KABARBURSA.COM – PT Hassana Boga Sejahtera Tbk (NAYZ) tengah dalam proses negosiasi rencana pengambilalihan saham oleh investor asing. Rencana ini mencakup akuisisi hingga 41,18 persen saham dari pemegang saham pengendali.
Direktur Utama NAYZ Arief Banang Trinovan menyampaikan bahwa informasi ini merupakan bagian dari keterbukaan fakta material kepada regulator dan publik.
“Saiko Consultancy Pte. Ltd. bermaksud untuk mengambil alih saham yang dimiliki oleh PT Asia Intrainvesta sebanyak-banyaknya 1.050.000.000 saham atau setara 41,18 persen dari seluruh modal ditempatkan dan disetor penuh,” ujar manajemen dalam keterbukaan informasi,
Dalam dokumen tersebut dijelaskan, Saiko Consultancy Pte. Ltd. yang berbasis di Singapura saat ini belum memiliki kepemilikan saham di NAYZ, baik secara langsung maupun tidak langsung.
Proses pengambilalihan masih berada pada tahap negosiasi antara pihak pembeli dan penjual. Beberapa aspek yang masih dibahas meliputi nilai akhir transaksi serta jadwal penyelesaian aksi korporasi tersebut.
Jika transaksi ini terealisasi, calon pengendali baru akan diwajibkan melakukan penawaran tender wajib kepada publik sesuai ketentuan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Manajemen menegaskan bahwa pengungkapan informasi ini belum berdampak material terhadap kegiatan operasional, kondisi keuangan, maupun kelangsungan usaha perusahaan.
“Informasi atau fakta material yang diungkapkan tidak memiliki dampak material terhadap kegiatan operasional, hukum, kondisi keuangan, atau kelangsungan usaha perseroan,” tulis manajemen.
Mengenal NAYZ dan Bagaimana Sahamnya?
Saat ini, PT Asia Intrainvesta tercatat sebagai pemegang saham pengendali dengan porsi sekitar 62 persen saham NAYZ. Sementara itu, publik memegang sekitar 25,04 persen saham, dengan sisanya dimiliki oleh investor individu.
Jika rencana akuisisi berjalan sesuai skema, kepemilikan pengendali berpotensi berpindah tangan kepada pihak investor baru. Perubahan ini akan menjadi salah satu aksi korporasi signifikan bagi perusahaan.
NAYZ merupakan emiten yang bergerak di industri makanan, khususnya produk makanan bayi, dengan basis produksi di Tangerang. Perusahaan tercatat di Bursa Efek Indonesia sejak Februari 2023 melalui papan akselerasi.
Pada perdagangan intraday hingga pukul 14.20 WIB, saham NAYZ berada di level Rp86 atau menguat 4,88 persen dibandingkan penutupan sebelumnya. Volume transaksi tercatat mencapai sekitar 246,9 juta saham dengan rata-rata harga di kisaran Rp89.
Pergerakan saham menunjukkan fluktuasi dalam rentang Rp84 hingga Rp90 sepanjang sesi perdagangan, dengan aktivitas transaksi yang relatif tinggi dibandingkan rata-rata harian.(*)