KABARBURSA.COM – PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) mencatatkan peningkatan produksi minyak dan gas bumi sepanjang 2025 seiring penguatan portofolio aset dan kontribusi sejumlah proyek baru.
Berdasarkan paparan tim investor relations perusahaan, yang disampaikan pada closed door meeting bersama Stockbit Sekuritas, total produksi migas MEDC pada 2025 mencapai 156 ribu barel setara minyak per hari (thousand barrel oil equivalent per day/MBOEPD).
Realisasi tersebut meningkat sekitar 2,7 persen dibandingkan produksi tahun sebelumnya yang tercatat sebesar 152 MBOEPD.
Capaian tersebut berada dalam rentang target produksi yang sebelumnya ditetapkan perusahaan untuk 2025, yakni di kisaran 155 hingga 160 MBOEPD. Kenaikan produksi sendiri didorong oleh kontribusi proyek baru di Blok B Natuna serta peningkatan kepemilikan operasi pada Blok Corridor.
Sepanjang kuartal keempat 2025, produksi migas MEDC mencapai tingkat tertinggi sepanjang tahun dengan rata-rata sekitar 176 MBOEPD. Pada periode tersebut produksi sempat mencapai puncak sebesar 178 MBOEPD.
Cadangan Produksi Terkerek Naik
Di sisi cadangan, MEDC juga mencatat peningkatan cadangan terbukti dan terkira (proved and probable reserve/2P reserve). Per akhir 2025, cadangan 2P perusahaan tercatat sebesar 564 juta barel setara minyak (million barrel oil equivalent/MMBOE), meningkat sekitar 14,4 persen dibandingkan posisi akhir 2024 yang sebesar 493 MMBOE.
Dengan kenaikan cadangan tersebut, umur cadangan perusahaan juga mengalami peningkatan menjadi sekitar 11,4 tahun, dibandingkan sekitar 10,4 tahun pada periode sebelumnya.
Untuk tahun 2026, manajemen menargetkan pertumbuhan produksi sekitar 6,5 persen secara tahunan dengan kisaran produksi antara 165 hingga 170 MBOEPD. Target tersebut berpotensi menjadi level produksi tertinggi dalam sejarah operasi MEDC.
Salah satu aset utama perusahaan adalah Blok Corridor yang berkontribusi sekitar 38 persen terhadap total produksi MEDC pada 2024. Blok tersebut saat ini telah memasuki fase produksi matang dengan tren penurunan produksi alami.
Sebagai bagian dari strategi mempertahankan tingkat produksi, MEDC menyelesaikan akuisisi 45 persen hak partisipasi pada Blok Sakakemang pada September 2025. Lapangan tersebut ditargetkan mulai berproduksi pada kuartal ketiga 2027.
Lokasi Blok Sakakemang yang berdekatan dengan Blok Corridor memungkinkan pemanfaatan infrastruktur yang telah ada sehingga mendukung efisiensi biaya operasional.
Pada Juli 2025, MEDC juga meningkatkan kepemilikan di Blok Corridor dari 56 persen menjadi 70 persen. Peningkatan hak partisipasi tersebut menambah cadangan 2P sekitar 58 MMBOE atau sekitar 11,7 persen dari total cadangan perusahaan per akhir 2024.
Selain itu, peningkatan kepemilikan tersebut turut menambah kontribusi produksi sekitar 25 MBOEPD atau sekitar 16,4 persen dari total produksi MEDC pada 2024.
Perusahaan juga meningkatkan kepemilikan saham pada PT Transportasi Gas Indonesia menjadi 40 persen. Langkah ini dilakukan untuk memperkuat integrasi infrastruktur transportasi gas dari wilayah produksi di Sumatra Selatan dan Jambi menuju pasar domestik maupun regional.
Proyek Gas Blok Tanzania
Di luar Indonesia, MEDC juga terlibat dalam pengembangan proyek gas di Blok Tanzania. Blok tersebut memiliki sumber daya 2C sekitar 521 MMBOE dalam bentuk gas, yang secara volume lebih besar dibandingkan total cadangan 2P MEDC pada akhir 2024.
Blok 1 dan Blok 4 di Tanzania dioperasikan oleh Shell dengan porsi kepemilikan 60 persen. Sementara MEDC dan Pavilion Energy masing-masing memiliki porsi kepemilikan sebesar 20 persen.
Proses pembahasan rencana pengembangan penuh proyek tersebut masih berlangsung dan menunggu perkembangan kondisi domestik pasca pemilu di Tanzania. Untuk mencapai keputusan investasi final, kebutuhan belanja modal bersih MEDC diperkirakan sekitar US$40 juta.
Selain itu, perusahaan juga mendapatkan penunjukan untuk mengelola Blok Cendramas di Malaysia dari Petronas pada Februari 2026. Blok tersebut telah mulai memproduksi hidrokarbon dengan komposisi produksi yang lebih dominan minyak.
Namun hingga saat ini perusahaan belum mengungkapkan secara rinci besaran produksi maupun porsi hak partisipasi karena proses penandatanganan dokumen kerja sama masih berlangsung.
Di sektor energi baru, MEDC juga tengah mengembangkan proyek solar photovoltaic di Pulau Bulan. Proyek tersebut dirancang untuk memasok listrik ke Singapura dan saat ini masih berada pada tahap perencanaan serta proses perizinan antara pemerintah Indonesia dan Singapura.
Nilai belanja modal proyek tersebut diperkirakan mencapai lebih dari USD1 miliar dan direncanakan direalisasikan dalam jangka waktu sekitar tiga tahun. Keputusan investasi final direncanakan akan diambil setelah seluruh proses perizinan selesai, yang diperkirakan terjadi sekitar 2027.(*)
Berita atau informasi yang Anda baca membahas emiten atau saham tertentu berdasarkan data yang tersedia dari keterbukaan informasi PT Bursa Efek Indonesia dan sumber lain yang dapat dipercaya. Konten ini tidak dimaksudkan sebagai ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu. Selalu lakukan riset mandiri dan konsultasikan keputusan investasi Anda dengan penasihat keuangan profesional. Pastikan Anda memahami risiko dari setiap keputusan investasi yang diambil.