Logo
>

Jual Saham, Kepemilikan Dirut GULA Jadi di Bawah Lima Persen

Andreas, yang sekaligus pemegang saham pengendali GULA melepas sebanyak 26,32 juta lembar saham.

Ditulis oleh Syahrianto
Jual Saham, Kepemilikan Dirut GULA Jadi di Bawah Lima Persen
Setelah penjualan, kepemilikannya menyusut menjadi 49.556.400 saham. (Foto: Dok. KabarBursa)

Poin Penting :

    KABARBURSA.COM – Kepemilikan saham Direktur Utama PT Aman Agrindo Tbk (GULA), Andreas Utomo, menjadi di bawah 5 persen usai aksi penjualan pada Selasa, 13 Januari 2026.

    Berdasarkan keterbukaan informasi, Andreas, yang sekaligus pemegang saham pengendali GULA melepas sebanyak 26,32 juta lembar saham.

    Transaksi penjualan tersebut dilaksanakan dengan harga Rp380 per saham.

    Dari aksi divestasi langsung itu, Andreas Utomo berhasil meraup dana segar senilai Rp10,00 miliar.

    Sebelum transaksi, Andreas tercatat memiliki 75.876.400 saham atau setara 7,09 persen dari total saham beredar. 

    Setelah penjualan, kepemilikannya menyusut menjadi 49.556.400 saham, yang merepresentasikan 4,63 persen kepemilikan.

    Dalam keterbukaan informasi disebutkan bahwa saham yang dilepas merupakan saham biasa dengan status kepemilikan langsung. 

    Meskipun porsi kepemilikan turun di bawah 5 persen, Andreas Utomo tetap tercatat sebagai pengendali perseroan.

    Perseroan sendiri bergerak di sektor konsumsi staples dengan kegiatan usaha utama meliputi perkebunan tebu, industri pengolahan gula, serta perdagangan gula pasir dan gula cair. (*)

    Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

    Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

    Gabung Sekarang

    Jurnalis

    Syahrianto

    Jurnalis ekonomi yang telah berkarier sejak 2019 dan memperoleh sertifikasi Wartawan Muda dari Dewan Pers pada 2021. Sejak 2024, mulai memfokuskan diri sebagai jurnalis pasar modal.

    Saat ini, bertanggung jawab atas rubrik "Market Hari Ini" di Kabarbursa.com, menyajikan laporan terkini, analisis berbasis data, serta insight tentang pergerakan pasar saham di Indonesia.

    Dengan lebih dari satu tahun secara khusus meliput dan menganalisis isu-isu pasar modal, secara konsisten menghasilkan tulisan premium (premium content) yang menawarkan perspektif kedua (second opinion) strategis bagi investor.

    Sebagai seorang jurnalis yang berkomitmen pada akurasi, transparansi, dan kualitas informasi, saya terus mengedepankan standar tinggi dalam jurnalisme ekonomi dan pasar modal.