Logo
>

Mau IPO di Hong Kong, EMAS Tunjukkan Kilaunya

Lonjakan harga emas global membuka peluang EMAS menembus pasar Hong Kong, di tengah reli saham domestik dan minat investor internasional pada sektor tambang emas.

Ditulis oleh Yunila Wati
Mau IPO di Hong Kong, EMAS Tunjukkan Kilaunya
Harga saham EMAS melambung, terdongkrak rencana IPO di bursa Hong Kong. Foto: Dok KabarBursa.

KABARBURSA.COM – Rencana Merdeka Gold Resources (EMAS) untuk menjajaki penawaran saham perdana (IPO) di Hong Kong muncul pada momentum yang nyaris ideal. Harga emas global berada di level tertinggi historis, arus dana ke aset lindung nilai menguat, dan minat pasar internasional terhadap sektor tambang emas kembali terbuka lebar.

EMAS telah menunjuk Citic Securities, Morgan Stanley, dan UBS Group sebagai bank investasi. Ini memberi sinyal bahwa rencana IPO bukan sekadar wacana awal. Keterlibatan tiga nama besar tersebut menunjukkan persiapan yang relatif serius, meskipun hingga kini ukuran dan waktu transaksi belum ditetapkan. 

Jika terealisasi, langkah ini akan menempatkan EMAS sebagai salah satu emiten non-Tiongkok yang cukup langka melantai di Hong Kong, sebuah pasar yang selama ini didominasi perusahaan China daratan.

Sentimen global jelas berpihak. Sepanjang 2025, harga emas mencatat kinerja tahunan terkuat sejak 1979, didorong oleh meningkatnya permintaan safe haven dan pergeseran portofolio investor global dari dolar AS. 

Dalam konteks ini, sektor tambang emas menjadi salah satu penerima manfaat utama. Data Bloomberg menunjukkan bahwa sepanjang 2025, transaksi IPO, placement, dan block trade di sektor tambang emas global berhasil menghimpun dana sekitar USD15 miliar, rekor tertinggi dalam sejarah. 

Hong Kong sendiri sudah mencicipi minat tersebut melalui IPO Zijin Gold International yang meraup USD3,7 miliar pada 2024.

Tambang Emas Sulawesi

Di level korporasi, EMAS membawa cerita aset yang kuat. Perusahaan ini mengoperasikan tambang emas di Sulawesi dengan cadangan bijih sekitar 190 juta ton, mengandung sekitar 4,8 juta ons emas. Skala cadangan ini memberi daya tarik tersendiri bagi investor global yang mencari eksposur jangka panjang terhadap emas. 

Namun, di sisi lain, laporan keuangan menunjukkan tantangan yang belum sepenuhnya teratasi. Untuk sembilan bulan pertama 2025, EMAS masih mencatat rugi sebesar US$22,3 juta, menandakan bahwa profitabilitas belum sepenuhnya sejalan dengan lonjakan valuasi pasar.

Harga Melonjak Dua Kali Lipat

Pasar tampaknya memilih melihat ke depan. Sejak debutnya pada September 2025, saham EMAS telah melonjak lebih dari dua kali lipat, mendorong kapitalisasi pasar ke kisaran USD5,7 miliar. Pada perdagangan terakhir, saham EMAS bergerak agresif secara intraday. 

Harga dibuka di 6.350, sempat menyentuh 6.400, dan bertahan di level 6.175, menguat 3,78 persen dari penutupan sebelumnya. Nilai transaksi mencapai sekitar Rp272 miliar, dengan volume lebih dari 437 ribu lot, mencerminkan minat beli yang aktif dan likuiditas yang cukup dalam.

Kenaikan intraday ini tidak berdiri sendiri. Ia mencerminkan kombinasi antara sentimen emas global yang masih sangat kuat dan respons pasar domestik terhadap kabar potensi IPO luar negeri. 

Bagi investor, rencana pencatatan di Hong Kong dibaca sebagai upaya membuka akses ke basis investor yang lebih luas, meningkatkan visibilitas internasional, sekaligus memperkuat opsi pendanaan untuk ekspansi tambang di tengah siklus emas yang sedang panas.

Namun, pasar juga menyadari bahwa cerita ini belum sepenuhnya “selesai”. Pembahasan IPO masih bersifat privat, belum ada kepastian struktur transaksi, dan kinerja keuangan EMAS masih berada di fase investasi. Dengan kata lain, reli harga saham saat ini lebih banyak mencerminkan ekspektasi dan sentimen siklus komoditas, bukan realisasi kinerja laba yang sudah mapan.

Dalam konteks ini, rencana IPO Hong Kong menjadi bagian dari strategi memanfaatkan jendela peluang. Saat emas berada di puncak, valuasi sektor sedang premium, dan likuiditas global masih tersedia, EMAS mencoba menempatkan diri di panggung yang lebih besar. 

Reaksi pasar domestik yang positif menunjukkan bahwa investor melihat langkah ini sebagai sinyal ambisi dan keberanian ekspansi, meskipun risiko eksekusi dan tantangan profitabilitas tetap melekat.

Dengan harga saham yang bergerak kuat secara intraday dan sentimen global yang masih mendukung emas, perhatian pasar kini tertuju pada satu hal: apakah rencana IPO ini akan berlanjut ke tahap konkret, atau berhenti sebagai eksplorasi awal di tengah euforia emas. 

Selama ketidakpastian itu masih ada, pergerakan EMAS kemungkinan akan tetap sangat sensitif terhadap kabar lanjutan dan dinamika harga emas dunia.(*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Jurnalis

Yunila Wati

Telah berkarier sebagai jurnalis sejak 2002 dan telah aktif menulis tentang politik, olahraga, hiburan, serta makro ekonomi. Berkarier lebih dari satu dekade di dunia jurnalistik dengan beragam media, mulai dari media umum hingga media yang mengkhususkan pada sektor perempuan, keluarga dan anak.

Saat ini, sudah lebih dari 1000 naskah ditulis mengenai saham, emiten, dan ekonomi makro lainnya.

Tercatat pula sebagai Wartawan Utama sejak 2022, melalui Uji Kompetensi Wartawan yang diinisiasi oleh Persatuan Wartawan Indonesia (PWI), dengan nomor 914-PWI/WU/DP/XII/2022/08/06/79