Logo
>

ITMG di Mode Tunggu, Perhatikan Area 22.150 sampai 22.200

Harga bergerak sideways di tengah sinyal akumulasi broker besar, dengan pasar kini menunggu katalis baru untuk menentukan arah lanjutan saham batu bara ini.

Ditulis oleh Yunila Wati
ITMG di Mode Tunggu, Perhatikan Area 22.150 sampai 22.200
Pasar masih menunggu katalis Baru dari ITMG untuk menentukan arah selanjutnya. Foto: Dok Indo Tambangraya.

KABARBURSA.COM – PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) masih bergerak tenang, dalam mode tunggu, setelah pada sesi perdagangan terakhir, Kamis, 15 Januari 2026, ditutup di level 22.275, menguat 0,56 persen atau naik 125 poin dari pembukaan di 22.150. Sepanjang sesi, saham bergerak sempit dengan titik tertinggi di 22.350 dan terendah tetap di 22.150. Di sini pasar belum membentuk arah impulsif, melainkan bergerak dalam fase penyesuaian.

Masih pada perdagangan terakhir, nilai transaksi tercatat sekitar Rp17,89 miliar dengan volume 8.030 lot dan harga rata-rata 22.271. Tampak bahwa aktivitas masih terjaga, tetapi belum agresif. Harga cenderung bergerak mendatar dengan fluktuasi kecil, tanpa lonjakan ekstrem ke atas maupun tekanan tajam ke bawah. Ini biasanya menandakan fase konsolidasi setelah reli sebelumnya, bukan awal dari tren baru yang kuat.

Saham Masih Dikoleksi Broker Besar

Sinyal yang lebih menarik justru datang dari sisi broker summary. Indikator distribusi-akumulasi berada sangat dekat ke area “Big Acc”, yang mengindikasikan bahwa secara agregat, aliran transaksi lebih condong ke sisi pembelian daripada penjualan. 

Broker Mandiri Sekuritas (CC) tercatat sebagai salah satu pembeli terbesar dengan nilai sekitar Rp1,6 miliar pada rata-rata harga 22.286. Maybank Sekuritas (ZP) juga muncul sebagai pembeli dengan nilai sekitar Rp1 miliar di kisaran 22.281. Di sisi penjualan, tekanan relatif tersebar, dengan Mirae Aset  (YP) sekitar Rp1,1 miliar dan UOB Kay Hian Sekuritas (AI) sekitar Rp793 juta. 

Struktur ini menggambarkan bahwa pelepasan saham tidak terkonsentrasi pada satu pihak dominan, sementara pembelian datang dari beberapa broker besar.

Dari sisi orderbook, terlihat bahwa antrian beli lebih tebal dibandingkan antrian jual. Total bid lot tercatat sekitar 2.069 lot, sedangkan ask mencapai 5.039 lot, tetapi distribusinya tidak menumpuk pada satu level tertentu. 

Bid terbesar terlihat di area 22.150–22.200, yang membentuk semacam bantalan jangka pendek. Sementara itu, di sisi atas, antrian jual mulai menebal di area 22.300 ke atas, terutama di 22.350 hingga 22.500. Struktur ini mencerminkan bahwa pasar sedang menguji keseimbangan baru, di mana pembeli mulai aktif di bawah, sementara penjual masih disiplin melepas di atas.

Pasar Masih Menunggu Katalis Baru untuk Bergerak

Kombinasi antara pergerakan harga yang cenderung sideways, dominasi akumulasi ringan dari sisi broker, serta orderbook yang membentuk bantalan di bawah, dan menunjukkan bahwa ITMG saat ini belum memasuki fase distribusi agresif. Sebaliknya, pergerakan ini lebih menyerupai fase jeda setelah penguatan sebelumnya, di mana pelaku pasar menunggu katalis atau konfirmasi arah berikutnya.

Untuk perdagangan esok hari, perhatian utama akan berada pada apakah area 22.150–22.200 mampu terus bertahan sebagai zona penopang. Selama area ini tidak ditembus dengan volume besar, maka struktur konsolidasi berpotensi berlanjut dengan kecenderungan menguji kembali sisi atas di area 22.300–22.350. 

Namun, apabila tekanan jual meningkat dan harga turun menembus area bawah tersebut, maka ruang penyesuaian akan terbuka lebih lebar.

Dalam konteks ini, strategi buy on weakness masih relevan secara struktur, karena harga saat ini belum bergerak jauh dari area konsolidasi bawahnya dan aliran broker belum menunjukkan distribusi masif. Namun, pendekatan ini hanya valid selama tekanan jual tidak berubah menjadi dominan dan tidak disertai lonjakan volume pelepasan. 

Dengan kata lain, ITMG saat ini berada dalam fase transisi jangka pendek, belum menguat agresif, tetapi juga belum menunjukkan tanda pembalikan turun.

Pasar tampaknya masih menempatkan ITMG dalam mode tunggu, mengamati apakah akumulasi yang mulai terlihat ini akan berkembang menjadi dorongan harga, atau justru berhenti sebagai konsolidasi biasa. Arah esok hari akan sangat ditentukan oleh respons harga terhadap area bawah yang kini sedang diuji.(*)

Disclaimer:
Berita atau informasi yang Anda baca membahas emiten atau saham tertentu berdasarkan data yang tersedia dari keterbukaan informasi PT Bursa Efek Indonesia dan sumber lain yang dapat dipercaya. Konten ini tidak dimaksudkan sebagai ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu. Selalu lakukan riset mandiri dan konsultasikan keputusan investasi Anda dengan penasihat keuangan profesional. Pastikan Anda memahami risiko dari setiap keputusan investasi yang diambil.

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Jurnalis

Yunila Wati

Telah berkarier sebagai jurnalis sejak 2002 dan telah aktif menulis tentang politik, olahraga, hiburan, serta makro ekonomi. Berkarier lebih dari satu dekade di dunia jurnalistik dengan beragam media, mulai dari media umum hingga media yang mengkhususkan pada sektor perempuan, keluarga dan anak.

Saat ini, sudah lebih dari 1000 naskah ditulis mengenai saham, emiten, dan ekonomi makro lainnya.

Tercatat pula sebagai Wartawan Utama sejak 2022, melalui Uji Kompetensi Wartawan yang diinisiasi oleh Persatuan Wartawan Indonesia (PWI), dengan nomor 914-PWI/WU/DP/XII/2022/08/06/79