KABARBURSA.COM - Bank Indonesia (BI) mencatat ketahanan keyakinan konsumen terhadap lanskap ekonomi nasional masih terjaga solid pada Desember 2025. Temuan tersebut tercermin dalam Survei Konsumen Bank Indonesia yang menunjukkan optimisme publik belum surut memasuki penutup tahun.
Indikator utama, yakni Indeks Keyakinan Konsumen (IKK), bertengger di zona optimistis dengan capaian 123,5. Angka ini menegaskan bahwa persepsi masyarakat terhadap kondisi ekonomi berada jauh di atas ambang netral 100.
Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI, Ramdan Denny Prakoso, menyampaikan bahwa kekokohan keyakinan konsumen tersebut ditopang oleh dua pilar utama: Indeks Kondisi Ekonomi Saat Ini (IKE) serta Indeks Ekspektasi Konsumen (IEK).
Secara rinci, IKE dan IEK tetap berada pada teritori optimis, masing-masing sebesar 111,4 dan 135,6. Kendati demikian, keduanya mengalami koreksi tipis dibandingkan bulan sebelumnya yang tercatat di level 111,5 dan 136,6. Penurunan ini dinilai marginal dan tidak menggerus sentimen positif secara keseluruhan.
Dalam konteks persepsi terhadap kondisi ekonomi terkini, BI menggarisbawahi bahwa daya tahan IKE bersumber dari penguatan Indeks Ketersediaan Lapangan Kerja (IKLK). Indeks tersebut naik ke level 106,5, melampaui capaian bulan sebelumnya sebesar 103,7, menandakan membaiknya peluang kerja di mata konsumen.
Sementara itu, Indeks Penghasilan Saat Ini (IPSI) dan Indeks Pembelian Barang Tahan Lama atau durable goods (IPDG) tetap berada dalam spektrum optimisme. Masing-masing tercatat sebesar 120,2 dan 107,6, mencerminkan daya beli serta kepercayaan terhadap stabilitas pendapatan yang masih terjaga.
Menilik ekspektasi enam bulan mendatang, BI menilai kekuatan IEK Desember 2025 terutama didorong oleh Indeks Ekspektasi Penghasilan (IEP) yang mencapai 140,8. Angka ini sedikit lebih tinggi dibandingkan periode sebelumnya sebesar 140,6, mengindikasikan harapan peningkatan pendapatan yang tetap membumbung.
Adapun Indeks Ekspektasi Ketersediaan Lapangan Kerja (IEKLK) dan Indeks Ekspektasi Kegiatan Usaha (IEKU) sama-sama berada di zona optimistis, masing-masing di level 135,1 dan 130,8. Meski demikian, keduanya mengalami penurunan ringan dibandingkan periode sebelumnya yang tercatat 135,3 dan 133,8.
Survei yang sama turut merekam perilaku pengelolaan pendapatan rumah tangga. Rata-rata proporsi pendapatan untuk konsumsi (average propensity to consume ratio) pada Desember 2025 tercatat sebesar 74,3 persen. Sementara itu, rasio pembayaran cicilan atau utang terhadap pendapatan (debt to income ratio) berada di level 10,8 persen. Keduanya mengalami penurunan tipis dibandingkan bulan sebelumnya.
Di sisi lain, kecenderungan menabung menunjukkan geliat positif. Proporsi pendapatan yang disisihkan sebagai simpanan (saving to income ratio) meningkat menjadi 14,9 persen, sedikit lebih tinggi dibandingkan periode sebelumnya, menandakan kehati-hatian finansial konsumen yang kian menguat.(*)