Logo
>

Lo Kheng Hong Tambah Saham GJTL Jelang Cum Date, Harga Anjlok

Lo Kheng Hong membeli 650 ribu saham GJTL menjelang cum date dividen Rp80 per saham. Namun harga justru turun dan antrean jual masih mendominasi orderbook.

Ditulis oleh Yunila Wati
Lo Kheng Hong Tambah Saham GJTL Jelang Cum Date, Harga Anjlok
Lo Kheng Hong membeli 650.000 saham GJTL melalui broker OD. (Foto: dok GJTL)

KABARBURSA.COM - Ada hal yang menarik perhatian pasar menjelang cum date dividen PT Gajah Tunggal Tbk (GJTL), 4 Juni 2026. Investor kawakan Lo Kheng Hong kembali menambah kepemilikannya di saham produsen ban tersebut.

Berdasarkan data KSEI per 2 Juni 2026, Lo Kheng Hong membeli 650.000 saham GJTL melalui broker OD. Tambahan itu memang hanya meningkatkan kepemilikannya dari 6,7674 persen menjadi 6,7861 persen. 

Secara persentase memang terlihat kecil, tetapi bagi pelaku pasar, setiap pergerakan portofolio investor yang dijuluki "Warren Buffett Indonesia" hampir selalu menjadi perhatian.

Menariknya, aksi beli tersebut terjadi hanya dua hari sebelum cum date dividen tunai Rp80 per saham. Situasi ini memunculkan pertanyaan yang cukup wajar, apakah Lo Kheng Hong sedang memanfaatkan momentum dividen, atau justru melihat nilai yang lebih besar di balik harga saham GJTL saat ini?

Jika melihat pergerakan sahamnya, pasar tampaknya belum memberikan reaksi maksimal.

Pada perdagangan 3 Juni 2026, GJTL ditutup di level 1.180, turun 25 poin atau 2,07 persen dibanding penutupan sebelumnya di 1.205. Sepanjang hari, saham bergerak dalam rentang yang relatif sempit dengan harga tertinggi 1.220 dan terendah 1.165. 

Nilai transaksinya sekitar Rp12,2 miliar dengan volume 10,26 juta saham. Belum ada lonjakan minat beli yang signifikan menjelang cum date.

Bid Terkonsentrasi di Area 1.165

Yang menarik justru terlihat dari struktur orderbook.

Di sisi pembeli, antrean bid terbesar terlihat pada level 1.170 dengan sekitar 4.305 lot. Di bawahnya terdapat antrean cukup tebal pada level 1.165 sebanyak 3.239 lot. Kehadiran bid yang terkonsentrasi di area tersebut menunjukkan bahwa pasar mulai menganggap zona 1.165-1.170 sebagai area yang menarik untuk melakukan penyerapan.

Namun di sisi lain, tekanan jual juga belum menghilang. Antrean offer tersebar cukup merata dari level 1.180 hingga 1.225. Pada level 1.220 saja terdapat lebih dari 2.200 lot yang menunggu untuk dijual. Bahkan total antrean offer mencapai lebih dari 80 ribu lot, jauh lebih besar dibanding total antrean bid yang berada di kisaran 19 ribu lot.

Pembeli memang ada, tetapi penjual masih lebih dominan.

Dengan kata lain, pasar belum menunjukkan euforia seperti yang sering terjadi pada saham-saham yang diburu menjelang pembagian dividen. Kehadiran Lo Kheng Hong memang menjadi sentimen positif, tetapi sejauh ini belum cukup kuat untuk mengubah keseimbangan permintaan dan penawaran di pasar.

Di sinilah menariknya membaca langkah Lo Kheng Hong. Investor nilai seperti dirinya umumnya tidak dikenal sebagai pemburu dividen jangka pendek. Fokus utamanya biasanya berada pada valuasi dan potensi bisnis dalam jangka panjang. 

Tambahan kepemilikan menjelang cum date dapat dibaca sebagai sinyal bahwa harga saat ini masih dianggap menarik, terlepas dari dividen yang akan dibagikan dalam waktu dekat.

Pasar mungkin belum mengikuti langkah tersebut hari ini. Harga masih turun, antrean jual masih mendominasi, dan volume transaksi belum menunjukkan lonjakan berarti. Namun sejarah menunjukkan bahwa pergerakan investor besar sering kali baru dipahami pasar setelah beberapa waktu berlalu.

Untuk saat ini, GJTL berada pada fase menarik. Di satu sisi ada dividen tunai Rp80 per saham yang segera dibagikan. Di sisi lain, ada investor kawakan yang memilih menambah posisi ketika mayoritas pelaku pasar masih terlihat menunggu.(*)

Disclaimer:
Berita atau informasi yang Anda baca membahas emiten atau saham tertentu berdasarkan data yang tersedia dari keterbukaan informasi PT Bursa Efek Indonesia dan sumber lain yang dapat dipercaya. Konten ini tidak dimaksudkan sebagai ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu. Selalu lakukan riset mandiri dan konsultasikan keputusan investasi Anda dengan penasihat keuangan profesional. Pastikan Anda memahami risiko dari setiap keputusan investasi yang diambil.

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Jurnalis

Yunila Wati

Telah berkarier sebagai jurnalis sejak 2002 dan telah aktif menulis tentang politik, olahraga, hiburan, serta makro ekonomi. Berkarier lebih dari satu dekade di dunia jurnalistik dengan beragam media, mulai dari media umum hingga media yang mengkhususkan pada sektor perempuan, keluarga dan anak.

Saat ini, sudah lebih dari 1000 naskah ditulis mengenai saham, emiten, dan ekonomi makro lainnya.

Tercatat pula sebagai Wartawan Utama sejak 2022, melalui Uji Kompetensi Wartawan yang diinisiasi oleh Persatuan Wartawan Indonesia (PWI), dengan nomor 914-PWI/WU/DP/XII/2022/08/06/79