Logo
>

Komisaris Guyur ULTJ, Beli Saham Lagi di Harga ini

Aksi beli komisaris menambah porsi kepemilikan di tengah tekanan harga ULTJ, yang turun ke 1.460 meski transaksi berlangsung di area 1.440–1.450, memunculkan sinyal menarik antara insider buying dan respons pasar.

Ditulis oleh Yunila Wati
Komisaris Guyur ULTJ, Beli Saham Lagi di Harga ini
Produk-produk ULTJ. Foto: Dok Ultrajaya Milk Industry.

Poin Penting :

    KABARBURSA.COM – Komisari PT Ultrajaya Milk Industry & Trading Company Tbk (ULTJ) Suhendra Prawira Widjaja, memborong saham ULTJ secara bertahap dalam beberapa hari terakhir. Aksinya dilakukan ada 8 dan 9 Januari 2026, yang secara otomatis memperbesar kepemilikan sahamnya di ULTJ.

    Mengutip keterbukaan informasi BEI, Rabu, 14 Januari 2026, di tanggal tersebut Suhendra melakukan pembelian di harga yang bervariasi, yaitu antara Rp1.440 hingga Rp1.450 per lembar saham. Jika diakumulasikan, total saham yang diborong mencapai lebih dari 1,5 juta lembar, yang terdiri dari klasifikasi saham biasa dan saham dengan hak suara multiple.

    “Sesuai dengan Pasal 2 Ayat 1 Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor POJK 4/2024 tentang Laporan kepemilikan atau Perubahan Kepemilikan Saham Perusahaan Terbuka dan Aktivitas Menjaminkan Saham Perusahaan Terbuka, melaporkan saya telah memiliki saham perusahaan terbuka dengan rincian sebagai berikut,” dikutip dari keterbukaan informasi.

    Aksi ini otomatis menambah persentase kepemilikannya, dari semula 1,29 persen menjadi 1,31 persen. Jumlah kepemilikan akhir menjadi 135.737.560 lembar saham.

    Namun, bertambahnya kepemilikan saham ini tidak lantas membuat Suhendra menjadi pemegang saham pengendali perusahaan.

    Sebelumnya, Suhendra juga tercatat melakukan pembelian saham Perseroan. Mengutip keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI) hari ini, transaksi tersebut dilakukan pada 30 Desember 2025. Adapun disampaikan, aksi transaksi ini bertujuan untuk bisnis.

    Dalam keterangan tersebut, Suhendra membeli sebanyak 550.400 saham ULTJ dengan harga transaksi Rp1.440. Transaksi dilakukan secara langsung dan tidak terkait dengan skema repurchase agreement.

    Setelah transaksi itu, jumlah kepemilikan saham Suhendra meningkat menjadi 126.601.460 saham, dari sebelumnya 126.051.060 saham. Dengan demikian, porsi kepemilikan saham ia di Ultrajaya Milk Industry naik dari 1,21 persen menjadi 1,22 persen.

    Saham Anjlok Dua Persen

    Sementara itu, menutup perdagangan hari ini, harga saham ULTJ anjlok 2,34 persen atau setara dengan 35 poin dan berada di level 1.460, lebih rendah dibandingkan penutupan sebelumnya di 1.495.

    Harga dibuka di level 1.505 dan sempat menyentuh level atas di 1.515, serta level bawah di 1.455, sebelum akhirnya berada di posisi saat ini.

    Pada perdagangan hari ini, saham ULTJ diperdagangkan sebanyak 50.550 lot dengan nilai transaksi mencapai Rp7,5 miliar, dengan rata-rata harga transaksi berada di level 1.475.

    Jika dilihat perdagangannya ke belakang, dalam waktu satu bulan ini saham ULTJ telah tergerus sebesar 0,68 persen. Namun secara year to date, ULTJ masih berada di zona hijau dengan kenaikan mencapai 1,39 persen.(*)

    Disclaimer:
    Berita atau informasi yang Anda baca membahas emiten atau saham tertentu berdasarkan data yang tersedia dari keterbukaan informasi PT Bursa Efek Indonesia dan sumber lain yang dapat dipercaya. Konten ini tidak dimaksudkan sebagai ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu. Selalu lakukan riset mandiri dan konsultasikan keputusan investasi Anda dengan penasihat keuangan profesional. Pastikan Anda memahami risiko dari setiap keputusan investasi yang diambil.

    Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

    Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

    Gabung Sekarang

    Jurnalis

    Yunila Wati

    Telah berkarier sebagai jurnalis sejak 2002 dan telah aktif menulis tentang politik, olahraga, hiburan, serta makro ekonomi. Berkarier lebih dari satu dekade di dunia jurnalistik dengan beragam media, mulai dari media umum hingga media yang mengkhususkan pada sektor perempuan, keluarga dan anak.

    Saat ini, sudah lebih dari 1000 naskah ditulis mengenai saham, emiten, dan ekonomi makro lainnya.

    Tercatat pula sebagai Wartawan Utama sejak 2022, melalui Uji Kompetensi Wartawan yang diinisiasi oleh Persatuan Wartawan Indonesia (PWI), dengan nomor 914-PWI/WU/DP/XII/2022/08/06/79