Logo
>

Laba Emiten PP (PTRO) Meledak di Tengah Harga Saham Terkoreksi 19,5 Persen

Kinerja operasional Petrosea melonjak tajam, tetapi tekanan beban dan arus dana asing membuat pergerakan saham masih tertahan sepanjang awal 2026.

Ditulis oleh Yunila Wati
Laba Emiten PP (PTRO) Meledak di Tengah Harga Saham Terkoreksi 19,5 Persen
Laba Petrosea memang meledak, namun tidak dibarengi dengan kinerja saham yang justru anjlok 19,5 persen hingga bulan keempat 2026. (Foto: dol PTRO)

KABARBURSA.COM – Laba PT Petrosea Tbk (PTRO) meledak di kuartal pertama 2026. Emiten Prajogo Pangestu (PP) ini mengalami lonjakan kinerja operasional yang tajam, di tengah harga saham yang terkoreksi hingga 19,5 persen di empat bulan pertama tahun ini.

Dalam catatan kinerjanya, di tiga bulan pertama, perusahaan mencatat pendapatan sebesar USD284,13 juta. Angka ini melesat 84,3 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, yaitu sebesar USD154,22 juta.

Kenaikan pendapatan ini mendorong laba bruto naik lebih tinggi, mencapai USD36,69 juta atau tumbuh 127,9 persen secara tahunan. 

Walau begitu, masih ada angka merah dalam catatan tersebut. Beban langsung dilaporkan membengkak sebesar 79,1 persen. Beban bunga dan keuangan ikut naik 89,9 persen menjadi USD17,31 juta. Akibatnya, laba sebelum pajak turun 48,7 persen menjadi USD1,71 juta.

Beban penjualan dan administrasi juga terkerek naik sebanyak 22,6 persen menjadi USD12,21 juta. Dan, pos lain-lain berbalik mencatat rugi USD3,82 juta, dari sebelumnya laba USD6,71 juta pada periode yang sama tahun lalu.

Kondisi tersebut membuat laba periode berjalan hanya naik terbatas menjadi USD1,08 juta.

Sementara itu, laba bersih yang diatribusikan ke pemilik entitas induk bertumbuh 50,5 persen dari USD920 ribu menjadi USD1,39 juta, tumbuh. Kenaikan ini menunjukkan adanya faktor non-operasional yang mempengaruhi distribusi laba, meski tekanan pada profitabilitas inti masih terlihat.

Aset Naik 1,4 Persen, Kas Bertumbuh

Dari sisi neraca, total aset PTRO tercatat sebesar USD1,61 miliar, naik 1,4 persen. Kas dan setara kas juga tumbuh 9,4 persen menjadi USD78,83 juta. Liabilitas mengikuti, meningkat 1,8 persen menjadi USD1,3 miliar.

Ekuitas sedikit terkoreksi, turun 0,3 persen menjadi USD306,56 juta. Di sini, ekspansi masih ditopang oleh peningkatan kewajiban.

Kinerja Saham Melempem

Beralih ke pergerakan saham. PTRO sepanjang kuartal pertama 2026 justru menunjukkan arah yang berbeda dibanding kinerja pendapatan. 

Pada awal Januari 2026, harga saham berada di level 7.050, sebelum turun ke 6.125 pada Februari dan kembali melemah ke 4.450 di Maret. Memasuki April, harga sempat pulih ke 5.675, tetapi secara kumulatif masih mencatat penurunan sekitar 19,5 persen dari awal tahun.

Dari sisi transaksi, total nilai perdagangan selama empat bulan pertama tahun ini mencapai sekitar Rp47,21 triliun, dengan volume kumulatif sekitar 69,22 juta saham dan frekuensi transaksi yang konsisten tinggi di setiap bulan. 

Pergerakan dana asing memperlihatkan pola yang berbalik arah dalam periode tersebut. Pada Januari, investor asing mencatat net buy sekitar Rp583,95 miliar, namun berbalik menjadi net sell Rp353,39 miliar di Februari. 

Maret sempat mencatat net buy tipis Rp13,93 miliar, sebelum kembali terjadi net sell Rp295,78 miliar di April. Sehingga secara kumulatif, asing mencatat net sell sekitar Rp51,29 miliar.

Aliran dana ini berjalan seiring dengan dinamika harga yang cenderung melemah sejak awal tahun, meskipun sempat terjadi pemulihan jangka pendek di April. Volume transaksi yang tetap tinggi di tengah tekanan harga menunjukkan adanya aktivitas distribusi dan akumulasi yang berlangsung bersamaan di pasar.

Secara keseluruhan, kinerja PTRO pada kuartal pertama 2026 mencerminkan ekspansi bisnis yang agresif dari sisi pendapatan, tetapi diikuti peningkatan beban yang signifikan. Di pasar saham, respons investor masih terlihat berhati-hati, dengan tekanan harga yang belum sepenuhnya pulih meski aktivitas perdagangan tetap ramai dan likuiditas terjaga.(*)

Disclaimer:
Berita atau informasi yang Anda baca membahas emiten atau saham tertentu berdasarkan data yang tersedia dari keterbukaan informasi PT Bursa Efek Indonesia dan sumber lain yang dapat dipercaya. Konten ini tidak dimaksudkan sebagai ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu. Selalu lakukan riset mandiri dan konsultasikan keputusan investasi Anda dengan penasihat keuangan profesional. Pastikan Anda memahami risiko dari setiap keputusan investasi yang diambil.

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Jurnalis

Yunila Wati

Telah berkarier sebagai jurnalis sejak 2002 dan telah aktif menulis tentang politik, olahraga, hiburan, serta makro ekonomi. Berkarier lebih dari satu dekade di dunia jurnalistik dengan beragam media, mulai dari media umum hingga media yang mengkhususkan pada sektor perempuan, keluarga dan anak.

Saat ini, sudah lebih dari 1000 naskah ditulis mengenai saham, emiten, dan ekonomi makro lainnya.

Tercatat pula sebagai Wartawan Utama sejak 2022, melalui Uji Kompetensi Wartawan yang diinisiasi oleh Persatuan Wartawan Indonesia (PWI), dengan nomor 914-PWI/WU/DP/XII/2022/08/06/79