KABARBURSA.COM - PT Adhi Karya (Persero) Tbk (ADHI) resmi merombak pengurus perseroan yang disetujui dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Tahun Buku 2025 pada Kamis, 7 Mei 2025.
Merujuk keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), RUPST memberhentikan Bob Arthur Lombogia sebagai Komisaris dan Alloysius Suko Widigdo sebagai Direktur Operasi I.
RUPST juga menyetujui pengangkatan Alexander Rubi Satyoadi sebagai Komisaris, serta menetapkan perubahan
nomenklatur dan susunan Direksi Perseroan, yaitu Vera Kirana sebagai Direktur Portofolio Bisnis dan Risiko, Harimawan sebagai Direktur Operasi I, dan Yan Arianto sebagai Direktur Operasi II.
Corporate Secretary PT Adhi Karya (Persero) Tbk, Rozi Sparta, menyampaikan bahwa seluruh keputusan yang diambil dalam RUPST merupakan bagian dari upaya Perseroan dalam
memperkuat tata kelola perusahaan.
"Menjaga kesinambungan bisnis, serta mendukung pencapaian target kinerja dan strategi pertumbuhan Perseroan ke depan," ujar dia dalam keterangannya.
Berikut formasi baru dewan komisaris dan jajaran direksi ADHI:
Dewan Komisaris
1. Dody Usodo Hargosuseno: Komisaris Utama
2. Alexander Rubi Satyoadi: Komisaris
3. Amelia Tetriana: Komisaris
4. R. Erwin Moeslimin Singajuru: Komisaris Independen
5. Elan Suherlan: Komisaris Independen
6. Rustam Sofyan Sirait: Komisaris Independen
Jajaran Direksi
1. Moeharmein Zein Chaniago:Direktur Utama
2. Harimawan: Direktur Operasi I
3. Yan Arianto: Direktur Operasi II
4. Bani Iqbal: Direktur Keuangan
5. Ki Syahgolang Permata: Direktur Human Capital dan Legal
6. Vera Kirana: Direktur Portofolio Bisnis dan Risiko
ADHI Bukukan Laba Rp158 Miliar di Kuartal I 2026
ADHI sukses meraup laba bersih sebesar Rp154,12 miliar pada kuartal I 2026. Angka ini meroket dibanding periode serupa tahun lalu yang hanya sebanyak Rp317 juta.
Peningkatan laba itu bersamaan dengan stabilnya pendapatan emiten pelat merah ini. Pada tiga bulan pertama 2026 ini, ADHI mencatat pendapatan Rp1,66 triliun, menurun dibanding kuartal I 2025 Rp1,68 triliun.
Beban pokok penjualan dan pendapatan ADHI pada kuartal I 2026 turun menjadi Rp1,11 triliun dari sebelumnya Rp1,42 triliun pada periode yang sama tahun lalu.
Catatan tersebut menjadikan laba bruto ADHI naik signifikan menjadi Rp553,02 miliar, dibanding periode serupa tahun sebelumnya yang sebesar Rp255,15 miliar.
Sementara itu, dari sisi neracam ADHI memiliki total aset sebesar Rp28,1 triliun per 31 Maret 2026. Angka tersebut turun dibanding posisi akhir 2025 yang sebesar Rp28,79 triliun.
Kas dan setara kas perusahaan juga mengalami penurunan menjadi Rp921,41 miliar dari sebelumnya Rp1,71 triliun pada akhir 2025.
Sedangkan, total liabilitas ADHI turun menjadi Rp24,64 triliun dari Rp25,49 triliun pada akhir tahun lalu. Di sisi ekuitas, ADHI mencatat kenaikan menjadi Rp3,45 triliun dari Rp3,29 triliun. (*)
Berita atau informasi yang Anda baca membahas emiten atau saham tertentu berdasarkan data yang tersedia dari keterbukaan informasi PT Bursa Efek Indonesia dan sumber lain yang dapat dipercaya. Konten ini tidak dimaksudkan sebagai ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu. Selalu lakukan riset mandiri dan konsultasikan keputusan investasi Anda dengan penasihat keuangan profesional. Pastikan Anda memahami risiko dari setiap keputusan investasi yang diambil.