Logo
>

Kalbe Farma (KLBF) Berencana Buyback Saham, Siapkan Dana Rp500 Miliar

Corporate Secretary Kalbe, Maria Teresa Fabiola mengatakan perkiraan nilai nominal saham yang akan dibeli kembali sebesar-sebesarnya Rp500 miliar

Ditulis oleh Hutama Prayoga
Kalbe Farma (KLBF) Berencana Buyback Saham, Siapkan Dana Rp500 Miliar
Gedung Kalbe Farma. (Foto: Dok. Kalbe Farma)

KABARBURSA.COM - Manajemen PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) menyampaikan jika perusahaan berencana melakukan pembelian kembali (buyback) saham yang dimulai pada 2 April hingga 2 Juli 2026.

Corporate Secretary Kalbe, Maria Teresa Fabiola mengatakan perkiraan nilai nominal saham yang akan dibeli kembali sebesar-sebesarnya Rp500 miliar.

"Biaya yang timbul dari pembelian kembali saham adalah biaya perantara pedagang efek dan biaya lain yang berkaitan dengan
buyback adalah sebanyak-banyaknya 0,1 persen dari jumlah nilai buyback," ujar dia dalam keterbukaan informasi, Rabu, 1 April 2026.

Maria menyebut Perseroan berencana menggunakan dana internal sebagai sumber pembiayaan buyback saham. Mereka memperkirakan, dampak penurunan pendapatan bunga adalah sekitar Rp5,9 miliar setelah selesainya periode Buyback.

"Perseroan berpendapat bahwa penurunan pendapatan bunga ini tidak berdampak material terhadap Perseroan," katanya.

Dengan mempertimbangkan penurunan penghasilan bunga dan jumlah saham beredar, kata Maria, Perseroan memperkirakan proforma
laba per saham jika buyback saat ini dilakukan seluruhnya adalah sebesar Rp81,19 dibandingkan laba per saham yang dibukukan periode tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2025 sebesar Rp80,51.

"Perseroan akan melaksanakan Buyback dengan harga yang dianggap wajar oleh Perseroan sesuai dengan ketentuan POJK No. 13/2023, POJK No. 29/2023," kata ungkap Maria.

Maria berharap aksi buyback saham ini bisa memberikan keyakinan kepada investor atas nilai saham Perseroan secara fundamental. Pembelian kembali atas saham Perseroan juga memberikan fleksibilitas bagi Perseroan dalam mengelola modal jangka panjang.

"Di mana saham treasuri dapat dialihkan di masa mendatang dengan nilai optimal untuk meningkatkan nilai bagi pemegang saham," pungkasnya.

Kinerja Keuangan Kalbe 2025

Adapun Kalbe mencatat kinerja keuangan yang positif sepanjang 2025. Merujuk laporan keuangan yang dipublikasikan, perusahan membukukan pendapatan Rp35,32 triliun, naik dari Rp32,62 triliun pada tahun 2024Saham & Obligasi

Pertumbuhan tersebut ikut mendorong laba bruto Kalbe meningkat menjadi Rp14,05 triliun, dari sebelumnya Rp12,95 triliun. Adapun emiten yang bergerak di sektor kesehatan ini memiliki beban pokok penjualan tercatat Rp21,26 triliun.

Sementara itu, laba bersih Kalbe pada 2025 teecatat sebesar Rp3,66 triliun, atau naik dibandingkan tahun sebelumnya yang sebanyak Rp3,24 triliun.

Kenaikan tersebut selaras dengan pertumbuhan laba sebelum pajak yang mencapai Rp4,77 triliun.  Namun, Kalbe masih menghadapi tekanan kenaikan beban penjualan yang mencapai Rp7,34 triliun.

Sementara itu, total aset Kalbe hingga akhir 2025 sebesar Rp30,69 triliun, meningkat dari Rp29,42 triliun pada 2024. Kenaikan ini terutama ditopang oleh pertumbuhan aset lancar yang mencapai Rp18,50 triliun, naik dari Rp17,18 triliun, dengan kontribusi utama berasal dari peningkatan piutang usaha pihak ketiga menjadi Rp5,58 triliun serta persediaan yang naik menjadi Rp6,98 triliun.

Dari sisi likuiditas, kas dan setara kas tercatat sebesar Rp4,33 triliun, meski turun dibandingkan Rp4,72 triliun pada tahun sebelumnya. Sedangkan, aset tetap relatif stabil di kisaran Rp8,33 triliun. (*)

 

Disclaimer:
Berita atau informasi yang Anda baca membahas emiten atau saham tertentu berdasarkan data yang tersedia dari keterbukaan informasi PT Bursa Efek Indonesia dan sumber lain yang dapat dipercaya. Konten ini tidak dimaksudkan sebagai ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu. Selalu lakukan riset mandiri dan konsultasikan keputusan investasi Anda dengan penasihat keuangan profesional. Pastikan Anda memahami risiko dari setiap keputusan investasi yang diambil.

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Jurnalis

Hutama Prayoga

Hutama Prayoga telah meniti karier di dunia jurnalistik sejak 2019. Pada 2024, pria yang akrab disapa Yoga ini mulai fokus di desk ekonomi dan kini bertanggung jawab dalam peliputan berita seputar pasar modal.

Sebagai jurnalis, Yoga berkomitmen untuk menyajikan berita akurat, berimbang, dan berbasis data yang dihimpun dengan cermat. Prinsip jurnalistik yang dipegang memastikan bahwa setiap informasi yang disajikan tidak hanya faktual tetapi juga relevan bagi pembaca.