KABARBURSA.COM – PT Bank Jago Tbk (ARTO) mencatat pertumbuhan kinerja bisnis sepanjang 2025 seiring peningkatan jumlah nasabah, penghimpunan dana pihak ketiga (DPK), serta penyaluran kredit. Bank berbasis layanan keuangan digital ini menyampaikan bahwa ekspansi bisnis tersebut berjalan seiring pengembangan produk dan kolaborasi dengan berbagai mitra dalam ekosistem digital.
Hingga akhir 2025, jumlah nasabah Bank Jago tercatat mencapai 18,2 juta orang. Angka ini meningkat hampir 3 juta dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang tercatat sebanyak 15,3 juta nasabah.
Dari total nasabah tersebut, sekitar 14,2 juta merupakan nasabah funding yang menggunakan Aplikasi Jago dan layanan Jago Syariah. Peningkatan jumlah pengguna aplikasi menjadi salah satu faktor yang memengaruhi pertumbuhan basis nasabah perusahaan.
Direktur Utama Bank Jago, Arief Harris, menyampaikan bahwa peningkatan jumlah nasabah juga berkorelasi dengan pertumbuhan dana yang dihimpun dari masyarakat.
“Kami melihat hubungan yang kuat antara pertumbuhan nasabah dan peningkatan DPK. Ini mencerminkan nasabah semakin banyak dan percaya untuk memanfaatkan produk dan layanan Bank Jago sebagai bagian dari pengelolaan keuangan mereka,” ujar Arief dalam keterangan resmi Kamis, 12 Maret 2026.
Seiring pertumbuhan nasabah tersebut, penghimpunan dana pihak ketiga juga meningkat. Hingga akhir Desember 2025, total DPK Bank Jago tercatat sebesar Rp25,9 triliun, meningkat sekitar 38 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp18,8 triliun.
Selain dari sisi pendanaan, aktivitas penyaluran kredit juga mengalami peningkatan. Hingga akhir 2025, total kredit yang disalurkan Bank Jago mencapai Rp24,3 triliun. Angka ini meningkat sekitar 38 persen dibandingkan posisi tahun sebelumnya yang sebesar Rp17,7 triliun.
Pertumbuhan penyaluran kredit tersebut antara lain didorong oleh kerja sama Bank Jago dengan berbagai mitra strategis, mulai dari platform digital, perusahaan pembiayaan, hingga lembaga keuangan lainnya yang menjadi bagian dari ekosistem bisnis bank.
Di samping kerja sama dengan mitra, perusahaan juga mengembangkan penyaluran kredit langsung kepada nasabah melalui layanan berbasis aplikasi yang disebut Jago Dana Cepat. Layanan ini dirancang untuk memberikan akses pembiayaan langsung kepada nasabah dengan pendekatan pembiayaan yang bertanggung jawab.
Seiring pertumbuhan kredit, kualitas pembiayaan bank juga tercatat relatif terjaga. Rasio kredit bermasalah atau non-performing loan (NPL) gross Bank Jago berada di level 0,6 persen pada akhir 2025. Angka tersebut berada di bawah rata-rata rasio kredit bermasalah industri perbankan nasional.
Ekspansi bisnis tersebut turut mendorong peningkatan aset perusahaan. Total aset Bank Jago pada akhir Desember 2025 tercatat sebesar Rp36,5 triliun, meningkat sekitar 28 persen dibandingkan posisi aset pada 2024 yang sebesar Rp28,5 triliun.
Dari sisi profitabilitas, Bank Jago mencatat laba bersih setelah pajak atau net profit after tax sebesar Rp276 miliar pada 2025. Realisasi tersebut meningkat dibandingkan laba bersih tahun sebelumnya yang sebesar Rp129 miliar.
Beberapa rasio keuangan bank juga menunjukkan posisi yang relatif stabil. Rasio kredit terhadap simpanan atau loan-to-deposit ratio tercatat berada pada level 94 persen, sementara rasio kecukupan modal atau capital adequacy ratio mencapai 31,6 persen pada akhir 2025.
Sepanjang tahun lalu, Bank Jago juga melakukan pengembangan pada Aplikasi Jago yang menjadi platform utama layanan perbankan digital perusahaan. Aplikasi tersebut memiliki fitur pengelolaan keuangan berbasis sistem personalisasi yang memungkinkan nasabah mengatur dana melalui fitur Kantong atau pockets.
Perusahaan juga menambahkan sejumlah fitur baru, termasuk Kantong Valas yang memungkinkan nasabah menyimpan dan melakukan transaksi dalam mata uang asing. Selain itu, Bank Jago menghadirkan Kartu Digital Pro yang ditujukan untuk mendukung kebutuhan transaksi pelaku usaha individu.
Arief Harris mengatakan perusahaan akan terus melanjutkan pengembangan layanan serta kerja sama dengan berbagai mitra untuk memperluas jangkauan layanan keuangan digital.
“Kami mengapresiasi seluruh nasabah, mitra, dan stakeholders Bank Jago lainnya atas kepercayaan dan kolaborasi selama ini. Pencapaian 2025 terus memotivasi kami untuk berinovasi dan berkolaborasi dalam menyediakan produk dan layanan keuangan yang dapat meningkatkan kehidupan jutaan nasabah di Indonesia,” ujar Arief.
Dari sisi perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia, saham PT Bank Jago Tbk diperdagangkan pada kisaran harga Rp1.480 per saham. Dalam satu bulan terakhir, saham berkode ARTO tersebut tercatat mengalami penurunan sekitar 250 poin atau 14,45 persen. Pergerakan harga saham ARTO dalam periode tersebut berada pada rentang sekitar Rp1.300 hingga Rp1.730 per saham. Bank Jago merupakan emiten sektor perbankan yang dikenal dengan model bisnis berbasis layanan keuangan digital dan sering menjadi salah satu saham yang aktif diperdagangkan di pasar.(*)
Berita atau informasi yang Anda baca membahas emiten atau saham tertentu berdasarkan data yang tersedia dari keterbukaan informasi PT Bursa Efek Indonesia dan sumber lain yang dapat dipercaya. Konten ini tidak dimaksudkan sebagai ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu. Selalu lakukan riset mandiri dan konsultasikan keputusan investasi Anda dengan penasihat keuangan profesional. Pastikan Anda memahami risiko dari setiap keputusan investasi yang diambil.