Logo
>

Laba 2025 RELI Naik, Loyalitas Nasabah Jadi Penopang di Tengah Volatilitas Pasar

RELI mencatat laba 2025 naik 7,51 persen di tengah pasar fluktuatif, ditopang loyalitas dan aktivitas transaksi nasabah.

Ditulis oleh Moh. Alpin Pulungan
Laba 2025 RELI Naik, Loyalitas Nasabah Jadi Penopang di Tengah Volatilitas Pasar
Laba RELI naik 7,51 persen pada 2025 meski pasar fluktuatif, dengan kontribusi besar dari nasabah prioritas. Foto: Dok. RELI.

KABARBURSA.COM — Gejolak pasar keuangan sepanjang 2025 tidak sepenuhnya menekan kinerja industri sekuritas. Di tengah fluktuasi tersebut, PT Reliance Sekuritas Indonesia Tbk atau RELI justru mencatat pertumbuhan laba dan pendapatan karena ditopang aktivitas transaksi nasabah yang tetap terjaga.

Laporan keuangan audit penuh tahun 2025 menunjukkan laba tahun berjalan perseroan naik 7,51 persen menjadi Rp22,91 miliar, dari sebelumnya Rp21,31 miliar. Kenaikan ini berjalan seiring dengan lonjakan pendapatan usaha yang tumbuh lebih agresif.

Sepanjang 2025, pendapatan usaha meningkat 29,81 persen menjadi Rp58,80 miliar, dari Rp45,29 miliar pada tahun sebelumnya. Pertumbuhan ini mencerminkan aktivitas transaksi yang tetap berlangsung meski pasar bergerak fluktuatif.

Kenaikan pendapatan terutama ditopang oleh aktivitas transaksi di bursa serta peningkatan penjualan produk investasi lain seperti reksa dana. Hal ini memberi sinyal bahwa pelaku pasar tetap aktif, sekaligus mulai melakukan diversifikasi instrumen.

Di sisi lain, nilai transaksi equity brokerage yang dihimpun perseroan mencapai Rp12,01 triliun, tumbuh 16,84 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Angka ini menunjukkan bahwa volume transaksi masih terjaga, bahkan di tengah ketidakpastian pasar.

Namun, di balik pertumbuhan tersebut, terdapat konsentrasi kontribusi yang cukup besar dari segmen tertentu. Nasabah yang tergabung dalam komunitas RELIPrioritas tercatat menyumbang 60,93 persen terhadap total transaksi equity.

Kondisi ini menunjukkan bahwa loyalitas dan aktivitas segmen nasabah prioritas menjadi penopang utama kinerja perseroan. Tidak hanya pada saham, segmen ini juga aktif dalam transaksi obligasi dan reksa dana.

Presiden Direktur Reliance Sekuritas Indonesia, Akhabani, menilai capaian ini sebagai hasil dari strategi menjaga hubungan dengan nasabah di tengah kondisi pasar yang tidak stabil.

“Pencapaian kami di 2025 mampu mengalami peningkatan dimana RELI sebagai Perusahaan Sekuritas sekaligus sebagai Emiten / Perusahaan Terbuka (Tbk) terus mengedepankan dan melakukan improvement dalam hal Tata Kelola Perusahaan yang baik (GCG) sehingga mampu menjaga komunikasi dan kepercayaan dari nasabah, terutama nasabah RELIPrioritas yang mempercayakan transaksinya melalui RELI baik offline maupun melalui aplikasi online trading, RELITrade,” kata Akhabani dalam keterangan tertulis yang diterima KabarBursa.com, Rabu, 1 April 2026.

Selain menjaga basis nasabah, perseroan juga mulai memperluas lini bisnisnya. RELI tidak lagi hanya mengandalkan transaksi saham, tetapi juga mendorong pengembangan produk investasi lain sebagai alternatif bagi nasabah.

“RELI juga tidak hanya menyajikan layanan equity sebagai sarana investasi nasabahnya namun, juga mengembangkan instrumen investasi lainnya sebagai investment alternative dan diversifikasi portofolio bagi para nasabahnya diantaranya DIRE, Obligasi, maupun Reksa Dana karena RELI juga merupakan Agen Penjual Efek Reksa Dana (APERD),” tutur Akhabani.

Langkah ini menjadi penting di tengah dinamika pasar yang semakin tidak pasti. Diversifikasi produk dinilai dapat menjaga keberlanjutan aktivitas transaksi sekaligus memperluas sumber pendapatan.

Secara keseluruhan, kinerja RELI sepanjang 2025 mencerminkan bahwa volatilitas pasar tidak selalu berujung pada penurunan kinerja. Dalam kondisi RELI ini, justru menjadi ruang bagi pelaku industri untuk mengandalkan basis nasabah, menjaga aktivitas transaksi, dan memperluas strategi bisnis.

Di pasar saham, pergerakan harga saham RELI menunjukkan stabilitas dalam satu bulan terakhir. Berdasarkan data Stockbit, harga saham bertahan di level Rp500 per lembar dengan pergerakan dalam rentang Rp486 hingga Rp525.

Stabilnya pergerakan ini mencerminkan konsolidasi yang sehat di tengah dinamika pasar yang masih fluktuatif. Kinerja fundamental yang menguat turut menjadi penopang, meski pelaku pasar cenderung mencermati arah lanjutan pertumbuhan perseroan.

Dari sisi valuasi, RELI diperdagangkan pada price to earnings ratio (PER) sekitar 39,28 kali. Level ini mencerminkan ekspektasi pasar terhadap prospek pertumbuhan bisnis ke depan, seiring strategi perseroan dalam memperluas layanan dan meningkatkan aktivitas transaksi nasabah.

Sementara itu, rasio price to book value berada di kisaran 1,70 kali, yang masih menunjukkan valuasi relatif moderat.

Di sisi lain, kapitalisasi pasar RELI tercatat sekitar Rp900 miliar dengan jumlah saham beredar 1,8 miliar lembar. Free float sebesar 14,35 persen memberikan ruang bagi pergerakan harga yang lebih dinamis seiring meningkatnya partisipasi investor.(*)

Disclaimer:
Berita atau informasi yang Anda baca membahas emiten atau saham tertentu berdasarkan data yang tersedia dari keterbukaan informasi PT Bursa Efek Indonesia dan sumber lain yang dapat dipercaya. Konten ini tidak dimaksudkan sebagai ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu. Selalu lakukan riset mandiri dan konsultasikan keputusan investasi Anda dengan penasihat keuangan profesional. Pastikan Anda memahami risiko dari setiap keputusan investasi yang diambil.

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Jurnalis

Moh. Alpin Pulungan

Asisten Redaktur KabarBursa.com. Jurnalis yang telah berkecimpung di dunia media sejak 2020. Pengalamannya mencakup peliputan isu-isu politik di DPR RI, dinamika hukum dan kriminal di Polda Metro Jaya, hingga kebijakan ekonomi di berbagai instansi pemerintah. Pernah bekerja di sejumlah media nasional dan turut terlibat dalam liputan khusus Ada TNI di Program Makan Bergizi Gratis Prabowo Subianto di Desk Ekonomi Majalah Tempo.

Lulusan Sarjana Hukum Universitas Pamulang. Memiliki minat mendalam pada isu Energi Baru Terbarukan dan aktif dalam diskusi komunitas saham Mikirduit. Selain itu, ia juga merupakan alumni Jurnalisme Sastrawi Yayasan Pantau (2022).