Logo
>

Likuidasi Meledak, Bitcoin Tumbang di Tekanan Holder Lama

Bitcoin kembali merosot di bawah USD100.000 akibat gelombang likuidasi besar dan distribusi agresif holder jangka panjang, menambah tekanan struktural pada pasar kripto yang mulai kehilangan momentum.

Ditulis oleh Yunila Wati
Likuidasi Meledak, Bitcoin Tumbang di Tekanan Holder Lama
Ilustrasi Bitcoin. Foto Freepik.

Poin Penting :

    KABARBURSA.COM - Bitcoin kembali kehilangan pijakan psikologisnya setelah harganya turun di bawah USD100.000 untuk kedua kalinya dalam sepekan. Penurunan ini menjadi sebuah tanda bahwa pasar kripto sedang memasuki fase kerentanan baru. 

    Bitcoin bertengger di kisaran USD98.400. Harga tersebut tidak hanya menggugurkan upaya pemulihan singkat ke atas enam digit, tetapi juga menegaskan bahwa tekanan jual saat ini tidak lagi berasal dari spekulan jangka pendek melainkan dari fondasi struktur pasar itu sendiri.

    Dalam 24 jam terakhir, lebih dari USD683 juta posisi derivatives terlikuidasi, dan yang paling terpukul adalah posisi long, dengan nilai mencapai USD556 juta. Data ini menunjukkan bahwa mayoritas trader masih mempertaruhkan reli berlanjut, tetapi pasar justru bergerak berlawanan. 

    Dalam empat jam saja, Bitcoin menyumbang USD164,5 juta likuidasi, sementara Ethereum dan Solana menambah USD145 juta lagi. Kombinasi likuidasi long dan tekanan spot ini mempercepat penurunan, dan menciptakan efek spiral yang sulit dihentikan.

    Namun sumber tekanan terbesar bukan dari leverage, melainkan dari holder jangka panjang (LTH), yaitu kelompok yang biasanya menjadi jangkar stabilitas Bitcoin. Menurut CryptoQuant, alamat yang memegang BTC lebih dari enam bulan, melepas sekitar 815.000 BTC dalam 30 hari terakhir. 

    Besarnya distribusi ini mencerminkan kondisi yang jarang terjadi. Angka tersebut menyamai level penjualan pada puncak 2021 dan fase distribusi awal 2024. Ketika pemegang paling berpengalaman bergerak, pasar memperhatikannya. Sebab sejarah menunjukkan bahwa setiap lonjakan pengeluaran LTH sering kali bertepatan dengan puncak lokal dan masuknya Bitcoin ke fase konsolidasi panjang.

    Pasokan Berlebih Sundut Distribusi Besar

    Distribusi besar ini memperlihatkan bahwa pasar sedang menghadapi kelebihan pasokan yang tidak terbendung. Grafik menunjukkan bahwa kelompok LTH dari berbagai rentang, mulai dari enam bulan hingga lebih dari tujuh tahun, ikut melepas koin. 

    Ini bukan sekadar ambil untung sesaat, melainkan pola distribusi sistematis yang biasa muncul ketika reli besar telah kehabisan tenaga. Bitcoin mungkin masih diperdagangkan dalam tren naik jangka panjang, tetapi tekanan jangka menengah jelas sedang meningkat.

    Ketika koin-koin lama kembali beredar, likuiditas memang meningkat, tetapi efek sampingnya adalah melemahnya dukungan harga. Pasar harus menelan dua bentuk tekanan secara bersamaan, yaitu penjualan paksa dari posisi leverage yang runtuh, serta penjualan sukarela dari holder yang mengunci keuntungan. 

    Kombinasi ini menciptakan kondisi di mana setiap upaya pemantulan harga menjadi rentan tergulung kembali oleh suplai baru yang terus masuk.

    Dengan kondisi seperti ini, level USD98.000–USD100.000 menjadi area penentu arah. Rentang tersebut adalah batas psikologis sekaligus teknikal yang memisahkan optimisme pemulihan dari risiko penurunan lebih dalam menuju level dukungan pertengahan siklus. 

    Jika pembeli tidak muncul dengan volume yang cukup, pasar dapat kembali masuk ke fase konsolidasi yang Panjang, mirip dengan pola yang muncul setelah puncak 2021 dan 2024.

    Untuk saat ini, performa Bitcoin mencerminkan pasar yang sedang berada dalam titik penyeimbang antara dua kekuatan: keinginan trader jangka pendek untuk memulihkan harga dan keinginan holder jangka panjang untuk mengunci keuntungan. 

    Selama distribusi LTH terus berlanjut, tekanan struktural akan tetap kuat. Bitcoin kini kembali diuji bukan hanya oleh likuidasi, tetapi oleh keyakinan internal komunitasnya sendiri.(*)

    Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

    Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

    Gabung Sekarang

    Jurnalis

    Yunila Wati

    Telah berkarier sebagai jurnalis sejak 2002 dan telah aktif menulis tentang politik, olahraga, hiburan, serta makro ekonomi. Berkarier lebih dari satu dekade di dunia jurnalistik dengan beragam media, mulai dari media umum hingga media yang mengkhususkan pada sektor perempuan, keluarga dan anak.

    Saat ini, sudah lebih dari 1000 naskah ditulis mengenai saham, emiten, dan ekonomi makro lainnya.

    Tercatat pula sebagai Wartawan Utama sejak 2022, melalui Uji Kompetensi Wartawan yang diinisiasi oleh Persatuan Wartawan Indonesia (PWI), dengan nomor 914-PWI/WU/DP/XII/2022/08/06/79