Logo
>

Merger XL-Smartfren Dorong Bisnis TOWR, ini Dampaknya

Konsolidasi industri telekomunikasi dan merger XL-Smartfren mendorong kebutuhan infrastruktur digital, memperkuat pertumbuhan bisnis TOWR.

Ditulis oleh Citra Dara Vresti Trisna
Merger XL-Smartfren Dorong Bisnis TOWR, ini Dampaknya
Ilustrasi merger antara XL Axiata dan Smartfren mendorong pertumbuhan bisnis PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR). Foto: TOWR

KABARBURSA.COM – Konsolidasi industri telekomunikasi, termasuk merger antara XL Axiata dan Smartfren menjadi pendorong baru bagi pertumbuhan bisnis PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR).

Perubahan struktur industri ini membuka kebutuhan tambahan terhadap infrastruktur digital, termasuk pengembangan jaringan dan layanan berbasis 5G.

Dalam laporan kinerja tahun buku 2025, TOWR mencatat pendapatan operasional konsolidasian sebesar Rp13,33 triliun atau tumbuh 4,6 persen secara tahunan (year-on-year/yoy).

Sementara untuk EBITDA mencapai Rp10,97 triliun, naik 2,5 persen. Sedangkan untuk laba bersih setelah kepentingan non-pengendali tercatat Rp3,678 triliun atau meningkat 10,3 persen yoy.

Chief of Staff and Group Investor Relations TOWR, Hartono Tanuwidjaja, menyampaikan sepanjang 2025, manajemen berhasil mencatatkan pertumbuhan pendapatan, EBITDA, dan laba bersih meskipun menghadapi kondisi industri dan makroekonomi yang menantang. 

“Manajemen kembali fokus pada kekuatan inti perusahaan sambil meningkatkan area yang memiliki potensi untuk dioptimalkan. Kami terus memanfaatkan skala operasional, menjaga disiplin pengelolaan biaya, dan mendorong efisiensi secara berkelanjutan,” kata Hartono dalam keterangannya, dikutip Senin, 20 April 2026.

Manajemen menyebut konsolidasi industri sebagai salah satu perkembangan penting yang dapat memengaruhi arah bisnis ke depan.

Merger antara XL Axiata dan Smartfren dinilai membuka peluang pertumbuhan melalui ekspansi jaringan 5G serta peningkatan kualitas layanan.

Sebagai penyedia infrastruktur telekomunikasi digital independen, TOWR memiliki portofolio layanan yang memungkinkan perusahaan mendukung kebutuhan operator dalam berbagai kondisi industri, termasuk saat terjadi konsolidasi.

Selain faktor konsolidasi, perusahaan juga melihat beberapa pendorong lain yang berpotensi memperkuat permintaan terhadap infrastruktur. Salah satunya adalah pertumbuhan trafik data yang terus meningkat seiring percepatan digitalisasi ekonomi.

Manajemen juga mencatat bahwa Indonesia masih berada pada tahap awal dalam adopsi teknologi Artificial Intelligence dan cloud.

Kondisi ini diperkirakan akan meningkatkan kebutuhan konektivitas serta mendorong permintaan terhadap infrastruktur seperti data center, jaringan fiber optik, dan penyediaan energi.

Di sisi lain, operator telekomunikasi disebut akan terus mengadopsi strategi keuangan berbasis “asset-light” untuk pengelolaan menara, jaringan fiber optik, hingga penyediaan energi bersih dan terbarukan.

Dengan posisi sebagai penyedia infrastruktur, TOWR melihat konsolidasi industri dan perkembangan teknologi sebagai faktor yang mendukung kebutuhan jaringan ke depan, seiring dengan pengelolaan modal yang efisien.(*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Jurnalis

Citra Dara Vresti Trisna

Citra Dara Vresti Trisna adalah Asisten Redaktur KabarBursa.com yang memiliki spesialisasi dalam analisis saham dan dinamika pasar modal. Dengan ketelitian analitis dan pemahaman mendalam terhadap tren keuangan, ia berperan penting dalam memastikan setiap publikasi redaksi memiliki akurasi data, konteks riset, dan relevansi tinggi bagi investor serta pembaca profesional. Gaya kerjanya terukur, berstandar tinggi, dan berorientasi pada kualitas jurnalistik berbasis fakta.