KABARBURSA.COM – PT Bank SMBC Indonesia Tbk (BTPN) mencatat laba bersih konsolidasi yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp506 miliar pada tahun buku 2025. Kinerja ini lebih rendah dibandingkan periode sebelumnya seiring peningkatan pencadangan kerugian penurunan nilai (CKPN) di dalam grup.
Direktur Utama SMBC Indonesia Henoch Munandar mengatakan peningkatan pencadangan tersebut merupakan bagian dari penerapan prinsip kehati-hatian bank dalam menghadapi dinamika ekonomi sepanjang 2025.
“Kenaikan CKPN secara konsolidasi merupakan upaya kami sebagai perusahaan induk konglomerasi keuangan untuk meningkatkan standar tata kelola serta menjaga kualitas aset dan ketahanan bank,” ujar Henoch dalam keterangan resmi, Selasa, 3 Maret 2026.
Meski laba tertekan, bank tetap mencatat pertumbuhan pada sejumlah indikator bisnis. Berdasarkan laporan keuangan konsolidasi per 31 Desember 2025, total aset SMBC Indonesia mencapai Rp245,9 triliun atau tumbuh 2,0 persen secara tahunan.
Penyaluran kredit konsolidasi juga meningkat 3,3 persen menjadi Rp185,4 triliun pada akhir 2025. Pertumbuhan tersebut didorong oleh ekspansi di segmen korporasi dan komersial yang naik 6,5 persen serta kredit Jenius di luar Digital Micro yang meningkat 11,3 persen secara tahunan.
Dari sisi pendanaan, dana pihak ketiga (DPK) tercatat Rp131,0 triliun atau tumbuh 8,0 persen secara tahunan. Peningkatan ini didukung oleh pertumbuhan dana murah (CASA) sebesar 16,7 persen menjadi Rp53,2 triliun, dengan rasio CASA naik menjadi 40,6 persen.
Bank juga menjaga rasio permodalan pada level kuat dengan capital adequacy ratio (CAR) konsolidasi sebesar 29,3 persen pada akhir 2025, lebih tinggi dibandingkan rata-rata industri sekitar 25,9 persen.
Sementara itu, rasio kredit bermasalah atau gross non-performing loan (NPL) konsolidasi tercatat sebesar 2,6 persen pada akhir Desember 2025, membaik dibandingkan 2,8 persen pada September 2025.
Pendapatan operasional konsolidasi SMBC Indonesia tercatat Rp18,4 triliun atau meningkat 5,8 persen secara tahunan. Pendapatan bunga bersih juga tumbuh 4,6 persen dengan margin bunga bersih (NIM) berada di level 7,0 persen.
Henoch menambahkan, secara entitas bank, SMBC Indonesia mencatat laba bersih setelah pajak sebesar Rp1,5 triliun sepanjang 2025. Sementara anak usaha PT Bank BTPN Syariah Tbk (BTPS) mencatat laba bersih konsolidasi Rp1,201 triliun atau tumbuh 13,2 persen secara tahunan dengan penyaluran pembiayaan mencapai Rp10,3 triliun.
Selain kinerja finansial, SMBC Indonesia juga melanjutkan program pemberdayaan melalui inisiatif Daya. Hingga Desember 2025, program tersebut telah menjangkau hampir 37 juta partisipan melalui lebih dari 12 ribu kegiatan pemberdayaan masyarakat. (*)
Berita atau informasi yang Anda baca membahas emiten atau saham tertentu berdasarkan data yang tersedia dari keterbukaan informasi PT Bursa Efek Indonesia dan sumber lain yang dapat dipercaya. Konten ini tidak dimaksudkan sebagai ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu. Selalu lakukan riset mandiri dan konsultasikan keputusan investasi Anda dengan penasihat keuangan profesional. Pastikan Anda memahami risiko dari setiap keputusan investasi yang diambil.