KABARBURSA.COM– PT Geoprima Solusi Tbk (GPSO) resmi memasuki fase awal transformasi bisnis setelah bergabung ke dalam ekosistem Tjokro Group melalui pengendali barunya, PT PIMSF Pulogadung. Langkah ini menjadi fondasi awal perubahan GPSO dari perusahaan operasional menjadi holding strategis yang menguasai aset industri bernilai besar.
Dalam keterbukaan informasi yang disampaikan pada 21 Januari 2026, manajemen GPSO mengungkapkan telah menandatangani Conditional Sale and Purchase Agreement untuk mengambil alih sejumlah aset utama dari entitas terafiliasi Tjokro Group, yakni PT Morita Tjokro Gearindo dan PT Jaya Indah Casting. Aksi korporasi ini menjadi bagian dari konsolidasi tahap pertama pasca akuisisi yang rampung pada akhir 2025.
Pada tahap awal restrukturisasi, GPSO akan mengonsolidasikan aset dengan nilai sekitar Rp700 miliar. Akuisisi tersebut mencakup kepemilikan saham mayoritas di PT Pulogadung Tempajaya, PT Tjokro Bersaudara Komponenindo, serta PT Jakarta Marten Logamindo, sekaligus pengambilalihan aset tanah dan bangunan di kawasan industri strategis Jababeka I dan EJIP Bekasi. Konsolidasi ini sekaligus mengubah model bisnis GPSO menjadi perusahaan holding strategis yang juga menjalankan fungsi estate management.
Manajemen menilai langkah ini krusial untuk memperkuat struktur industri mekanikal yang terintegrasi. Dengan menguasai aset manufaktur dan properti industri, GPSO diarahkan untuk mengamankan rantai pasok dari hulu hingga hilir, mulai dari proses casting aluminium dan ferro, machining, hingga pengerjaan proyek berbasis komponen industri.
“Kesepakatan awal ini membawa dampak positif bagi perseroan dari sisi bisnis, hukum, dan keuangan,” tulis manajemen GPSO dikutip Kamis, 22 Januari 2026.
Secara finansial, konsolidasi tahap pertama ini diproyeksikan mendorong lonjakan signifikan pada neraca perseroan. Setelah transaksi efektif, total aset GPSO diperkirakan meningkat menjadi sekitar Rp900 miliar dengan ekuitas mendekati Rp750 miliar. Peningkatan skala ini menjadi pijakan awal bagi GPSO untuk memainkan peran lebih besar dalam ekosistem industri komponen dan manufaktur nasional.
Direktur Utama PT Geoprima Solusi Tbk, Dionysius Tjokro, menegaskan bahwa transformasi ini merupakan bagian dari strategi jangka panjang Tjokro Group dalam membangun entitas industri yang terintegrasi.
“Perseroan akan menjadi holding company yang terintegrasi dari hulu ke hilir dalam industri suku cadang dan aksesoris kendaraan roda empat,” ujar Tjokro.
Ke depan, Tjokro Group juga menyampaikan komitmen jangka panjang untuk terus memperkuat GPSO. Dalam rentang lima hingga sepuluh tahun mendatang, grup berencana melakukan penjualan aset lanjutan kepada GPSO dengan target akumulasi nilai mencapai Rp3 triliun. Aksi ini diharapkan memperluas kapasitas produksi, meningkatkan efisiensi, serta memperkuat posisi GPSO di pasar domestik maupun global.
Saat ini, manajemen GPSO masih mengkaji berbagai opsi pendanaan untuk mendukung ekspansi tersebut, termasuk kemungkinan penerbitan saham baru maupun instrumen utang. Seluruh rencana tersebut dipastikan akan mengikuti ketentuan regulasi pasar modal yang berlaku.
Dari sisi strategis, transformasi GPSO menjadi holding bernilai besar mencerminkan upaya Tjokro Group membangun struktur industri yang lebih tahan terhadap volatilitas siklus ekonomi. Dengan penguasaan aset manufaktur, properti industri, dan rantai pasok terintegrasi, GPSO berpotensi menjadi kendaraan utama grup untuk menangkap pertumbuhan industri otomotif dan komponen nasional dalam jangka panjang.(*)
Berita atau informasi yang Anda baca membahas emiten atau saham tertentu berdasarkan data yang tersedia dari keterbukaan informasi PT Bursa Efek Indonesia dan sumber lain yang dapat dipercaya. Konten ini tidak dimaksudkan sebagai ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu. Selalu lakukan riset mandiri dan konsultasikan keputusan investasi Anda dengan penasihat keuangan profesional. Pastikan Anda memahami risiko dari setiap keputusan investasi yang diambil.