Logo
>

Intip Tujuan SMRA Tambah Modal Dua Entitas Rp27 Miliar

SMRA melaporkan transaksi afiliasi berupa penambahan modal pada dua perusahaan terkendali melalui entitas afiliasi dengan total nilai Rp27,02 miliar.

Ditulis oleh Syahrianto
Intip Tujuan SMRA Tambah Modal Dua Entitas Rp27 Miliar
PT Summarecon Agung Tbk (SMRA) melaporkan realisasi transaksi afiliasi berupa penambahan modal pada dua perusahaan terkendali melalui entitas afiliasi. (Foto: Dok. Summarecon Agung)

KABARBURSA.COM – PT Summarecon Agung Tbk (SMRA) melaporkan realisasi transaksi afiliasi berupa penambahan modal pada dua perusahaan terkendali melalui entitas afiliasi.

“Perseroan dengan ini melaporkan transaksi afiliasi berupa penambahan modal oleh Perseroan atau perusahaan terkendali Perseroan pada perusahaan terkendali Perseroan lainnya,” ujar Corporate Secretary Summarecon Agung, Lydia Tijo, dalam keterbukaan informasi, Kamis, 8 Januari 2026.

Dalam laporan tersebut, perseroan merinci penambahan modal pertama dilakukan pada PT Bandung Tatanan Kota. Penambahan penyertaan modal dilakukan oleh PT Mahkota Permata Perdana dengan nilai sebesar Rp6,505 miliar.

Persetujuan atas perubahan anggaran dasar terkait penambahan modal di PT Bandung Tatanan Kota tersebut telah diperoleh pada 6 Januari 2026. Aksi ini dilaporkan sebagai bagian dari transaksi afiliasi sesuai ketentuan yang berlaku.

Selain itu, Perseroan juga melaporkan penambahan modal pada PT Banyumas Eka Mandiri. Dalam transaksi ini, PT Mahkota Intan Cemerlang menambah penyertaan modal dengan nilai mencapai Rp20,515 miliar.

“Seluruh transaksi tersebut telah memperoleh persetujuan perubahan anggaran dasar pada tanggal 6 Januari 2026,” kata Lydia, menegaskan kronologi dan waktu pelaksanaan aksi korporasi tersebut.

Manajemen menyatakan bahwa penambahan modal ini dilakukan antar entitas dalam kelompok usaha Perseroan. Transaksi tersebut dikategorikan sebagai transaksi afiliasi dan telah dilaporkan sesuai dengan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 42/POJK.04/2020 tentang Transaksi Afiliasi dan Transaksi Benturan Kepentingan.

Dalam dokumen yang sama, Perseroan juga menegaskan bahwa transaksi penambahan modal tersebut tidak mengandung benturan kepentingan. Seluruh pelaporan dilakukan sebagai bagian dari kewajiban keterbukaan informasi kepada regulator dan otoritas pasar modal.

Perseroan mencatatkan aksi korporasi tersebut sebagai bagian dari pengelolaan struktur permodalan entitas anak dan afiliasi.

Saham SMRA Hari ini Stagnan

Di tengah pengumuman aksi korporasi tersebut, pergerakan saham SMRA pada perdagangan hari ini terpantau stagnan. Hingga pukul 11.59 WIB, saham SMRA berada di level Rp388 per saham, tidak berubah dibandingkan harga penutupan sebelumnya.

Berdasarkan data perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), saham SMRA bergerak dalam rentang Rp386 hingga Rp392. Harga pembukaan tercatat di level Rp388, sekaligus menjadi harga rata-rata transaksi harian.

Volume transaksi SMRA tercatat sebesar 11,04 juta saham, lebih rendah dibandingkan rata-rata volume harian yang berada di kisaran 29,13 juta saham. Nilai transaksi mencapai sekitar Rp4,3 miliar dengan frekuensi 1.527 kali.

Dari sisi struktur perdagangan, antrean jual terlihat lebih dominan dibandingkan antrean beli. Total antrean di sisi offer tercatat 389.026 lot, sementara total antrean bid berada di level 239.479 lot. Konsentrasi antrean beli terbesar berada di kisaran harga Rp380–Rp388, sedangkan antrean jual menumpuk di area Rp390–Rp396. (*)

Disclaimer:
Berita atau informasi yang Anda baca membahas emiten atau saham tertentu berdasarkan data yang tersedia dari keterbukaan informasi PT Bursa Efek Indonesia dan sumber lain yang dapat dipercaya. Konten ini tidak dimaksudkan sebagai ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu. Selalu lakukan riset mandiri dan konsultasikan keputusan investasi Anda dengan penasihat keuangan profesional. Pastikan Anda memahami risiko dari setiap keputusan investasi yang diambil.

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Jurnalis

Syahrianto

Jurnalis ekonomi yang telah berkarier sejak 2019 dan memperoleh sertifikasi Wartawan Muda dari Dewan Pers pada 2021. Sejak 2024, mulai memfokuskan diri sebagai jurnalis pasar modal.

Saat ini, bertanggung jawab atas rubrik "Market Hari Ini" di Kabarbursa.com, menyajikan laporan terkini, analisis berbasis data, serta insight tentang pergerakan pasar saham di Indonesia.

Dengan lebih dari satu tahun secara khusus meliput dan menganalisis isu-isu pasar modal, secara konsisten menghasilkan tulisan premium (premium content) yang menawarkan perspektif kedua (second opinion) strategis bagi investor.

Sebagai seorang jurnalis yang berkomitmen pada akurasi, transparansi, dan kualitas informasi, saya terus mengedepankan standar tinggi dalam jurnalisme ekonomi dan pasar modal.