Logo
>

Lima Saham Top Volume, Siapa yang Koleksi?

Perdagangan pasar reguler BEI mencatat lima saham dengan volume terbesar, dengan pembelian tersebar di sejumlah broker berdasarkan nilai, volume, dan harga rata-rata transaksi.

Ditulis oleh Syahrianto
Lima Saham Top Volume, Siapa yang Koleksi?
Perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Jumat, 9 Januari 2026, mencatat sejumlah saham dengan volume transaksi paling besar di pasar reguler. (Foto: Dok. KabarBursa)

Poin Penting :

    KABARBURSA.COM – Perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat lima saham dengan volume transaksi terbesar pada pasar reguler. Data broker summary menunjukkan pembelian oleh sejumlah broker dengan rincian nilai, volume, dan harga rata-rata pada sesi perdagangan yang sama.

    Lima saham yang menempati jajaran teratas dari sisi volume perdagangan tersebut adalah PT Bumi Resources Tbk (BUMI), PT Astrindo Nusantara Infrastruktur Tbk (BIPI), PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO), PT Minna Padi Aset Management Tbk (PADI), dan PT Sanurhasta Mitra Tbk (MINA).

    Tingginya volume transaksi pada saham-saham tersebut menunjukkan keterlibatan banyak pelaku pasar dengan nilai transaksi dan frekuensi yang juga signifikan. 

    Untuk melihat lebih jauh struktur perdagangannya, ringkasan broker summary yang dikompilasi Kabarbursa.com, untuk memberikan gambaran mengenai pihak-pihak yang tercatat sebagai pembeli utama pada masing-masing saham.

    Data yang digunakan dalam pemantauan ini bersumber dari broker summary perdagangan pasar reguler BEI dengan klasifikasi seluruh investor. 

    Parameter yang diperhatikan mencakup nilai beli, volume transaksi dalam satuan lot, serta harga rata-rata pembelian pada sesi perdagangan yang sama. Seluruh data mencerminkan aktivitas transaksi, bukan posisi akhir kepemilikan.

    Secara umum, kelima saham tersebut mencatat volume perdagangan yang tinggi dengan frekuensi transaksi besar. Kondisi ini mendorong partisipasi sejumlah broker untuk melakukan pembelian dalam jumlah signifikan pada rentang harga yang relatif berdekatan. 

    Dari sinilah dapat ditelusuri siapa saja broker yang tercatat sebagai pengoleksi utama pada masing-masing saham.

    Pada saham BUMI, pembelian tersebar di sejumlah broker dengan nilai dan volume besar. Pembelian tercatat melalui Stockbit Sekuritas Digital (XL) senilai Rp61,8 miliar dengan volume 1,3 juta lot pada harga rata-rata 469. Selain itu, Verdhana Sekuritas Indonesia (BB) membukukan pembelian senilai Rp60,5 miliar dengan volume 1,3 juta lot di harga rata-rata 468. 

    Broker lain yang tercatat mengoleksi BUMI adalah Mirae Asset Sekuritas Indonesia (MG) senilai Rp43,6 miliar dengan volume 936,2 ribu lot di harga rata-rata 470, PT Panin Sekuritas Tbk (PD) senilai Rp41,9 miliar dengan volume 901,1 ribu lot di harga rata-rata 468, serta RHB Sekuritas Indonesia (RF) senilai Rp41,7 miliar dengan volume 891,4 ribu lot di harga rata-rata 469. 

    Saham BIPI juga mencatat pembelian dengan volume besar dan melibatkan beberapa broker. Rentang harga pembelian BIPI tercatat berada di kisaran 207–212.

    XL tercatat membukukan pembelian senilai Rp35,3 miliar dengan volume 1,7 juta lot pada harga rata-rata 211. UBS Sekuritas Indonesia (AK) menyusul dengan nilai beli Rp29,0 miliar dan volume 1,4 juta lot di harga rata-rata 210. Selain itu, Mandiri Sekuritas (CC) mencatat pembelian senilai Rp19,7 miliar dengan volume 951,2 ribu lot di harga rata-rata 211. 

    Minna Padi Investama Sekuritas (MU) membukukan pembelian Rp12,0 miliar dengan volume 603,8 ribu lot di harga rata-rata 207, sementara J.P. Morgan Sekuritas Indonesia (BK) dan Mirae Asset Sekuritas Indonesia (YP) masing-masing mencatat pembelian senilai Rp11,7 miliar dan Rp11,6 miliar dengan volume di atas 550 ribu lot. 

    Pada saham GOTO, pembelian terbesar tercatat melalui AK. Broker ini membukukan nilai beli Rp51,8 miliar dengan volume mencapai 7,8 juta lot pada harga rata-rata 67. 

    Pembelian tambahan tercatat melalui Yulie Sekuritas Indonesia (RS) senilai Rp8,4 miliar dengan volume 1,3 juta lot di harga rata-rata 66. CC juga tercatat membeli senilai Rp4,8 miliar dengan volume 733,5 ribu lot di harga rata-rata 66, disusul YP senilai Rp4,7 miliar dengan volume 704,8 ribu lot, serta Phillip Sekuritas Indonesia (KK) senilai Rp3,3 miliar dengan volume 494,8 ribu lot. Seluruh pembelian GOTO berlangsung pada rentang harga 66–67.

    Sementara itu, pada saham PADI, pembelian terbesar tercatat melalui XL dengan nilai Rp20,7 miliar dan volume 1,0 juta lot di harga rata-rata 199. Pembelian lainnya tercatat melalui PT Trimegah Sekuritas Indonesia Tbk (XC) senilai Rp5,4 miliar dengan volume 265,1 ribu lot di harga rata-rata 200. KB Valbury Sekuritas (CP) membukukan pembelian Rp4,3 miliar dengan volume 202,3 ribu lot, diikuti YB senilai Rp3,8 miliar dengan volume 184,9 ribu lot. 

    AK juga tercatat membeli PADI senilai Rp2,7 miliar dengan volume 159,8 ribu lot di harga rata-rata 195. Pembelian PADI berlangsung pada kisaran harga 195–200.

    Adapun pada saham MINA, pembelian tercatat relatif merata di beberapa broker yang terjadi pada rentang harga 587–609.

    CGS International Sekuritas Indonesia (YU) membukukan pembelian senilai Rp34,6 miliar dengan volume 581,4 ribu lot di harga rata-rata 601. Sucor Sekuritas (AZ) menyusul dengan nilai beli Rp32,8 miliar dan volume 534,4 ribu lot di harga rata-rata 609. Selain itu, Samuel Sekuritas Indonesia (SS) tercatat membeli senilai Rp24,5 miliar dengan volume 415,0 ribu lot di harga rata-rata 590. 

    Maybank Sekuritas Indonesia (ZP) membukukan pembelian Rp19,7 miliar dengan volume 337,3 ribu lot di harga rata-rata 594, sementara UBS Sekuritas Indonesia (AK) mencatat pembelian Rp19,5 miliar dengan volume 337,2 ribu lot di harga rata-rata 587. (*)

    Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

    Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

    Gabung Sekarang

    Jurnalis

    Syahrianto

    Jurnalis ekonomi yang telah berkarier sejak 2019 dan memperoleh sertifikasi Wartawan Muda dari Dewan Pers pada 2021. Sejak 2024, mulai memfokuskan diri sebagai jurnalis pasar modal.

    Saat ini, bertanggung jawab atas rubrik "Market Hari Ini" di Kabarbursa.com, menyajikan laporan terkini, analisis berbasis data, serta insight tentang pergerakan pasar saham di Indonesia.

    Dengan lebih dari satu tahun secara khusus meliput dan menganalisis isu-isu pasar modal, secara konsisten menghasilkan tulisan premium (premium content) yang menawarkan perspektif kedua (second opinion) strategis bagi investor.

    Sebagai seorang jurnalis yang berkomitmen pada akurasi, transparansi, dan kualitas informasi, saya terus mengedepankan standar tinggi dalam jurnalisme ekonomi dan pasar modal.