Logo
>

Intip Saham Teratas yang Dikoleksi Ritel Pekan Lalu

Data transaksi menunjukkan ritel aktif memborong saham bank besar, energi, hingga komoditas menjelang awal perdagangan 2026.

Ditulis oleh Syahrianto
Intip Saham Teratas yang Dikoleksi Ritel Pekan Lalu
Aktivitas investor ritel kembali mendominasi pasar saham pada pekan terakhir 2025 hingga awal 2026. (Foto: Dok. KabarBursa)

Poin Penting :

    KABARBURSA.COM – Aktivitas investor ritel kembali mendominasi pasar saham pada pekan terakhir 2025 hingga awal 2026. 

    Data transaksi menunjukkan broker ritel Stockbit Sekuritas Digital (XL) menjadi broker paling aktif dengan nilai transaksi terbesar, sekaligus mencatat beli bersih sepanjang periode 29 Desember, 31 Desember 2025, dan 2 Januari 2026

    Berdasarkan data, nilai transaksi XL mencapai Rp16,8 triliun di seluruh pasar. Dari jumlah tersebut, ritel membukukan beli bersih Rp226,3 miliar, dengan nilai beli Rp8,5 triliun dan nilai jual Rp8,3 triliun. 

    Volume transaksi tercatat 44,4 miliar saham dengan frekuensi 5,3 juta kali transaksi, mencerminkan partisipasi ritel yang tetap aktif memasuki tahun perdagangan baru.

    Di tingkat saham, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) menjadi emiten dengan akumulasi ritel terbesar. 

    Saham bank badan usaha milik negara (BUMN) ini diborong ritel senilai Rp182,1 miliar, dengan volume beli 493.275 lot pada harga rata-rata Rp3.699 per saham. Nilai tersebut menempatkan BBRI sebagai jangkar utama portofolio ritel sepanjang pekan lalu.

    Posisi berikutnya ditempati PT Buana Lintas Lautan Tbk (BULL) dengan beli bersih Rp43,8 miliar. Meski nilai transaksinya di bawah BBRI, volume beli mencapai 998.301 lot pada harga rata-rata Rp452, menunjukkan ketertarikan ritel pada saham berharga rendah dengan likuiditas tinggi.

    Ritel juga aktif mengoleksi saham PT Chandra Daya Investasi Tbk (CDIA) dan PT Raharja Energi Cepu Tbk (RATU). 

    CDIA mencatat beli bersih Rp40,8 miliar dengan volume 242.357 lot, sementara RATU dibeli ritel senilai Rp35,2 miliar pada harga rata-rata Rp9.806 per saham, menandakan minat ritel tidak hanya terkonsentrasi di saham murah.

    Dari sektor komoditas, PT Timah (Persero) Tbk (TINS) dan PT Archi Indonesia Tbk (ARCI) masuk daftar saham teratas ritel. TINS diborong Rp30,1 miliar, sedangkan ARCI mencatat beli bersih Rp25,9 miliar. 

    Sementara itu, PT Folago Global Nusantara Tbk (IRSX) juga menarik minat ritel dengan nilai beli Rp25,8 miliar dan volume di atas 400 ribu lot.

    Di sektor infrastruktur dan properti, ritel mencatatkan akumulasi pada PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG) sebesar Rp27,0 miliar serta PT Bangun Kosambi Sukses Tbk (CBDK) senilai Rp25,3 miliar. 

    Adapun dari perbankan BUMN lainnya, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) mencatat beli bersih Rp21,8 miliar.

    Secara keseluruhan, data menunjukkan pola akumulasi ritel yang tersebar lintas sektor, mulai dari perbankan besar, energi, komoditas, hingga saham lapis kedua. 

    Aktivitas ini berlangsung dengan selisih beli-jual yang relatif tipis, mencerminkan strategi ritel yang selektif namun tetap aktif menjelang pembukaan penuh perdagangan 2026. (*)

    Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

    Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

    Gabung Sekarang

    Jurnalis

    Syahrianto

    Jurnalis ekonomi yang telah berkarier sejak 2019 dan memperoleh sertifikasi Wartawan Muda dari Dewan Pers pada 2021. Sejak 2024, mulai memfokuskan diri sebagai jurnalis pasar modal.

    Saat ini, bertanggung jawab atas rubrik "Market Hari Ini" di Kabarbursa.com, menyajikan laporan terkini, analisis berbasis data, serta insight tentang pergerakan pasar saham di Indonesia.

    Dengan lebih dari satu tahun secara khusus meliput dan menganalisis isu-isu pasar modal, secara konsisten menghasilkan tulisan premium (premium content) yang menawarkan perspektif kedua (second opinion) strategis bagi investor.

    Sebagai seorang jurnalis yang berkomitmen pada akurasi, transparansi, dan kualitas informasi, saya terus mengedepankan standar tinggi dalam jurnalisme ekonomi dan pasar modal.