KABARBURSA.COM - Komisaris Utama PT Hetzer Medical Indonesia Tbk (MEDS), Jemmy Kurniawan terpantau mengurangi kepemilikan saham MEDS usai melakukan serangkaian penjualan pada 23 Desember 2025.
Mengutip data keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia, penjualan saham MEDS dilakukan sebanyak delapan kali teransaksi di hari yang sama.
Rincian transaksi menunjukkan penjualan terbesar masing-masing mencapai 3,2 juta saham di harga Rp88 dan 3,0 juta saham di harga Rp85.
Selain itu, terdapat transaksi lain dengan volume 2,8 juta saham, 2,5 juta saham (beberapa kali), serta 730 ribu saham.
Akibat transaksi ini, jumlah kepemilikan saham Jemmy di PT Hetzer Medical Indonesia Tbk turun dari 1.013.230.000 menjadi 994.000.000. Seiring dengan itu, porsi hak suara juga berkurang dari 64,85 persen menjadi 63,62 persen.
Akibat transaksi tersebut, jumlah kepemilikan saham Jemmy Kurniawan di MEDS turun dari 1.013.230.000 saham menjadi 994.000.000 saham. Seiring dengan itu, porsi hak suara juga berkurang dari 64,85 persen menjadi 63,62 persen.
Meski terjadi penurunan kepemilikan, manajemen dalam laporan tersebut manyampaikan status Jemmy masih sebagai pengendali dan akan mempertahankan pengendalian.
Adapun pada sesi I perdagangan hari ini, Senin, 29 Desember 2025, saham MEDS terkoreksi sebesar 1,35 persen ke level Rp73.
Dalam rentang waktu mingguan, saham MEDS justru masih mencatatkan penguatan. Sepanjang satu pekan, saham ini naik 5,80 persen meskipun dalam satu bulan terkoreksi cukup dalam 21,51 persen.
Sementara dalam tiga bulan terakhir, saham MEDS menguat 21,67 persen. Sedangkan dalam jangka enam bulan tercatat melonjak 46,00 persen.
Penguatan tersebut juga tercermin pada kinerja year to date (YTD) yang masih berada di level plus 46,00 persen, sejalan dengan performa satu tahun yang sama-sama mencatatkan kenaikan 46,00 persen. (*)
Berita atau informasi yang Anda baca membahas emiten atau saham tertentu berdasarkan data yang tersedia dari keterbukaan informasi PT Bursa Efek Indonesia dan sumber lain yang dapat dipercaya. Konten ini tidak dimaksudkan sebagai ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu. Selalu lakukan riset mandiri dan konsultasikan keputusan investasi Anda dengan penasihat keuangan profesional. Pastikan Anda memahami risiko dari setiap keputusan investasi yang diambil.