Logo
>

Mengenal ADRO, Emiten yang Konsisten Bagi Dividen Jumbo

Berdasarkan data Stockbit per 28 Mei 2026, saham ADRO memiliki dividend yield sebesar 11,45 persen

Ditulis oleh Hutama Prayoga
Mengenal ADRO, Emiten yang Konsisten Bagi Dividen Jumbo
Emiten ADRO masih konsisten membagikan dividen jumbo (Foto: PT Alamtri Resources Indonesia Tbk )

KABARBURSA.COM - PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO) masih menjadi salah satu emiten dengan daya tarik dividen yang kuat di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Berdasarkan data Stockbit per 28 Mei 2026, saham ADRO memiliki dividend yield sebesar 11,45 persen dengan dividend payout ratio mencapai 89,59 persen. Sementara itu, nilai dividen trailing twelve months (TTM) ADRO sebesar Rp263,40 per saham.

Terbaru, pada April 2026, ADRO mengumumkan pembagian dividen tunai untuk tahun buku 2025 sebesar Rp3,4 triliun dengan nilai Rp118,26 per saham.

Manajemen ADRO menyampaikan penawaran saham perdana pada 2008, pihaknya selalu mempertahankan komitmen terhadap pengembalian bagi pemegang saham melalui dividen

Secara kumulatif, dari tahun 2008 sampai 2024, ADRO telah membayarkan sekitar USD4,8 miliar dalam bentuk dividen dengan rasio pembayaran rata-rata sebesar 47 persen.

"Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan kami pada tahun 2025 menyetujui pembayaran total dividen USD500 juta, atau 36,23 persen dari laba tahun 2024. Selain itu, kami mengumumkan dividen interim USD200 juta untuk tahun fiskal 2024, yang dibayarkan pada tanggal 15 Januari 2025," tulis manajemen ADRO dikutip dari situs resmi perusahaan, Kamis, 28 Mei 2026.

Profil ADRO

Mengutip dari situs resmi perusahaan, ADRO didirkan pada tahun 2004 dengan nama awal PT Padang Karunia. Pada 2008, ADRO resmi melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) dan mengambil nama PT Adaro Energy Tbk.

Pengambilan nama tersebut seiring visi Perseroan untuk beroperasi sebagai perusahaan pertambangan dan energi berbasis batu bara yang terintegrasi dan terbesar serta paling efisien di Indonesia.

PT Adaro Energy Tbk dan anak-anak perusahaannya kemudian memulai perjalanan untuk membangun posisi yang kokoh di sektor pertambangan dan energi Indonesia melalui operasi yang efisien dan aman, serta pada akhirnya mendapatkan rantai pasokan yang terintegrasi vertikal dari tambang sampai pembangkit listrik.

Untuk semakin memperkuat kebanggaan dan identitasnya sebagai perusahaan Indonesia, pada tahun 2022, Perusahaan ini berganti nama menjadi PT Adaro Energy Indonesia Tbk.

Pada tahun 2024, perusahaan siap untuk menanggapi tuntutan yang semakin besar untuk bersumbangsih terhadap sesuatu yang lebih besar, dan lebih ramah lingkungan.

Manajemen ADRO mengambil langkah besar untuk mentransformasikan perusahaan dengan melepaskan bisnis pertambangan batu bara termal beserta operasi pendukungnya, demi memaksimalkan nilai sumber daya alam yang terkandung di dalam tanah, air, dan udara bumi Indonesia dengan membangkitkan energi bersih serta memproduksi mineral penting untuk mendukung ekonomi hijau negara.

Di tahun yang sama, manajemen menyampaikan jika perusahaan kembali berganti nama menjadi PT Alamtri Resources Indonesia Tbk.

Pergantian nama tersebut merupakan bentuk komitmen untuk mendukung ekonomi hijau yang sedang digalakkan di Indonesia sebagai bentuk kontribusi terhadap terwujudnya masa depan negara yang lebih berkelanjutan melalui energi terbarukan dan gaya hidup yang lebih ramah lingkungan.

"Kami memutuskan untuk mendedikasikan fokus terhadap bisnis batu bara metalurgi dan mineral di bawah naungan AlamTri Geo, serta energi terbarukan, di bawah naungan AlamTri Eco. Struktur Perusahaan yang baru ini akan memungkinkan kami untuk berkonsentrasi penuh pada sektor yang sangat selaras dengan ekonomi hijau," tulis manajemen.

Pergerakan dan Pemegang Saham ADRO

Terkait pergerakan saham, ADRO kini dihargai senilai Rp2.300 berdasarkan perdagangan terakhir, Selasa, 26 Mei 2026.

ADRO sendiri masih menunjukkan daya tahan yang cukup kuat di tengah fluktuasi pasar saham Indonesia. Dalam sepekan terakhir, saham ini menguat 4,07 persen.

Namun ADRO masih terkoreksi secara bulanan sebesar 8,37 persen. Sementara dalam periode tiga bulan, saham ini juga tercatat melemah 1,71 persen.

Meski demikian, dalam rentang yang lebih panjang, ADRO masih mencatatkan kinerja positif. Secara year to date (YTD) saham ini telah menguat 27,07 persen. Dalam enam bulan terakhir saham ADRO juga naik 27,07 persen, sedangkan secara lima tahun melonjak 97,42 persen dan dalam 10 tahun meroket hingga 230,94 persen.

Dari sisi struktur kepemilikan saham, ADRO masih didominasi pemegang saham pengendali Adaro Strategic Investments dengan kepemilikan mencapai 47,79 persen atau sekitar 14,05 miliar saham. Nama pengusaha nasional Garibaldi Thohir juga tercatat menggenggam sekitar 6,73 persen saham Perseroan.

Selain itu, Saratoga Investama Sedaya memiliki 4 persen saham ADRO, sementara Edwin Soeryadjaya menguasai sekitar 3,58 persen. Investor lainnya yang tercatat memiliki saham di atas 1 persen antara lain Permadi Rachmat sebesar 3,46 persen dan Sandiaga Salahuddin Uno sekitar 2,08 persen. (*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Jurnalis

Hutama Prayoga

Hutama Prayoga telah meniti karier di dunia jurnalistik sejak 2019. Pada 2024, pria yang akrab disapa Yoga ini mulai fokus di desk ekonomi dan kini bertanggung jawab dalam peliputan berita seputar pasar modal.

Sebagai jurnalis, Yoga berkomitmen untuk menyajikan berita akurat, berimbang, dan berbasis data yang dihimpun dengan cermat. Prinsip jurnalistik yang dipegang memastikan bahwa setiap informasi yang disajikan tidak hanya faktual tetapi juga relevan bagi pembaca.