Logo
>

RUPST Perdana Superbank (SUPA) Usai IPO, Belum Bagi Dividen di 2026

Presiden Direktur Superbank, Tigor M. Siahaan, menyampaikan bahwa RUPST pertama ini menjadi fondasi penting bagi perusahaan sebagai entitas publik

Ditulis oleh Desty Luthfiani
RUPST Perdana Superbank (SUPA) Usai IPO, Belum Bagi Dividen di 2026
Jajaran direksi Superbank saat melakukan konferensi pers usai Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) di Soahana, Jakarta Selatan. (Foto: Desty Luthfiani/KabarBursa.com)

KABARBURSA.COM – PT Super Bank Indonesia Tbk atau Superbank (SUPA) menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) perdana sejak melantai di bursa pada Desember 2025.

Dalam konferensi pers usai RUPS, Presiden Direktur Superbank, Tigor M. Siahaan, menyampaikan bahwa RUPST pertama ini menjadi fondasi penting bagi perusahaan sebagai entitas publik.

“RUPST pertama kami sebagai perusahaan publik menjadi momentum penting untuk memperkuat fondasi tata kelola sekaligus melanjutkan pertumbuhan solid yang telah kami bangun,” ujar Tigor di Jakarta dikutip Selasa, 28 April 2026.

Kinerja keuangan Superbank sepanjang 2025 menunjukkan pertumbuhan yang kuat. Perseroan membukukan laba sebelum pajak sebesar Rp143,3 miliar. Pendapatan bunga bersih melonjak 160 persen secara tahunan menjadi Rp1,6 triliun, didorong oleh ekspansi kredit yang tumbuh 50 persen menjadi Rp9,6 triliun.

Dari sisi pendanaan, dana pihak ketiga meningkat 139 persen menjadi Rp11,8 triliun, sementara total aset tumbuh 87 persen menjadi Rp21,3 triliun. Pertumbuhan ini mencerminkan ekspansi bisnis yang agresif namun tetap terukur, sejalan dengan strategi perusahaan dalam memperkuat ekosistem digital.

Superbank mengandalkan kolaborasi dalam ekosistem yang didukung oleh Grab Holdings, Emtek Group, Singtel, KakaoBank, serta GXS Bank. Sejak peluncuran layanan digital pada Juni 2024, perseroan telah melayani lebih dari 6 juta nasabah dengan transaksi harian melampaui 1 juta transaksi, mencerminkan tingginya adopsi layanan berbasis ekosistem terintegrasi.

Meski mencatatkan kinerja positif, perseroan memutuskan untuk tidak membagikan dividen kepada pemegang saham untuk tahun buku 2025. Keputusan ini diambil karena perusahaan masih berada dalam fase pertumbuhan dan ekspansi.

Manajemen memilih untuk menahan laba guna memperkuat permodalan, mengembangkan teknologi, serta memperluas penyaluran kredit, khususnya ke segmen ritel dan UMKM.

Sebagai bank yang kini berada dalam kategori KBMI 2 pasca IPO, Superbank menegaskan komitmennya terhadap penerapan tata kelola perusahaan yang baik atau Good Corporate Governance, termasuk pelaksanaan RUPS yang didukung fasilitas elektronik sesuai ketentuan regulator. Langkah ini menjadi bagian dari upaya menjaga transparansi dan akuntabilitas sebagai perusahaan terbuka.

Dalam RUPST tersebut, para pemegang saham menyetujui seluruh agenda yang diajukan. Agenda tersebut mencakup persetujuan laporan tahunan tahun buku 2025 termasuk pengesahan laporan keuangan serta pemberian pelunasan dan pembebasan tanggung jawab kepada Direksi dan Dewan Komisaris.

Selain itu, rapat juga menetapkan penggunaan laba bersih, menunjuk kantor akuntan publik untuk audit tahun buku 2026 beserta penetapan honorarium, menentukan remunerasi Dewan Komisaris serta gaji, tunjangan dan bonus Direksi, serta menerima laporan realisasi penggunaan dana hasil IPO.

Perseroan juga menegaskan fokus pengembangan layanan digital melalui berbagai inisiatif dalam ekosistem, seperti OVO Nabung, Kartu Untung bersama KakaoBank, serta integrasi fitur pengajuan Pinjaman Atur Sendiri yang terhubung dengan platform Grab dan OVO. Inovasi ini diharapkan dapat memperluas akses layanan keuangan yang lebih relevan dan mudah dijangkau masyarakat.

Sebagai bagian dari komitmen terhadap keamanan dan kepercayaan nasabah, Superbank telah mengantongi sertifikasi ISO 27001 yang memastikan standar internasional dalam pengelolaan keamanan informasi. (*)
 

 

 

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Jurnalis

Desty Luthfiani

Desty Luthfiani seorang jurnalis muda yang bergabung dengan KabarBursa.com sejak Desember 2024 lalu. Perempuan yang akrab dengan sapaan Desty ini sudah berkecimpung di dunia jurnalistik cukup lama. Dimulai sejak mengenyam pendidikan di salah satu Universitas negeri di Surakarta dengan fokus komunikasi jurnalistik. Perempuan asal Jawa Tengah dulu juga aktif dalam kegiatan organisasi teater kampus, radio kampus dan pers mahasiswa jurusan. Selain itu dia juga sempat mendirikan komunitas peduli budaya dengan konten-konten kebudayaan bernama "Mata Budaya". 

Karir jurnalisnya dimulai saat Desty menjalani magang pendidikan di Times Indonesia biro Yogyakarta pada 2019-2020. Kemudian dilanjutkan magang pendidikan lagi di media lokal Solopos pada 2020. Dilanjutkan bekerja di beberapa media maenstream yang terverifikasi dewan pers.

Ia pernah ditempatkan di desk hukum kriminal, ekonomi dan nasional politik. Sekarang fokus penulisan di KabarBursa.com mengulas informasi seputar ekonomi dan pasar modal.

Motivasi yang diilhami Desty yakni "do anything what i want artinya melakukan segala sesuatu yang disuka. Melakukan segala sesuatu semaksimal mungkin, berpegang teguh pada kebenaran dan menjadi bermanfaat untuk Republik".