Logo
>

Laba Q1-26 Elnusa (ELSA) Naik 1,6 Persen, Kas dan Neraca Tebal

Pendapatan melemah, tetapi laba tetap tumbuh dan arus kas melonjak tajam, saat Elnusa mulai mengandalkan efisiensi dan teknologi untuk menjaga kinerja tahun ini.

Ditulis oleh Yunila Wati
Laba Q1-26 Elnusa (ELSA) Naik 1,6 Persen, Kas dan Neraca Tebal
Meskipun laba Elnusa naik tipis, kas dan neraca mencatatkan kenaikan luar biasa, yaitu sebesar 267,5 persen. (Foto: dok ELSA)

KABARBURSA.COM – PT Elnusa Tbk (ELSA) membuka tahun 2026 dengan kinerja yang relatif stabil. Dalam laporan keuangan kuartal pertama 2026, ELSA mencatat laba bersih sebesar Rp189,55 miliar. Laba bersih ini naik tipis 1,6 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp186,65 miliar.

Namun, dalam laporan tersebut pendapatan menurun 3 persen menjadi Rp3,62 triliun dari Rp3,73 triliun. Meski demikian, perusahaan tetap mampu mencatatkan kenaikan laba per saham menjadi Rp25,97 dari sebelumnya Rp25,57. Di sini terlihat adanya efisiensi di level operasional dan keuangan.

Tekanan tidak hanya dari sisi pendapatan. Pada level operasional, tercatat ada penurunan laba bruto sebesar 7,2 persen menjadi Rp356 miliar dari Rp384 miliar. Penurunan ini berjalan searah dengan koreksi pendapatan, yang menunjukkan bahwa ada perlambatan aktivitas atau penyesuaian kontrak di lini bisnis utama.

Meskipun pendapatan dan operasional melemah, ruang perbaikan terlihat dari sisi pengendalian biaya. Beban umum dan administrasi turun cukup dalam sebesar 14,5 persen menjadi Rp130,42 miliar.

Beban keuangan juga terpangkas signifikan 46,1 persen menjadi Rp15,43 miliar. Penurunan beban ini menjadi faktor utama yang menjaga laba tetap tumbuh meskipun margin operasional tertekan.

Perbaikan tersebut mendorong laba sebelum pajak naik 3,4 persen menjadi Rp240,18 miliar dari Rp232,32 miliar. Namun, kenaikan beban pajak sebesar 10,9 persen menjadi Rp50,62 miliar menahan laju pertumbuhan laba bersih agar tetap terbatas.

Kas Tebal, Naik 267,5 Persen

Perubahan paling mencolok justru datang dari sisi arus kas. Arus kas dari aktivitas operasi melonjak tajam 267,5 persen menjadi Rp1,04 triliun dari Rp283,66 miliar pada periode yang sama tahun lalu. 

Lonjakan ini rupanya ditopang oleh penerimaan restitusi pajak sebesar Rp525,09 miliar serta peningkatan penerimaan dari pelanggan sebesar 15,6 persen menjadi Rp4,18 triliun.

Kondisi ini berdampak langsung pada posisi kas perusahaan. Kas dan setara kas meningkat 14,7 persen menjadi Rp3,40 triliun. Kenaikan memperkuat fleksibilitas likuiditas di tengah kebutuhan ekspansi dan operasional yang berkelanjutan.

Dari sisi neraca pun demikian. Total aset ELSA tercatat Rp11,02 triliun, naik tipis 0,5 persen dibandingkan akhir 2025. Ekuitas bahkan meningkat 3,6 persen menjadi Rp5,50 triliun, sementara liabilitas turun 2,3 persen menjadi Rp5,52 triliun.

Strategi 2026

Selanjutnya, di tahun ini ELSA mengusung strategi bertajuk “Rediscover Technology and Innovation Edge” sebagai fokus utama penguatan kinerja. Strategi ini diarahkan untuk meningkatkan efisiensi operasional sekaligus memperluas kapabilitas teknologi dalam mendukung layanan jasa energi.

Langkah operasional perusahaan juga diarahkan untuk mendukung target produksi migas nasional sebesar 1 juta barel per hari. Salah satu pendekatan yang digunakan adalah optimalisasi sumur tua melalui teknologi yang diklaim mampu meningkatkan produksi hingga 600 persen pada sumur idle.

Di sisi lain, perusahaan juga tetap menjaga komitmen terhadap aspek lingkungan. Setelah mencatat penurunan emisi sebesar 3.079 ton CO2e pada tahun sebelumnya, ELSA menargetkan penurunan lanjutan sebagai bagian dari strategi ESG yang terintegrasi dalam operasional.

Proyeksi Analis

Dari perspektif pasar, proyeksi analis menempatkan target harga saham ELSA di level Rp865 per saham dengan rekomendasi akumulasi beli. Selain itu, perusahaan juga dijadwalkan membagikan dividen sebesar Rp39,11 per saham dengan tanggal pembayaran pada 19 Juni 2026.

Kinerja tahun sebelumnya yang mencatat pendapatan Rp14,5 triliun atau tumbuh 8 persen secara tahunan menjadi dasar bagi upaya melanjutkan tren pertumbuhan di tahun ini. Dengan kombinasi efisiensi biaya, penguatan arus kas, dan strategi operasional berbasis teknologi, pergerakan kinerja ELSA pada 2026 menunjukkan fase konsolidasi dengan dorongan ekspansi yang tetap berjalan.(*)

Disclaimer:
Berita atau informasi yang Anda baca membahas emiten atau saham tertentu berdasarkan data yang tersedia dari keterbukaan informasi PT Bursa Efek Indonesia dan sumber lain yang dapat dipercaya. Konten ini tidak dimaksudkan sebagai ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu. Selalu lakukan riset mandiri dan konsultasikan keputusan investasi Anda dengan penasihat keuangan profesional. Pastikan Anda memahami risiko dari setiap keputusan investasi yang diambil.

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Jurnalis

Yunila Wati

Telah berkarier sebagai jurnalis sejak 2002 dan telah aktif menulis tentang politik, olahraga, hiburan, serta makro ekonomi. Berkarier lebih dari satu dekade di dunia jurnalistik dengan beragam media, mulai dari media umum hingga media yang mengkhususkan pada sektor perempuan, keluarga dan anak.

Saat ini, sudah lebih dari 1000 naskah ditulis mengenai saham, emiten, dan ekonomi makro lainnya.

Tercatat pula sebagai Wartawan Utama sejak 2022, melalui Uji Kompetensi Wartawan yang diinisiasi oleh Persatuan Wartawan Indonesia (PWI), dengan nomor 914-PWI/WU/DP/XII/2022/08/06/79