KABARBURSA.COM — Emiten teknologi berbasis AI, media commerce, dan hiburan, PT Folago Global Nusantara Tbk atau IRSX, bersiap menggelar aksi korporasi besar pada awal 2026. Perseroan resmi mengumumkan rencana penambahan modal melalui mekanisme hak memesan efek terlebih dahulu I atau right issue dengan target dana segar mencapai Rp3,71 triliun.
Berdasarkan prospektus ringkas yang diterbitkan pada 14 Januari 2026, IRSX akan menerbitkan sebanyak-banyaknya 12.390.094.754 saham baru dengan nilai nominal Rp15 per saham. Harga pelaksanaan ditetapkan di level Rp300 per saham, jauh di atas nilai nominal.
Dalam skema yang ditawarkan, rasio right issue ditetapkan sebesar 1:2. Artinya, setiap pemegang 1 saham lama yang tercatat dalam Daftar Pemegang Saham pada 9 Maret 2026 pukul 16.00 WIB berhak memperoleh 2 HMETD. Setiap 1 HMETD memberikan hak kepada pemegangnya untuk membeli 1 saham baru IRSX pada harga pelaksanaan yang telah ditentukan.
Untuk meningkatkan minat investor, manajemen IRSX turut menyertakan insentif berupa penerbitan Waran Seri II secara cuma-cuma. Total waran yang akan diterbitkan mencapai 1.239.009.475 Waran Seri II, dengan rasio setiap 10 saham hasil pelaksanaan HMETD akan memperoleh 1 waran.
Waran Seri II ini memiliki harga pelaksanaan sebesar Rp350 per saham dan dapat dieksekusi dalam periode cukup panjang, yakni mulai 25 Agustus 2026 hingga 24 Agustus 2028. Jika seluruh waran dieksekusi, perseroan berpotensi meraup tambahan dana hingga maksimal Rp433,65 miliar di luar dana right issue.
Dari sisi pemegang saham pengendali, langkah IRSX mendapat dukungan penuh. PT Matra Tri Abadi selaku pengendali dengan kepemilikan 54,88 persen telah menyatakan komitmen untuk melaksanakan seluruh haknya. Perusahaan ini akan menyerap sekitar 6,8 miliar HMETD dengan nilai investasi mencapai Rp2,04 triliun.
Tak hanya itu, PT Matra Tri Abadi juga bertindak sebagai pembeli siaga yang siap menyerap sisa saham baru yang tidak diambil bagian oleh pemegang saham publik, hingga maksimal 5,59 miliar saham. Komitmen ini memberikan kepastian terhadap keberhasilan pelaksanaan right issue sekaligus menjaga struktur permodalan perseroan.
Namun demikian, manajemen juga mengingatkan adanya risiko dilusi bagi pemegang saham yang tidak menggunakan haknya. Apabila tidak mengeksekusi HMETD, porsi kepemilikan investor berpotensi terdilusi hingga maksimal 66,67 persen setelah right issue rampung.
Dana hasil penambahan modal ini akan difokuskan untuk memperkuat ekosistem bisnis digital dan kreatif IRSX melalui sejumlah anak usaha. Porsi terbesar akan dialokasikan ke PT Folago Karya Indonesia yang akan menerima sekitar Rp2,03 triliun. Dana tersebut digunakan untuk program inkubasi, pengembangan talenta, serta akuisisi hak komersial jangka panjang dengan artis dan influencer.
Sementara itu, PT Folago Digital Media diproyeksikan memperoleh alokasi sekitar Rp818,52 miliar yang akan dimanfaatkan sebagai modal kerja penyelenggaraan berbagai event, penguatan jaringan kreator, serta ekspansi platform digital. Adapun PT Folago Picture Indonesia akan menerima sekitar Rp517,68 miliar untuk mendukung produksi dan distribusi konten film yang menjadi salah satu pilar bisnis hiburan perseroan.
Sisa dana right issue akan dialokasikan ke anak usaha lain seperti DNK, FGH, dan FAIC, serta digunakan sebagai modal kerja operasional induk usaha guna menjaga likuiditas dan fleksibilitas keuangan.
Berdasarkan jadwal indikatif, pernyataan efektif dari Otoritas Jasa Keuangan ditargetkan terbit pada 25 Februari 2026. Cum HMETD di Pasar Reguler dan Negosiasi dijadwalkan pada 5 Maret 2026, dengan recording date pada 9 Maret 2026. Periode perdagangan dan pelaksanaan HMETD akan berlangsung pada 11 hingga 17 Maret 2026, sementara penjatahan saham tambahan direncanakan pada 26 Maret 2026.(*)
Berita atau informasi yang Anda baca membahas emiten atau saham tertentu berdasarkan data yang tersedia dari keterbukaan informasi PT Bursa Efek Indonesia dan sumber lain yang dapat dipercaya. Konten ini tidak dimaksudkan sebagai ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu. Selalu lakukan riset mandiri dan konsultasikan keputusan investasi Anda dengan penasihat keuangan profesional. Pastikan Anda memahami risiko dari setiap keputusan investasi yang diambil.