Logo
>

Net Foreign di Top Gainers dan Losers, Arah Dana ke Mana?

Perbandingan arus dana asing pada saham top gainers dan top losers perdagangan Jumat, 23 Januari 2026, memperlihatkan perbedaan kontras.

Ditulis oleh Syahrianto
Net Foreign di Top Gainers dan Losers, Arah Dana ke Mana?
Data perdagangan menunjukkan pergerakan dana tidak sepenuhnya searah dengan arah harga. (Foto: Dok. RMKO

Poin Penting :

    KABARBURSA.COM – Perdagangan saham pada Jumat, 23 Januari 2026, memperlihatkan kontras tajam antara saham-saham top gainers dan top losers, baik dari sisi pergerakan harga maupun struktur transaksi. Perbedaan tersebut terlihat jelas pada frekuensi perdagangan, dominasi antrean, serta arus dana investor asing. Data perdagangan menunjukkan pergerakan dana tidak sepenuhnya searah dengan arah harga.

    Pada kelompok top gainers, saham PT Langgeng Makmur Industri Tbk (LMPI), PT Royaltama Mulia Kontraktorindo Tbk (RMKO), dan PT Bersama Mencapai Puncak Tbk (BAIK) ditutup menguat dan masing-masing menyentuh auto rejection atas (ARA) di harga penutupan. Struktur transaksi pada ketiga saham ini memperlihatkan antrean beli terkonsentrasi di harga akhir perdagangan. Frekuensi transaksi tercatat aktif, dengan dominasi eksekusi terjadi pada satu sisi harga.

    LMPI ditutup di level 202 dengan frekuensi 2.490 kali dan antrean beli menumpuk di harga penutupan. Pada saham ini tidak tercatat pembelian maupun penjualan bersih oleh investor asing sepanjang sesi. Seluruh transaksi didominasi oleh pelaku domestik dengan distribusi lot yang relatif merata.

    RMKO mencatat nilai transaksi terbesar di kelompok top gainers dengan Rp572,87 miliar dan frekuensi 65.370 kali. Saham ini ditutup di level 1.730 dan terkunci di ARA. Data perdagangan mencatat investor asing melakukan penjualan bersih sebesar Rp11,02 miliar, sementara antrean beli tetap mendominasi di harga penutupan.

    BAIK ditutup menguat di level 324 dan menyentuh ARA dengan frekuensi 11.420 kali. Nilai transaksi mencapai Rp30,05 miliar dengan antrean beli terkonsentrasi di harga akhir. Pada saham ini, investor asing mencatatkan pembelian bersih sebesar Rp487,91 juta.

    Saham PT Jasuindo Tiga Perkasa Tbk (JTPE) dan PT Indal Aluminium Industry Tbk (INAI) juga masuk kelompok top gainers tanpa menyentuh ARA. JTPE ditutup di level 735 dengan frekuensi 4.340 kali dan pembelian bersih investor asing Rp47,87 juta. INAI ditutup di level 266 dengan frekuensi 5.020 kali dan penjualan bersih investor asing Rp13,09 juta.

    Pada kelompok top losers, seluruh saham tercatat menyentuh auto rejection bawah (ARB) di harga penutupan. Saham PT Pakuan Tbk (UANG), PT Kioson Komersial Indonesia Tbk (KIOS), PT Petrosea Tbk (PTRO), PT Pudjiadi Prestige Tbk (PUDP), dan PT Bersama Zatta Jaya Tbk (ZATA) ditutup turun dua digit dan terkunci di ARB.

    Saham UANG ditutup di level 6.375 dengan frekuensi 2.198 kali dan nilai transaksi Rp20,62 miliar. Sepanjang sesi, antrean jual terlihat mendominasi dan menumpuk di harga penutupan. Di tengah tekanan tersebut, pembelian bersih investor asing sebesar Rp641,39 juta tercatat pada saham ini.

    Perdagangan saham KIOS berakhir di level 165 dengan frekuensi 2.511 kali dan nilai transaksi Rp6,61 miliar. Sejak awal sesi, saham ini langsung terkunci di ARB hingga penutupan. Pada perdagangan tersebut, investor asing membukukan pembelian bersih sebesar Rp248,08 juta.

    Frekuensi tertinggi di kelompok top losers dicatat saham PTRO, yang diperdagangkan sebanyak 95.321 kali dengan nilai transaksi Rp2,54 triliun. Saham ini ditutup di level 9.175 dan terkunci di ARB. Data perdagangan menunjukkan investor asing mencatatkan penjualan bersih sebesar Rp58,69 miliar.

    Saham PUDP ditutup melemah ke level 585 dengan frekuensi 1.618 kali dan nilai transaksi Rp3,20 miliar. Antrean jual tercatat menumpuk di harga penutupan sepanjang sesi perdagangan. Pada saham ini, pembelian bersih investor asing sebesar Rp132,61 juta tercermin dalam data transaksi.

    Tekanan jual juga menekan saham ZATA yang ditutup di level 106 dengan frekuensi 37.626 kali dan nilai transaksi Rp55,16 miliar. Saham ini terkunci di ARB dengan dominasi antrean jual di harga penutupan. Investor asing mencatatkan penjualan bersih sebesar Rp403,05 juta pada perdagangan saham tersebut. (*)

    Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

    Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

    Gabung Sekarang

    Jurnalis

    Syahrianto

    Jurnalis ekonomi yang telah berkarier sejak 2019 dan memperoleh sertifikasi Wartawan Muda dari Dewan Pers pada 2021. Sejak 2024, mulai memfokuskan diri sebagai jurnalis pasar modal.

    Saat ini, bertanggung jawab atas rubrik "Market Hari Ini" di Kabarbursa.com, menyajikan laporan terkini, analisis berbasis data, serta insight tentang pergerakan pasar saham di Indonesia.

    Dengan lebih dari satu tahun secara khusus meliput dan menganalisis isu-isu pasar modal, secara konsisten menghasilkan tulisan premium (premium content) yang menawarkan perspektif kedua (second opinion) strategis bagi investor.

    Sebagai seorang jurnalis yang berkomitmen pada akurasi, transparansi, dan kualitas informasi, saya terus mengedepankan standar tinggi dalam jurnalisme ekonomi dan pasar modal.