KABARBURSA.COM – Deretan saham milik konglomerat Prajogo Pangestu kembali bergerak di zona merah pada akhir perdagangan Jumat, 8 Mei 2026. Pelemahan terjadi hampir merata pada saham-saham kelompok Barito Group dan menjadi salah satu tekanan terhadap laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang ditutup turun 2,86 persen.
Merujuk data perdagangan yang dihimpun Kabarbursa.com, IHSG ditutup di level 6.969,40 atau melemah 204,93 poin dibanding perdagangan sebelumnya. Sepanjang sesi perdagangan, indeks bergerak di rentang 6.969,40 hingga 7.186,83 dengan nilai transaksi mencapai Rp19,72 triliun dan volume perdagangan sebesar 413,2 juta lot saham.
Di tengah koreksi pasar tersebut, saham PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) menjadi salah satu penekan terbesar. Saham BREN ditutup di level 4.100 atau turun 550 poin setara 11,83 persen dibanding penutupan sebelumnya di 4.650.
Tekanan jual pada BREN berlangsung cukup besar sepanjang perdagangan. Saham ini dibuka di level 4.560 dan sempat menyentuh harga tertinggi 4.600 sebelum terus turun hingga level terendah 4.100.
Nilai transaksi BREN mencapai Rp120,97 miliar dengan volume perdagangan sebesar 27,9 juta lot dan frekuensi transaksi 16,32 ribu kali. Rata-rata harga perdagangan tercatat di level 4.335.
Secara historis, BREN telah melemah selama dua hari beruntun. Pada Kamis, 7 Mei 2026, saham ini turun 3,53 persen ke level 4.650 dengan net foreign sell sebesar Rp26,61 miliar. Sehari sebelumnya, BREN sempat menguat 1,90 persen ke level 4.820.
Tekanan serupa juga terjadi pada saham PT Barito Pacific Tbk (BRPT). Saham BRPT ditutup di level 2.050 atau turun 5,09 persen dibanding hari sebelumnya di 2.160.
BRPT membukukan nilai transaksi Rp571,19 miliar dengan volume 269,78 juta lot dan frekuensi perdagangan 43,71 ribu kali. Saham ini dibuka di level 2.120, sempat menyentuh harga tertinggi 2.220, lalu turun hingga level terendah 2.010.
Dalam dua hari terakhir, BRPT juga berada dalam tekanan jual asing cukup besar. Pada Kamis, saham ini mencatat net foreign sell Rp128,26 miliar setelah foreign buy Rp227,57 miliar dan foreign sell Rp355,83 miliar. Sehari sebelumnya, net foreign sell BRPT mencapai Rp121,55 miliar.
Saham PT Chandra Daya Investasi Tbk (CDIA) ikut bergerak melemah. CDIA ditutup turun 4,17 persen ke level 1.035 dari posisi sebelumnya di 1.080.
Nilai transaksi CDIA mencapai Rp82,08 miliar dengan volume 77,79 juta lot dan frekuensi 15,55 ribu kali. Saham ini dibuka di level 1.080, sempat menyentuh harga tertinggi 1.090, lalu turun hingga 1.030.
Pada perdagangan Kamis, CDIA sebelumnya turun 6,09 persen ke level 1.080 dengan net foreign buy Rp13,48 miliar. Namun sehari sebelumnya, saham ini sempat mencatat net foreign sell Rp26,74 miliar.
Tekanan jual juga berlanjut pada saham PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN). Saham ini ditutup di level 1.120 atau turun 5,88 persen dibanding penutupan sebelumnya di 1.190.
CUAN mencatat nilai transaksi Rp147,24 miliar dengan volume perdagangan 127,78 juta lot dan frekuensi transaksi 23,40 ribu kali. Harga saham dibuka di level 1.190, sempat naik ke 1.200, lalu bergerak turun hingga 1.115.
Dalam dua hari perdagangan sebelumnya, CUAN juga mencatat tekanan foreign sell cukup besar. Pada Kamis, net foreign sell saham ini mencapai Rp18,99 miliar dan sehari sebelumnya sebesar Rp78,79 miliar.
Sementara itu, saham PT Petrosea Tbk (PTRO) menjadi salah satu saham grup Prajogo dengan koreksi terdalam setelah BREN. Saham PTRO ditutup di level 5.050 atau turun 7,76 persen dibanding posisi sebelumnya di 5.475.
Nilai transaksi PTRO mencapai Rp475,81 miliar dengan volume 91,53 juta lot dan frekuensi perdagangan 33,18 ribu kali. Saham dibuka di level 5.500 dan sempat menyentuh harga tertinggi yang sama sebelum turun ke level terendah 4.980.
Tekanan asing pada PTRO juga masih cukup besar. Pada perdagangan Kamis, saham ini mencatat net foreign sell Rp97,70 miliar setelah foreign sell mencapai Rp220,24 miliar. Sehari sebelumnya, net foreign sell PTRO tercatat Rp74,30 miliar.
Saham PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) ikut berada di zona merah. TPIA ditutup di level 5.500 atau turun 3,93 persen dibanding penutupan sebelumnya di 5.725.
TPIA membukukan nilai transaksi Rp90,63 miliar dengan volume 16,04 juta lot dan frekuensi perdagangan 8,77 ribu kali. Saham ini dibuka di level 5.775 dan sempat menyentuh harga tertinggi 5.850 sebelum turun hingga 5.500.
Pada perdagangan sebelumnya, TPIA sempat anjlok 10,20 persen dengan net foreign sell Rp23,20 miliar. Tekanan asing tersebut terjadi setelah foreign sell mencapai Rp60,49 miliar.
Secara keseluruhan, mayoritas saham yang terafiliasi dengan Prajogo Pangestu bergerak melemah dalam dua hari terakhir. Pelemahan tersebut berlangsung bersamaan dengan koreksi IHSG dan meningkatnya tekanan jual asing di sejumlah saham grup Barito.(*)
| Saham | Close | Perubahan | Value | Volume | Frekuensi |
|---|---|---|---|---|---|
| BREN | 4.100 | -11,83 persen | Rp120,97 miliar | 27,9 juta lot | 16,32 ribu |
| BRPT | 2.050 | -5,09 persen | Rp571,19 miliar | 269,78 juta lot | 43,71 ribu |
| CDIA | 1.035 | -4,17 persen | Rp82,08 miliar | 77,79 juta lot | 15,55 ribu |
| CUAN | 1.120 | -5,88 persen | Rp147,24 miliar | 127,78 juta lot | 23,40 ribu |
| PTRO | 5.050 | -7,76 persen | Rp475,81 miliar | 91,53 juta lot | 33,18 ribu |
| TPIA | 5.500 | -3,93 persen | Rp90,63 miliar | 16,04 juta lot | 8,77 ribu |