Logo
>

Konsorsium Petrosea (PTRO) Raih Proyek Pengembangan Gas dan LNG, Kontrak Capai Rp989 Miliar

Manajemen Petrosea menyampaikan jika proyek tersebut merupakan salah satu proyek pengembangan gas dan LNG strategis di Indonesia

Ditulis oleh Hutama Prayoga
Konsorsium Petrosea (PTRO) Raih Proyek Pengembangan Gas dan LNG, Kontrak Capai Rp989 Miliar
PTRO melalui konsorsium Petrosea-ETI-Nindya mengumumkan telah menandatangani kontrak Onshore LNG Perimeter Construction Works (Foto: Dok. Petrosea)

KABARBURSA.COM - PT Petrosea Tbk (PTRO) melalui konsorsium Petrosea-ETI-Nindya mengumumkan telah menandatangani kontrak Onshore LNG Perimeter Construction Works dengan INPEX Masela LTD untuk proyek yang berlokasi di Lapangan Abadi, Blok Masela, Kepulauan Tanimbar, Maluku.

Perlu diketahui, Petrosea-ETI-Nindya dibentuk oleh Petrosea bersama dengan PT Enviromate Technology International dan PT Nindya Karya (Persero).

Dalam keteragannya, manajemen Petrosea menyampaikan jika proyek tersebut merupakan salah satu proyek pengembangan gas dan LNG strategis di Indonesia yang berperan dalam mendukung ketahanan energi nasional.

"Estimasi nilai kontrak adalah sekitar Rp989 miliar dengan estimasi jangka waktu kontrak selama 36 bulan," tulis manajemen dalam keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia, Kamis, 26 Maret 2026.

Porsi partisipasi Petrosea dalam konsorsium tersebut adalah sebesar 36 persen. Adapun, ruang lingkung pekerjaan proyek ini mencakup di antaranya pembangunan pagar perimeter dan public expansion road, pembangunan jalan pengalihan dan relokasi jaringan listrik eksisting, serta opsi pembangunan pioneering jetty dan mini Intensive Vital Care Unit (IVCU).

Sebelumnya, Petrosea juga telah melaksanakan aksi korporasi setelah resmi mengambil alih dua perusahaan kepelabuhan laut melalui entitas anak tidak langsung yakni PT Petrosindo Sinergi Alur (PSA) dan PT Petrosindo Sinergi Samudera (PSS) pada Februari 2026.

Anto Broto, Sekretaris Perusahaan Petrosea menyampaikan pada tanggal 24 Februari 2026, Petrosea melalui PSA telah menandatangani perjanjian pembelian 55 persen saham PT Vista Maritim Asia (VMA).

"Masing-masing sebesar 50 persen dari Lius Kastomo dan 5 persen dari Jalu Yogo Santoso, dari seluruh modal ditempatkan dan disetor VMA," ujar dia dalam keterangannya di keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia, Rabu, 25 Februari 2026.

Perlu diketahui, VMA bergerak dalam bidang aktivitas pelayanan kepelabuhanan laut. Pengambilalihan saham ini akan memperkuat sinergi operasional melalui integrasi rantai nilai pit-to-port guna mendukung ekspansi usaha Perseroan. Adapun total nilai pembelian saham tersebut sebesar Rp550 juta.

Anto menegaskan transaksi pengambilalihan saham VMA akan memberikan dampak positif terhadap peningkatan kinerja operasional Perseroan.

"Selain itu, transaksi ini merupakan bagian dari strategi pengembangan operasional Perseroan untuk meningkatkan sinergi antar entitas dalam Perseroan," ungkapnya.

Di waktu yang sama, entitas anak Petrosea lainnya yakni PSS juga elah menandatangani perjanjian pembelian 55 persen saham PT Nusantara Arung Samudera (NAS). Transaksi ini masing-masing sebesar 45 persen dari Karen Nathani dan 10 persen dari Maifian Juni Candra, dari seluruh modal ditempatkan dan disetor NAS.

Anto menyebut NAS juga bergerak dalam bidang aktivitas pelayanan kepelabuhanan laut. Ia bilang, total nilai pembelian saham tersebut adalah sebesar Rp550 juta.

"Transaksi pengambilalihan saham NAS akan memberikan dampak positif terhadap peningkatan kinerja operasional Perseroan," pungkasnya. (*)

Disclaimer:
Berita atau informasi yang Anda baca membahas emiten atau saham tertentu berdasarkan data yang tersedia dari keterbukaan informasi PT Bursa Efek Indonesia dan sumber lain yang dapat dipercaya. Konten ini tidak dimaksudkan sebagai ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu. Selalu lakukan riset mandiri dan konsultasikan keputusan investasi Anda dengan penasihat keuangan profesional. Pastikan Anda memahami risiko dari setiap keputusan investasi yang diambil.

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Jurnalis

Hutama Prayoga

Hutama Prayoga telah meniti karier di dunia jurnalistik sejak 2019. Pada 2024, pria yang akrab disapa Yoga ini mulai fokus di desk ekonomi dan kini bertanggung jawab dalam peliputan berita seputar pasar modal.

Sebagai jurnalis, Yoga berkomitmen untuk menyajikan berita akurat, berimbang, dan berbasis data yang dihimpun dengan cermat. Prinsip jurnalistik yang dipegang memastikan bahwa setiap informasi yang disajikan tidak hanya faktual tetapi juga relevan bagi pembaca.