KABARBURSA.COM – Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG dinilai masih memiliki peluang besar untuk melanjutkan penguatan dan mencetak rekor tertinggi sepanjang masa dalam sepekan ke depan.
Momentum positif pasar saham domestik di awal 2026 ditopang oleh fenomena January Effect, berlanjutnya akumulasi investor asing, serta rilis sejumlah data ekonomi domestik yang berpotensi menjaga sentimen tetap kondusif.
Equity Analyst PT Indo Premier Sekuritas (IPOT), Hari Rachmansyah, menyampaikan bahwa kombinasi sentimen musiman dan aliran dana asing masih menjadi faktor utama penggerak IHSG pada periode 5 hingga 9 Januari 2026. Menurutnya, pasar masih berada dalam fase bullish yang relatif terjaga.
“IHSG masih berpotensi melanjutkan penguatan dengan dukungan January Effect dan berlanjutnya akumulasi investor asing,” kata Hari, Senin, 5 Januari 2026.
Secara teknikal, IPOT memproyeksikan pergerakan IHSG akan berada dalam rentang 8.725 hingga 8.780. Rentang ini mencerminkan momentum positif yang masih terjaga, meskipun ruang penguatan dinilai mulai lebih terbatas dibandingkan akhir tahun lalu.
“IHSG diperkirakan bergerak dalam range 8.725 sampai 8.780 seiring terjaganya momentum bullish,” ujar Hari.
Meski prospek pasar dinilai positif, Hari mengingatkan pelaku pasar untuk tetap mencermati potensi volatilitas jangka pendek. Kondisi pasar yang cenderung bullish tetap membuka peluang terjadinya aksi ambil untung, terutama pada saham-saham yang telah mencatatkan kenaikan signifikan.
“Manajemen risiko tetap perlu diperhatikan karena potensi profit taking masih terbuka,” tegasnya.
Merespons dinamika pasar tersebut, IPOT rekomendasi sejumlah saham masih memiliki potensi penguatan lanjutan. Saham PT Buana Lintas Lautan Tbk (BULL) direkomendasikan buy dengan area masuk di level 505, target harga 620, dan batas risiko di level 490.
Secara teknikal, saham ini masih berada dalam tren naik dan bergerak konsisten di atas rata-rata pergerakan jangka pendek hingga menengah, mencerminkan momentum beli yang masih terjaga.
Rekomendasi berikutnya adalah saham PT Bukit Uluwatu Villa Tbk (BUVA) dengan strategi buy pada level 1.500, target harga 1.830, dan stop loss di 1.400. IPOT menilai saham ini masih memiliki peluang melanjutkan tren naik, didukung oleh posisi harga yang bertahan di atas area EMA dan adanya akumulasi investor asing sekitar Rp32 miliar dalam sepekan terakhir.
IPOT juga merekomendasikan saham PT Impack Pratama Industri Tbk (IMPC) dengan area beli di 3.930, target harga 4.230, dan stop loss di 3.800. Saham ini dinilai masih menarik setelah berhasil menembus level all time high, dengan dukungan akumulasi investor asing sekitar Rp113 miliar pada pekan sebelumnya yang mencerminkan minat beli yang kuat.
Selain saham, IPOT turut merekomendasikan instrumen reksa dana saham berbasis ETF, yakni Premier ETF IDX High Dividend 20 (XIHD). ETF ini dinilai menarik karena portofolionya diisi oleh saham-saham berdividen tinggi yang relevan di tengah mulai meningkatnya pembagian dividen interim oleh sejumlah emiten.
Dengan karakter tersebut, XIHD dinilai dapat menjadi alternatif investasi yang relatif defensif namun tetap menawarkan peluang imbal hasil di tengah dinamika pasar saham.
Menurut dia, melalui kombinasi sentimen musiman, aliran dana asing, serta dukungan data ekonomi domestik, peluang penguatan IHSG dinilai masih terbuka. Namun, pelaku pasar tetap diimbau untuk selektif dalam memilih saham dan disiplin dalam mengelola risiko di tengah potensi volatilitas jangka pendek.(*)