Logo
>

Investor Hindari Risiko Perang Bikin Harga Emas Meroket

Kenaikan harga emas dunia 2025 disebut dipicu konflik geopolitik seperti perang Iran-Israel dan pemilu AS, bukan karena faktor spekulatif pasar.

Ditulis oleh Citra Dara Vresti Trisna
Investor Hindari Risiko Perang Bikin Harga Emas Meroket
Ilustrasi kenaikan harga emas. Foto: dok KabarBursa.com

Poin Penting :

    KABARBURSA.COM – Kenaikan harga emas dunia sepanjang 2025 dinilai tidak didorong oleh lonjakan arus dana spekulatif, melainkan sebagai respons langsung atas eskalasi geopolitik global yang terus memanas.

    Pergerakan harga emas cenderung bersifat reaktif terhadap konflik dan ketidakpastian, bukan hasil dari penguatan fundamental pasar keuangan.

    Analis pasar uang dan komoditas, Ibrahim Assuaibi, mengatakan bahwa sejak awal 2025 hingga akhir tahun, harga emas mengalami kenaikan signifikan seiring memburuknya situasi geopolitik di berbagai kawasan.

    Konflik di Timur Tengah, ketegangan di Eropa, hingga dinamika politik Amerika Serikat menjadi pemicu utama lonjakan harga logam mulia.

    “Pada tahun 2025 itu, dari mulai Januari sampai sampai Desember mengalami penaikan yang cukup signifikan. Karena bersamaan dengan faktor geopolitik,” ujar Ibrahim kepada KabarBursa.com, Selasa, 30 Desember 2025.

    Ia mencontohkan, lonjakan harga emas sempat dipicu oleh perang antara Israel dan Iran yang membuat pasar global bereaksi cepat.

    Situasi tersebut kemudian diperkuat oleh dinamika politik di Amerika Serikat, termasuk terpilihnya Donald Trump sebagai presiden dan wacana perang dagang serta suku bunga rendah yang kembali mengemuka.

    “Waktu itu geopolitik yang membuat harga emas dunia naik, itu kan perang antara Israel dan Iran. Itu yang membuat lonjakan harga melambung tinggi. Kemudian, Amerika yang memenangkan Trump sebagai presiden,” jelas Ibrahim.

    Menurutnya, harga emas terus bergerak naik seiring meningkatnya ketakutan pasar terhadap konflik yang lebih luas, termasuk perang dagang dan ketegangan politik internal di Amerika Serikat. Ia menilai, sentimen tersebut mendorong emas sebagai aset perlindungan nilai, bukan karena daya tarik spekulatif jangka pendek.

    “Nah dari situlah akhirnya harga emas itu meluncur sampai anggaplah sudah di atas 4.500, walaupun sekarang turun lagi. Itu indikasinya, ya masih masalah geopolitik,” ujarnya.

    Ibrahim menegaskan bahwa arus dana masuk ke emas justru terjadi setelah gejolak politik muncul, bukan sebaliknya. Ketakutan terhadap potensi konflik besar membuat investor global memindahkan asetnya ke emas sebagai langkah perlindungan.

    “Arus dana masuk ke emas itu setelah itu setelah gejolak politik, ya sehingga masyarakat ada ketakutan bahwa terjadi perang besar atau perang dunia ketiga,” ucap Ibrahim.

    Ia menambahkan, dalam kondisi tersebut, instrumen keuangan seperti saham dan surat berharga dianggap rentan, sehingga emas dipilih sebagai aset yang dinilai lebih aman.

    Dengan demikian, kenaikan harga emas lebih mencerminkan tingkat ketidakpastian global dan rasa aman investor, ketimbang sinyal menguatnya fundamental pasar keuangan dunia.(*)

    Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

    Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

    Gabung Sekarang

    Jurnalis

    Citra Dara Vresti Trisna

    Citra Dara Vresti Trisna adalah Asisten Redaktur KabarBursa.com yang memiliki spesialisasi dalam analisis saham dan dinamika pasar modal. Dengan ketelitian analitis dan pemahaman mendalam terhadap tren keuangan, ia berperan penting dalam memastikan setiap publikasi redaksi memiliki akurasi data, konteks riset, dan relevansi tinggi bagi investor serta pembaca profesional. Gaya kerjanya terukur, berstandar tinggi, dan berorientasi pada kualitas jurnalistik berbasis fakta.