Logo
>

Tarif Sewa Kapal Naik, BBRM Percepat Ekspansi

Perseroan menyiapkan penambahan kapal baru pada 2026 di tengah tren positif sektor migas.

Ditulis oleh Syahrianto
Tarif Sewa Kapal Naik, BBRM Percepat Ekspansi
PT Pelayaran Nasional Bina Buana Raya Tbk melihat kenaikan tarif sewa kapal sebagai momentum untuk mempercepat ekspansi armada pada 2026. (Foto: Pexels/Luis Morales Torres)

KABARBURSA.COM – PT Pelayaran Nasional Bina Buana Raya Tbk melihat kenaikan tarif sewa kapal sebagai momentum untuk mempercepat ekspansi armada pada 2026. 

Perseroan menyiapkan penambahan kapal baru di tengah tren positif sektor offshore migas, meski belum berencana membagikan dividen.

Dalam Public Expose Insindentil yang digelar Rabu, 7 Januari 2026, Pelayaran Nasional Bina Buana Raya menyampaikan bahwa tarif sewa kapal telah mengalami peningkatan signifikan dibandingkan periode sebelumnya. Manajemen menyebut harga sewa kapal naik dari level tertekan menjadi sekitar USD150 per horsepower. 

“Harga sewa kapal telah naik dari harga yang tertekan dan kami memperkirakan harga tersebut masih akan naik untuk sementara waktu,” ujar Direktur Utama BBRM Na’im Machzyumi.

Kenaikan tarif tersebut didorong oleh meningkatnya aktivitas offshore migas, khususnya di kawasan Asia. BBRM menyampaikan bahwa sebagian besar operasional perseroan berada di Asia, terutama Indonesia, di mana aktivitas perairan dalam sedang ramai dan banyak kontrak migas diberikan kepada SKK Migas. Kondisi ini mendorong perseroan untuk mempercepat langkah ekspansi armada.

Manajemen mengungkapkan bahwa BBRM berencana menambah satu kapal offshore support vessel yang dijadwalkan mulai beroperasi pada pertengahan 2026. Kapal baru tersebut diharapkan dapat memberikan kontribusi pendapatan dan laba yang lebih besar pada paruh kedua tahun depan. 

“Tahun depan kami berencana menambah satu kapal yang diharapkan dapat meningkatkan laba perusahaan,” kata Na’im Machzyumi.

Selain mengandalkan tambahan armada, perseroan juga menargetkan peningkatan laba jangka pendek melalui optimalisasi basis pelanggan. Manajemen menyebut akan terus mencari pelanggan baru sekaligus mempertahankan pelanggan eksisting guna meningkatkan profitabilitas, khususnya pada Kuartal I 2026, sebelum kapal baru mulai beroperasi penuh.

Dari sisi kebijakan pemegang saham, BBRM menyatakan belum mempertimbangkan pembagian dividen dalam waktu dekat. Manajemen menilai dana internal masih diperlukan untuk mendukung pengembangan usaha dan ekspansi armada. 

“Perseroan masih membutuhkan dana untuk mengembangkan perusahaan. Setelah investasi kapal dinilai cukup, dividen baru akan dipertimbangkan,” ujar Na'im.

BBRM juga memaparkan posisi keuangan perseroan yang masih kuat. Rasio utang terhadap ekuitas tercatat sebesar 0,06, dengan kondisi neraca dan arus kas yang dinilai memadai untuk mendukung rencana ekspansi. 

Meski demikian, seiring penambahan armada, perseroan membuka kemungkinan penggunaan pendanaan eksternal. Manajemen menyebut dukungan perbankan menjadi prioritas pendanaan dibandingkan aksi korporasi di pasar modal.

Pada sisi operasional, segmen offshore support vessel disebut sebagai kontributor utama pendapatan perseroan. Jalur operasi BBRM tidak hanya terbatas di dalam negeri, tetapi juga mencakup rute internasional seperti Thailand dan Malaysia. 

Manajemen menegaskan bahwa perseroan tidak menghadapi hambatan struktural untuk beroperasi di pasar internasional karena armada BBRM telah aktif di luar Indonesia.

Selain ekspansi armada konvensional, BBRM juga mulai mempertimbangkan investasi pada teknologi ramah lingkungan. 

Perseroan menyatakan tengah mengkaji penggunaan kapal yang lebih efisien dan bertenaga listrik, meski keputusan investasi akan dilakukan secara selektif dan disesuaikan dengan kebutuhan operasional. (*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Jurnalis

Syahrianto

Jurnalis ekonomi yang telah berkarier sejak 2019 dan memperoleh sertifikasi Wartawan Muda dari Dewan Pers pada 2021. Sejak 2024, mulai memfokuskan diri sebagai jurnalis pasar modal.

Saat ini, bertanggung jawab atas rubrik "Market Hari Ini" di Kabarbursa.com, menyajikan laporan terkini, analisis berbasis data, serta insight tentang pergerakan pasar saham di Indonesia.

Dengan lebih dari satu tahun secara khusus meliput dan menganalisis isu-isu pasar modal, secara konsisten menghasilkan tulisan premium (premium content) yang menawarkan perspektif kedua (second opinion) strategis bagi investor.

Sebagai seorang jurnalis yang berkomitmen pada akurasi, transparansi, dan kualitas informasi, saya terus mengedepankan standar tinggi dalam jurnalisme ekonomi dan pasar modal.