KABARBURSA.COM – PT Pantai Indah Kapuk Dua Tbk (PANI) mencatat kinerja keuangan yang kuat sepanjang 2025 dengan pertumbuhan laba bersih mencapai 83 persen secara tahunan.
Pertumbuhan tersebut terjadi seiring berkembangnya kawasan Pantai Indah Kapuk 2 (PIK2) sebagai kota pesisir modern dengan ekosistem residensial dan komersial yang semakin luas.
Presiden Direktur Pantai Indah Kapuk Dua, Sugianto Kusuma, mengatakan kinerja perusahaan pada 2025 mencerminkan semakin kuatnya fondasi pengembangan kawasan PIK2 sebagai kota mandiri modern.
“Sepanjang tahun 2025, PANI mencatat pertumbuhan kinerja yang solid dengan pendapatan mencapai Rp4,3 triliun dan laba bersih sebesar Rp1,1 triliun,” ujar Sugianto dalam keterangan resmi perusahaan, dikutip Minggu, 15 Maret 2026.
Sepanjang tahun buku 2025, PANI membukukan pendapatan sebesar Rp4,3 triliun, meningkat 52 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Sementara itu, laba bersih yang dapat diatribusikan kepada entitas induk mencapai Rp1,1 triliun, naik 83 persen secara tahunan.
Pertumbuhan kinerja tersebut juga diikuti oleh peningkatan profitabilitas. Perseroan mencatat margin laba kotor sebesar 60 persen, sedangkan margin laba bersih mencapai 27 persen.
Kinerja perusahaan didorong oleh meningkatnya aktivitas residensial dan komersial di kawasan PIK2. Pertumbuhan segmen residensial antara lain berasal dari serah terima sejumlah proyek hunian seperti Rumah Milenial, Permata Hijau Residences, Manhattan Residences, Pantai Bukit Villa, Bukit Nirmala, Pasir Putih Residences, dan Sapporo Residences.
Selain itu, kontribusi pendapatan juga berasal dari pengembangan produk komersial seperti SOHO Manhattan, SOHO Wallstreet, Bizpark PIK2, Rukan Milenial, Rukan Asia Afrika, dan Rukan Marina Bay yang mendukung aktivitas bisnis di kawasan tersebut.
Dari sisi neraca, perusahaan mempertahankan struktur keuangan yang relatif kuat. Per 31 Desember 2025, PANI mencatat kas dan setara kas sebesar Rp3,8 triliun, sementara pinjaman bank tercatat Rp550 miliar.
Total aset perusahaan tercatat mencapai Rp50 triliun, meningkat 9 persen dibandingkan tahun sebelumnya, terutama didorong oleh investasi properti terkait pembangunan Nusantara International Convention Exhibition (NICE).
Selain itu, perusahaan juga memiliki cadangan lahan seluas sekitar 1.838 hektare dengan nilai tercatat sekitar Rp37 triliun, yang menjadi basis pengembangan kawasan PIK2 dalam jangka panjang.
Sugianto menambahkan bahwa pengembangan berbagai proyek strategis, termasuk pembangunan fasilitas konvensi dan peningkatan konektivitas kawasan, akan semakin memperkuat aktivitas ekonomi di PIK2.
“Kehadiran Nusantara International Convention Exhibition (NICE) serta konektivitas kawasan yang semakin baik, termasuk akses menuju Bandara Soekarno Hatta melalui Tol KATARAJA, akan mempercepat pertumbuhan aktivitas bisnis, pariwisata, dan gaya hidup di kawasan ini,” ujarnya. (*)
Berita atau informasi yang Anda baca membahas emiten atau saham tertentu berdasarkan data yang tersedia dari keterbukaan informasi PT Bursa Efek Indonesia dan sumber lain yang dapat dipercaya. Konten ini tidak dimaksudkan sebagai ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu. Selalu lakukan riset mandiri dan konsultasikan keputusan investasi Anda dengan penasihat keuangan profesional. Pastikan Anda memahami risiko dari setiap keputusan investasi yang diambil.