KABARBURSA.COM – Hingga sejauh ini, Bitcoin (BTC) masih bergerak lemah di perdagangan pasar kripto. Namun, co-founder Binance Changpeng “CZ” Zhao memberikan ramalam positifnya terhada pergerakan BTC. Hal ini disampaikan CZ dalam forum WEF yang digelar di Davos, Swiss.
CZ berpandangan bahwa 2026 akan menjadi “supercycle” bagi Bitcoin. Ia melihat adanya sikap pro-kripto dari pemerintah AS yang kemungkinan diikuti negara lain dengan arah kebijakan serupa.
“Saya punya perasaan sangat kuat ini mungkin akan jadi supercycle di 2026 untuk Bitcoin. Dalam horizon 5–10 tahun, sangat mudah diprediksi. Kita akan naik,” kata Zhao dalam wawancara bersama CNBC di World Economic Forum, Davos.
Namun, untuk saat ini, dari sisi harga, data Bitcoin dalam rupiah menunjukkan penurunan tipis. Kurs Bitcoin tercatat di Rp1.500.599.153,31 dengan perubahan turun 0,36 persen, atau sekitar -Rp5.444.695,61.
Angka tersebut bergerak di bawah garis penutupan sebelumnya yang terlihat di kisaran Rp1.506.043.848,9.
Dalam denominasi dolar AS, pergerakan juga menunjukkan tekanan yang lebih nyata pada sesi harian. Bitcoin tercatat berada di area USD89.380 dengan perubahan -640,38 poin (-0,71 persen) pada grafik harian, setelah dibuka di USD89.430,01.
Sepanjang hari, rentang pergerakan berada di high USD91.147,01 dan low USD88.440,65, menggambarkan volatilitas intraday yang tetap tinggi meski perubahan akhirnya relatif terbatas.
Selisih perubahan antara BTC dalam rupiah yang turun 0,36 persen dan BTC dalam dolar yang turun sekitar 0,71 persen mencerminkan bahwa pergerakan kurs turut berkontribusi terhadap hasil akhir di pasangan IDR, selain perubahan harga aset itu sendiri.
Dalam praktiknya, kurs USD/IDR dan dinamika likuiditas di pasar lokal kerap membuat penurunan rupiah tidak selalu identik dengan persentase penurunan dolar pada hari yang sama.
Sementara Bitcoin melemah, papan harga aset kripto lain menunjukkan pergerakan campuran dengan kecenderungan tipis ke bawah. Ether (ETH/IDR) tercatat di Rp49.516.185,63 dengan perubahan -0,0092 persen.
Litecoin (LTC/IDR) berada di Rp1.141.190,65 dengan perubahan -0,0092 persen. Dogecoin (DOGE/IDR) tercatat 2.090,3346 dengan penurunan -0,50 persen, sedangkan Cardano (ADA/IDR) berada di 6.029,4074 dengan perubahan -0,53 persen.
Pola ini menunjukkan tekanan yang lebih terasa pada aset berkapitalisasi besar-menengah yang sensitif terhadap sentimen ritel, sementara ETH dan LTC bergerak relatif datar.
Zhao, Bitcoin dan Davos
Di tengah pergerakan harga, sentimen yang dibawa Zhao mengarah pada isu kebijakan dan legitimasi industri. Zhao menautkan prospek pasar dengan sikap pemerintahan AS yang dinilainya pro-kripto dan potensi efek ikutannya terhadap negara lain.
Namun dari sisi data perdagangan yang terlihat saat ini, pasar belum menampilkan respons harga yang searah dengan narasi optimistis tersebut; Bitcoin justru bergerak melemah dengan rentang harian yang lebar, menandakan pelaku pasar masih aktif melakukan penyesuaian posisi.
Wawancara Zhao juga memuat isu yang menyentuh relasi politik dan industri. Ia membantah adanya koneksi dengan Presiden Donald Trump terkait urusan kripto, sekaligus menyatakan bahwa keluarga Trump berada di ekosistem kripto dan kebijakan pemerintahan yang pro-kripto memberi dampak positif bagi bisnis di sektor ini.
Zhao juga menjelaskan konteks investasi MGX senilai USD2 miliar ke Binance, yang dibayarkan menggunakan stablecoin USD1 yang dikaitkan dengan World Liberty Financial. Menurut Zhao, transaksi itu “disalahpahami”, dengan penekanan bahwa MGX sebagai investor memilih instrumen pembayarannya sendiri, sementara ia menyebut preferensi pembayaran dalam kripto agar tidak berurusan dengan bank.
Di luar narasi kebijakan, struktur harga harian Bitcoin menunjukkan bahwa pasar masih memproses keseimbangan baru antara tema makro dan katalis spesifik kripto. Rentang USD88.440–USD91.147 dalam satu hari menandakan arus beli dan jual yang aktif di area psikologis sekitar USD90.000, sementara posisi penutupan di sekitar USD89.380 memperlihatkan tekanan jual yang pada akhirnya lebih dominan di penghujung sesi.
Dengan latar volatilitas aset berisiko global dalam beberapa hari terakhir, pergerakan Bitcoin yang melemah tipis dalam rupiah dan dolar, disertai rentang intraday yang lebar, menunjukkan pasar kripto masih bergerak dalam mode hati-hati.
Di saat yang sama, komentar Zhao di Davos menambah lapisan sentimen yang berbasis kebijakan, tetapi data harga yang terlihat pada hari itu lebih menonjolkan realitas perdagangan: fluktuasi cepat, perbedaan hasil antar-denominasi, dan reaksi pasar yang belum seragam di seluruh aset kripto utama.(*)