat yang lebih besar bagi negara dan Masyarakat," kata dia.

    Sementara itu, Direktur Utama PT IBI, Aditya Farhan Arif, menyampaikan, PT IBI berkomitmen memastikan pengembangan ekosistem baterai nasional berjalan secara konsisten dari tahap perencanaan hingga implementasi.

     “Dengan adanya kemajuan signifikan atas proyek CATIB saat ini mencerminkan kesiapan infrastruktur, teknologi, serta kolaborasi strategis yang dibangun untuk mendukung terbentuknya industri baterai yang kompetitif dan berkelanjutan," kata dia.

    Menurut dia, penandatanganan MoU adalah cerminan komitmen agar keberadaan industri baterai nasional dapat berkontribusi pada peningkatan kepakaran Indonesia di bidang material maju untuk energi, khususnya teknologi baterai.(*)

    Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

    Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

    Gabung Sekarang

    Jurnalis

    Desty Luthfiani

    Desty Luthfiani seorang jurnalis muda yang bergabung dengan KabarBursa.com sejak Desember 2024 lalu. Perempuan yang akrab dengan sapaan Desty ini sudah berkecimpung di dunia jurnalistik cukup lama. Dimulai sejak mengenyam pendidikan di salah satu Universitas negeri di Surakarta dengan fokus komunikasi jurnalistik. Perempuan asal Jawa Tengah dulu juga aktif dalam kegiatan organisasi teater kampus, radio kampus dan pers mahasiswa jurusan. Selain itu dia juga sempat mendirikan komunitas peduli budaya dengan konten-konten kebudayaan bernama "Mata Budaya". 

    Karir jurnalisnya dimulai saat Desty menjalani magang pendidikan di Times Indonesia biro Yogyakarta pada 2019-2020. Kemudian dilanjutkan magang pendidikan lagi di media lokal Solopos pada 2020. Dilanjutkan bekerja di beberapa media maenstream yang terverifikasi dewan pers.

    Ia pernah ditempatkan di desk hukum kriminal, ekonomi dan nasional politik. Sekarang fokus penulisan di KabarBursa.com mengulas informasi seputar ekonomi dan pasar modal.

    Motivasi yang diilhami Desty yakni "do anything what i want artinya melakukan segala sesuatu yang disuka. Melakukan segala sesuatu semaksimal mungkin, berpegang teguh pada kebenaran dan menjadi bermanfaat untuk Republik".