KABARBURSA.COM – PT Mayora Indah Tbk (MYOR) mengumumkan penerbitan Obligasi Berkelanjutan III Tahap III Tahun 2025 dengan nilai Rp827,545 miliar. Aksi ini menjadi lanjutan dari Penawaran Umum Berkelanjutan (PUB) III senilai Rp2,5 triliun.
Dalam prospektus yang diterbitkan perseroan, manajemen Mayora menegaskan bahwa seluruh dana dari obligasi tersebut akan dialokasikan untuk modal kerja anak usaha PT Tirta Fresindeo Jaya (TES).
“Seluruh dana hasil penawaran obligasi ini akan digunakan sebagai modal kerja PT Tirta Fresindo Jaya untuk mendukung pembelian bahan baku dan pembungkus serta kebutuhan operasional,” tulis manajemen dalam keterbukaan informasi, Rabu, 3 Desember 2025.
Obligasi ini diterbitkan dalam dua seri, yakni Seri A dengan tenor lima tahun dan tingkat bunga tetap 5,85 persen, serta Seri B dengan tenor tujuh ahun dan bunga tetap 6,15 persen. Seluruh obligasi dijamin penuh oleh penjamin pelaksana emisi, memastikan seluruh jumlah penawaran terserap di pasar.
Dengan tambahan fasilitas pendanaan ini, total penghimpunan dana PUB III yang dilakukan MYOR semakin mendekati batas maksimal Rp2,5 triliun.
Dari sisi kinerja keuangan, MYOR mencatat pendapatan Rp27,15 triliun hingga kuartal III 2025, dengan laba bersih Rp1,88 triliun.
Total aset perusahaan meningkat menjadi Rp30,71 triliun dibandingkan posisi akhir 2024 yang tercatat Rp29,73 triliun.
Sejumlah rasio keuangan utama juga memperlihatkan ruang utang yang masih longgar. Debt-to-equity ratio (DER) tercatat 0,75 kali, sementara interest coverage ratio mencapai 8,29 kali dan debt service coverage ratio berada pada level 4,80 kali. Kombinasi ini menunjukkan bahwa struktur permodalan MYOR tetap solid meski beban utang bertambah.
Kepercayaan investor juga tercermin dari peringkat idAA yang diberikan PEFINDO terhadap obligasi ini. Rating tersebut mengindikasikan risiko gagal bayar yang rendah dan kapasitas pembayaran kewajiban keuangan yang sangat kuat.
Dari perspektif operasional, injeksi modal kerja ke TES berpotensi mempercepat siklus produksi perusahaan. TES merupakan unit strategis dalam rantai pasok MYOR, terutama untuk kebutuhan air minum dalam kemasan dan minuman siap konsumsi.
Dengan jaringan 14 pabrik di berbagai wilayah Indonesia dan satu fasilitas produksi di Filipina, tambahan modal kerja ini membuka peluang peningkatan kapasitas untuk mengejar pertumbuhan permintaan domestik serta memperkuat penetrasi ekspor, yang selama ini menjadi salah satu pilar pendapatan. (*)
Berita atau informasi yang Anda baca membahas emiten atau saham tertentu berdasarkan data yang tersedia dari keterbukaan informasi PT Bursa Efek Indonesia dan sumber lain yang dapat dipercaya. Konten ini tidak dimaksudkan sebagai ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu. Selalu lakukan riset mandiri dan konsultasikan keputusan investasi Anda dengan penasihat keuangan profesional. Pastikan Anda memahami risiko dari setiap keputusan investasi yang diambil.