KABARBURSA.COM – Pergerakan saham PT PP London Sumatra Indonesia Tbk (LSIP) pada Kamis, 20 November 2025, memperlihatkan dinamika yang lebih tenang namun tetap berada dalam jalur pemulihan.
Meski kenaikannya hanya 0,36 persen dan menancapkan kaki di level 1.410, karakter pergerakan hari ini menunjukkan bahwa saham masih menjadi incaran investor asing, terutama pada fase konsolidasi.
Aktivitas asing dalam dua hari terakhir menjadi petunjuk penting. Pada perdagangan Rabu, 19 November 2025, LSIP mencatat net buy asing sebesar Rp2,20 miliar. Angka tersebut cukup besar mengingat LSIP bukan saham berlikuiditas super-tebal.
Dan hari ini, transaksi asing memang tidak sebesar kemarin, namun pola broker summary kembali menunjukkan dominasi asing pada area serapan harga rendah.
Nama-nama broker yang identik dengan aliran dana institusi seperti YU, GR, BK, AZ, YP, ZP, dan PD terlihat menumpuk transaksi besar mulai dari harga rata-rata 1.394–1.403. Di rentang tersebut, volume beli asing mengarah pada area yang strategis—lebih rendah dari harga rata-rata perdagangan hari ini yang berada di 1.413.
Dengan kata lain, asing kembali mengumpulkan posisi di harga diskon. Ini sejalan dengan pola akumulasi mereka yang berlangsung stabil sejak awal November. Empat dari tujuh sesi terakhir mencatat net buy asing berskala besar, yang menunjukkan bahwa saham ini mulai diposisikan kembali sebagai kandidat pertumbuhan jangka menengah.
Secara intraday, LSIP bergerak dalam rentang 1.405–1.425 dan cenderung stabil di atas area psikologis 1.400. Orderbook menunjukkan adanya penahan kuat di zona 1.390–1.405 dengan total bid tebal mencapai lebih dari 39 ribu lot.
Sementara sisi offer juga terlihat ramai namun cepat terserap pada level 1.415–1.425. Struktur ini menggambarkan pola konsolidasi dengan kecenderungan ditopang bid, dan menjadi tanda bahwa pasar belum siap melepas saham ini ke bawah.
Saham Volatil, tapi Fundamental Kuat
Dari sisi historis, LSIP sudah mengalami fase volatile sejak pertengahan November. Dua sesi koreksi pada 13–14 November diimbangi pemulihan pada 19–20 November, ditambah dengan arus beli asing yang terus menjaga struktur harga.
Sentimen fundamental LSIP juga berada pada posisi yang solid. Konsensus analis menunjukkan rating BUY, di mana dari delapan analis, tidak ada satupun yang m rekomendasi sell.
Target harga rata-rata berada pada Rp1.736, dengan skenario optimistis mencapai Rp1.980. Jika dibandingkan dengan harga saat ini di 1.410, ruang kenaikan (upside potential) mencapai 23–40 persen.
Perkiraan kinerja keuangan LSIP juga mendukung pandangan tersebut. Pendapatan diproyeksikan naik dari Rp5,14 triliun pada 2025 menjadi Rp5,26 triliun pada 2026. Laba bersih diperkirakan meningkat dari Rp1,49 triliun menjadi Rp1,66 triliun di periode yang sama.
EPS juga terus naik, dari 219 menjadi 244 poin, pun mencerminkan pertumbuhan yang terjaga.
Dengan kombinasi teknikal yang disokong akumulasi asing, pergerakan harga yang stabil dalam konsolidasi bullish, serta prospek fundamental yang positif, LSIP hari ini berada pada fase penyiapan momentum.
Jika tekanan jual di area 1.420–1.430 dapat ditembus, ruang menuju target jangka menengah analis akan semakin terbuka.
Namun, bagi pelaku pasar jangka pendek, area 1.390–1.400 menjadi level penting yang perlu dijaga. Zona ini bukan hanya area serapan asing, tetapi juga support teknikal yang menahan harga agar tetap bergerak naik dalam struktur jangka pendek yang konstruktif.(*)
Berita atau informasi yang Anda baca membahas emiten atau saham tertentu berdasarkan data yang tersedia dari keterbukaan informasi PT Bursa Efek Indonesia dan sumber lain yang dapat dipercaya. Konten ini tidak dimaksudkan sebagai ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu. Selalu lakukan riset mandiri dan konsultasikan keputusan investasi Anda dengan penasihat keuangan profesional. Pastikan Anda memahami risiko dari setiap keputusan investasi yang diambil.