Logo
>

Konflik Global Ancam Target Kontrak WTON, Realisasi Baru Rp1 Triliun

WTON menahan target kontrak 2026 dan lebih selektif memilih proyek akibat risiko geopolitik, gangguan pasok, dan ketidakpastian pembayaran.

Ditulis oleh Desty Luthfiani
Konflik Global Ancam Target Kontrak WTON, Realisasi Baru Rp1 Triliun
Ilustrasi realisasi kontrak baru WTON baru Rp1 triliun. Foto: dok KabarBursa.com.

KABARBURSA.COM – PT Wijaya Karya Beton Tbk (WTON) mengakui target perolehan kontrak tahun 2026 berpotensi tertekan seiring peningkatan ketegangan geopolitik.

Perseroan sebelumnya membidik kontrak baru di kisaran Rp5 triliun hingga Rp6 triliun, namun realisasi hingga awal tahun masih terbatas.

Direktur Utama WIKA Beton, Kuntjara, mengungkapkan bahwa sebelum situasi global memanas, perusahaan telah memasang target agresif untuk tahun ini. Namun, dinamika yang terjadi membuat perusahaan lebih berhati-hati dalam mengamankan proyek.

“Target udah sebelum perang sih lumayan besar kami, sekitar di atas 5 triliun lah. Di atas Rp5 triliun, tapi belum sampai Rp6 sih,” ujar Kuntjara di Jakarta, dikutip Rabu, 8 April 2026.

Meski demikian, hingga Maret 2026 capaian kontrak baru WTON masih berada di kisaran Rp1 triliun, mencerminkan perlambatan realisasi di tengah ketidakpastian global. “Maret kemarin itu kami sudah hampir satu triliun,” katanya.

Kuntjara menjelaskan bahwa eskalasi konflik global berpotensi memengaruhi keberlangsungan proyek, terutama dari sisi risiko penghentian proyek, gangguan rantai pasok, serta ketidakpastian pembayaran dari pihak pemberi kerja.

“Tapi saya selalu berpikir risiko. Risiko terlalu gede. Belum lagi kalau misalnya proyeknya tiba-tiba berhenti,” ujarnya.

Menurutnya, kondisi ini membuat WTON lebih selektif dalam memilih proyek, terutama yang memiliki skema pembayaran yang jelas dan aman.

Perusahaan kini tidak hanya mengejar nilai kontrak, tetapi juga mempertimbangkan aspek keberlanjutan proyek di tengah situasi global yang tidak stabil.

“Kami selektif juga sekarang. Kalau proyeknya besar, tapi cara bayarnya tidak aman, kita menjaga dengan hati-hati,” kata Kuntjara.

Di tengah tekanan tersebut, WTON tetap berupaya menjaga kinerja dengan mengandalkan carry over proyek tahun sebelumnya, serta memperkuat efisiensi operasional melalui transformasi internal.

Langkah ini dinilai penting untuk menjaga stabilitas pendapatan perseroan di tengah bayang-bayang konflik global yang berpotensi menekan sektor infrastruktur dan konstruksi secara keseluruhan.(*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Jurnalis

Desty Luthfiani

Desty Luthfiani seorang jurnalis muda yang bergabung dengan KabarBursa.com sejak Desember 2024 lalu. Perempuan yang akrab dengan sapaan Desty ini sudah berkecimpung di dunia jurnalistik cukup lama. Dimulai sejak mengenyam pendidikan di salah satu Universitas negeri di Surakarta dengan fokus komunikasi jurnalistik. Perempuan asal Jawa Tengah dulu juga aktif dalam kegiatan organisasi teater kampus, radio kampus dan pers mahasiswa jurusan. Selain itu dia juga sempat mendirikan komunitas peduli budaya dengan konten-konten kebudayaan bernama "Mata Budaya". 

Karir jurnalisnya dimulai saat Desty menjalani magang pendidikan di Times Indonesia biro Yogyakarta pada 2019-2020. Kemudian dilanjutkan magang pendidikan lagi di media lokal Solopos pada 2020. Dilanjutkan bekerja di beberapa media maenstream yang terverifikasi dewan pers.

Ia pernah ditempatkan di desk hukum kriminal, ekonomi dan nasional politik. Sekarang fokus penulisan di KabarBursa.com mengulas informasi seputar ekonomi dan pasar modal.

Motivasi yang diilhami Desty yakni "do anything what i want artinya melakukan segala sesuatu yang disuka. Melakukan segala sesuatu semaksimal mungkin, berpegang teguh pada kebenaran dan menjadi bermanfaat untuk Republik".