KABARBURSA.COM - Di tengah tekanan yang sempat menyeret harga sahamnya turun ke 1.215, kinerja PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI) justru memperlihatkan akselerasi yang cukup terasa di awal 2026.
Kuartal pertama tahun ini dibuka dengan pendapatan sebesar Rp12,29 triliun, naik signifikan dibandingkan Rp9,30 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya. Lonjakan ini langsung terlihat dari laba kotor yang naik ke Rp4,87 triliun dari Rp4,08 triliun.
Pergerakan di level operasional juga ikut menguat. Laba usaha MAPI tercatat sebesar Rp1,05 triliun, meningkat dari Rp769 miliar pada kuartal I-2025. Pun dengan laba sebelum pajak yang naik ke Rp941 miliar dari Rp687 miliar.
Di level paling bawah, laba bersih yang dapat diatribusikan mencapai Rp762 miliar. Angka ini tumbuh dari Rp567 miliar. Pertumbuhan yang terjadi pada MAPI bukan hanya di sisi top line, tetapi juga mengalir hingga bottom line.
Laba Kuartalan Turun
Namun, jika dibandingkan dengan kuartal sebelumnya, ada dinamika yang sedikit berbeda. Laba bersih Q1 2026 tercatat lebih rendah dibanding Q4 2025 yang mencapai Rp1,01 triliun. Begitu pula dengan laba usaha yang turun dari Rp1,50 triliun.
Artinya, meski secara tahunan MAPI tumbuh kuat, tetapi secara kuartalan terdapat normalisasi setelah periode akhir tahun yang biasanya ditopang momentum belanja.
Dari sisi rasio, Return on Equity (ROE) berada di level 4,29 persen, naik dari 3,82 persen pada Q1 2025. Sementara, Return on Assets (ROA) tercatat sebesar 1,84 persen dari sebelumnya 1,51 persen. Di saat yang sama, interest coverage ratio berada di 6,75 kali. Catatan ini menunjukkan bahwa MAPI masih mampu memenuhi kewajiban bunga di tengah ekspansi bisnis yang sedang berjalan.
Rekomendasi Buy dan Target Harga
Kinerja ini berjalan beriringan dengan pandangan analis yang masih cenderung solid terhadap saham MAPI. Dari total 28 analis yang memantau, sebanyak 27 memberikan rekomendasi buy, hanya satu yang berada di posisi hold, dan tidak ada yang merekomendasikan sell.
Konsensus ini tercermin dalam target harga rata-rata di Rp1.608, dengan estimasi tertinggi Rp1.720 dan terendah Rp1.400. Sementara, posisi harga saat ini berada di Rp1.215.
Jika ditarik lebih panjang, proyeksi konsensus menunjukkan tren pertumbuhan yang berlanjut. Pendapatan diperkirakan naik dari Rp43,08 triliun pada 2025 menjadi Rp45,61 triliun di 2026 dan Rp50,12 triliun pada 2027.
Laba bersih juga diproyeksikan meningkat dari Rp2,23 triliun menjadi Rp2,27 triliun dan kemudian Rp2,63 triliun, dengan EPS yang terus bertumbuh dari 134,41 menjadi 160,78 dalam dua tahun ke depan.
Dengan kombinasi ini, MAPI berada dalam situasi yang cukup menarik. Di satu sisi, kinerja kuartal pertama menunjukkan pertumbuhan tahunan yang kuat dengan perbaikan di berbagai lini. Di sisi lain, harga saham justru berada di bawah rata-rata target analis, sementara konsensus masih menunjukkan dominasi rekomendasi beli.(*)
Berita atau informasi yang Anda baca membahas emiten atau saham tertentu berdasarkan data yang tersedia dari keterbukaan informasi PT Bursa Efek Indonesia dan sumber lain yang dapat dipercaya. Konten ini tidak dimaksudkan sebagai ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu. Selalu lakukan riset mandiri dan konsultasikan keputusan investasi Anda dengan penasihat keuangan profesional. Pastikan Anda memahami risiko dari setiap keputusan investasi yang diambil.