Logo
>

MSCI dan FTSE Russell Pertahankan Klasifikasi Indonesia, OJK Soroti Ruang Perbaikan

FTSE Russell pada 7 April 2026 juga mempertahankan Indonesia dalam kelompok Secondary Emerging Markets dan tidak memasukkan Indonesia ke dalam watch list untuk peninjauan lebih lanjut.

Ditulis oleh Desty Luthfiani
MSCI dan FTSE Russell Pertahankan Klasifikasi Indonesia, OJK Soroti Ruang Perbaikan
Hall Bursa Efek Indonesia (BEI). Foto: Dok KabarBursa.com

KABARBURSA.COM – Dua lembaga indeks global, Morgan Stanley Capital International (MSCI) dan FTSE Russell, mempertahankan posisi Indonesia dalam kelompok pasar berkembang atau emerging market pada 2026.

MSCI melalui MSCI 2026 Market Classification Review yang dirilis pada 24 Juni 2026 kembali menempatkan Indonesia dalam kategori Emerging Markets. Sebelumnya, FTSE Russell pada 7 April 2026 juga mempertahankan Indonesia dalam kelompok Secondary Emerging Markets dan tidak memasukkan Indonesia ke dalam watch list untuk peninjauan lebih lanjut.

Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi mengatakan keputusan MSCI tersebut menjadi bagian dari evaluasi terhadap perkembangan pasar modal Indonesia, termasuk berbagai upaya penguatan transparansi, integritas, dan tata kelola pasar.

"Kami juga mencatat pengakuan MSCI atas berbagai langkah reformasi integritas pasar modal yang telah dilakukan. Adapun sejumlah area yang masih menjadi perhatian merupakan bagian dari proses evaluasi yang konstruktif dan akan terus kami tindak lanjuti bersama seluruh pemangku kepentingan," kata Friderica dalam keterangan resmi, Rabu, 24 Juni 2026.

Sebelumnya, MSCI menerbitkan Global Market Accessibility Review 2026 pada 19 Juni 2026. Dalam laporan tersebut, tingkat aksesibilitas pasar Indonesia dinilai berada di antara yang tertinggi di kelompok negara emerging market kawasan Asia-Pasifik.

Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK Hasan Fawzi mengatakan hasil penilaian tersebut mencerminkan evaluasi MSCI terhadap sejumlah agenda reformasi pasar modal yang dijalankan OJK bersama Self-Regulatory Organizations (SRO) dan pelaku pasar sejak awal 2026.

"MSCI tidak hanya mempertahankan status Indonesia sebagai Emerging Markets, tetapi juga memberikan pengakuan bahwa berbagai langkah reformasi yang telah dan sedang kita jalankan berada pada arah yang tepat. Hal tersebut tercermin dari hasil penilaian market accessibility Indonesia yang terjaga baik," ujar Hasan.

Menurut Hasan, hasil penilaian MSCI sejalan dengan evaluasi FTSE Russell yang sebelumnya mempertahankan Indonesia dalam kelompok Secondary Emerging Markets, sejajar dengan sejumlah negara berkembang besar seperti China dan India.

"Indonesia juga tidak masuk watch list untuk peninjauan lebih lanjut oleh FTSE Russell. Kali ini MSCI mengumumkan hal serupa dan mempertahankan status kita di Emerging Markets," kata Hasan.

Meski demikian, OJK menilai masih terdapat sejumlah aspek yang perlu diperbaiki. Karena itu, regulator berencana melanjutkan komunikasi dengan penyedia indeks global, investor internasional, dan pemangku kepentingan lainnya untuk menindaklanjuti berbagai masukan yang muncul dalam proses evaluasi.

"Tentu kami melihat masih terdapat ruang perbaikan dan berbagai masukan yang perlu dicermati secara konstruktif," ujar Hasan.

Hasan menegaskan dipertahankannya status Indonesia dalam kelompok emerging market bukan merupakan tujuan akhir. OJK bersama SRO akan melanjutkan sejumlah agenda reformasi pasar modal, termasuk penguatan tata kelola, integritas pasar, dan perlindungan investor.

Menurut dia, langkah tersebut dilakukan seiring dengan pertumbuhan jumlah investor domestik, perkembangan pasar modal, serta upaya menjaga daya saing pasar keuangan Indonesia di tengah persaingan regional.

OJK juga menyampaikan apresiasi kepada pemerintah, Komisi XI DPR RI, SRO, pelaku industri, investor, dan pemangku kepentingan lain yang terlibat dalam berbagai agenda pengembangan pasar modal selama beberapa tahun terakhir. (*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Jurnalis

Desty Luthfiani

Desty Luthfiani seorang jurnalis muda yang bergabung dengan KabarBursa.com sejak Desember 2024 lalu. Perempuan yang akrab dengan sapaan Desty ini sudah berkecimpung di dunia jurnalistik cukup lama. Dimulai sejak mengenyam pendidikan di salah satu Universitas negeri di Surakarta dengan fokus komunikasi jurnalistik. Perempuan asal Jawa Tengah dulu juga aktif dalam kegiatan organisasi teater kampus, radio kampus dan pers mahasiswa jurusan. Selain itu dia juga sempat mendirikan komunitas peduli budaya dengan konten-konten kebudayaan bernama "Mata Budaya". 

Karir jurnalisnya dimulai saat Desty menjalani magang pendidikan di Times Indonesia biro Yogyakarta pada 2019-2020. Kemudian dilanjutkan magang pendidikan lagi di media lokal Solopos pada 2020. Dilanjutkan bekerja di beberapa media maenstream yang terverifikasi dewan pers.

Ia pernah ditempatkan di desk hukum kriminal, ekonomi dan nasional politik. Sekarang fokus penulisan di KabarBursa.com mengulas informasi seputar ekonomi dan pasar modal.

Motivasi yang diilhami Desty yakni "do anything what i want artinya melakukan segala sesuatu yang disuka. Melakukan segala sesuatu semaksimal mungkin, berpegang teguh pada kebenaran dan menjadi bermanfaat untuk Republik".