KABARBURSA.COM - PT Jasa Marga (Persero) Tbk (JSMR) kembali melanjutkan pendanaan jangka panjang melalui skema obligasi berkelanjutan III dengan target penghimpunan dana mencapai Rp4 triliun.
Kini, emiten jalan tol tersebut akan menerbitkan dan menawarkan obligasi berkelanjutan III Jasa Marga tahap III tahun 2026 dengan jumlah pokok sebesar Rp2,06 triliun.
Manajemen Jasa Marga menyampaikan obligasi ini diterbitkan tanpa warkat, kecuali sertifikat jumbo obligasi yang akan diterbitkan oleh Perseroan atas nama PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), sebagai bukti utang untuk kepentingan pemegang obligasi.
"Obligasi ini ditawarkan dengan nilai 100 persen dari nilai pokok obligasi dan terdiri dari empat seri," tulis manajemen dalam keterbukaan informasi dikutip, Minggu, 22 Februari 2026.
Empat seri tersebut antara lain:
- Seri A:
Jumlah Obligasi Seri A yang ditawarkan adalah sebesar Rp281,82 miliar dengan bunga Obligasi sebesar 5,70 persen per tahun. Jangka waktu Obligasi adalah tiga tahun terhitung sejak Tanggal Emisi.
- Seri B:
Jumlah Obligasi Seri B yang ditawarkan adalah sebesar Rp718.17 miliar dengan bunga
obligasi 6,15 persen per tahun. Jangka waktu Obligasi adalah lima tahun terhitung sejak tanggal emisi.
- Seri C:
Jumlah obligasi seri C yang ditawarkan Rp300 miliar dengan bunga obligasi 6,50 persen per tahun. Jangka waktu obligasi adalah tujuh tahun terhitung sejak tanggal emisi.
- Seri D:
Jumlah obligasi seri D yang ditawarkan adalah sebesar Rp767,65 miliar dengan bunga obligasi sebesar 6,75 persen per tahun. Jangka waktu obligasi adalah 10 tahun terhitung sejak tanggal emisi.
Manajemen Jasa Marga mengatakan bunga obligasi dibayarkan setiap tiga bulan sejak tanggal emisi, sesuai dengan tanggal pembayaran masing-masing bunga obligasi. Pembayaran bunga obligasi pertama akan dilakukan pada tanggal 20 Mei 2026, sedangkan pembayaran bunga obligasi terakhir sekaligus jatuh tempo obligasi masing-masing.
"Tanggal 20 Februari 2029 untuk obligasi Seri A, 20 Februari 2031 untuk obligasi Seri B, tanggal 20 Februari 2033 untuk Obligasi Seri C, dan tanggal 20 Februari 2036 untuk Obligasi Seri D. Pelunasan Obligasi dilakukan secara penuh (bullet payment) pada saat jatuh tempo," tulis manajemen Jasa Marga.
Manajemen Jasa Marga menyampaikan rencana penggunaan dana hasil penawaran umum obligasi ini akan difokuskan sepenuhnya untuk penguatan permodalan pada sejumlah proyek jalan tol.
Sebesar Rp1,3 triliun akan digunakan untuk penyetoran modal kepada PT Jasamarga Kapel Selatan (JJS). Penyertaan ini dilakukan melalui peningkatan modal dalam bentuk kepemilikan sebanyak 1,3 juta lembar saham sesuai nilai nominal.
JJS sendiri merupakan afiliasi Jasa Marga yang menjalankan kegiatan usaha pengelolaan jalan tol Jakarta–Cikampek II Selatan dengan ruas Jatiasih–Cipularang–Sadang.
Sedangkan, dana selanjutnya akan dialokasikan untuk penyetoran modal kepada PT Jasamarga Jogja Bawen (JJB) melalui peningkatan modal sebanyak-banyaknya hingga 767.650 lembar saham sesuai nilai nominal. JJB merupakan entitas afiliasi yang bergerak dalam pengembangan proyek Jalan Tol Yogyakarta–Bawen.
Adapun Perseroan sebelumnya telah merealisasikan penerbitan obligasi berkelanjutan III Jasa Marga tahap I tahun 2024 jumlah pokok sebesar Rp932,35 miliar.
Selanjutnya pada tahun 2025, Jasa Marga kembali menerbitkan obligasi berkelanjutan III Tahap II dengan nilai pokok mencapai Rp1 triliun. (*)