Logo
>

Nikkei dan Kospi Naik Tajam, ini Faktor Pendorongnya

Bursa Asia kompak menguat dipicu ekspektasi pelonggaran suku bunga The Fed. Nikkei, Kospi, dan SSE bergerak naik bersama reli logam mulia.

Ditulis oleh Citra Dara Vresti Trisna
Nikkei dan Kospi Naik Tajam, ini Faktor Pendorongnya
Aktivitas di papan pantau Bursa Efek Indonesia (BEI). Foto: dok KabarBursa.com

Poin Penting :

KABARBURSA.COM – Bursa Asia bergerak menguat hari ini seiring menguatnya ekspektasi pelonggaran kebijakan moneter global, yang mendorong arus beli pada saham Jepang, Korea Selatan, dan China.

Pergerakan bursa Asia hari ini masih ditentukan oleh ekspektasi arah kebijakan The Fed dan pergerakan mata uang. Dengan reli aset safe haven serta ekspektasi suku bunga menambah daya tarik bagi indeks regional.

Di Tokyo, Nikkei 225 mencatat posisi 51.603,64, naik +1.264,16 poin atau +2,51 persen dibanding sesi sebelumnya.

Indeks ini mencatat kenaikan yang tajam di tengah sentimen global yang dipengaruhi oleh ekspektasi pemotongan suku bunga The Fed pada 2026, yang juga mendorong reli logam mulia dan aset berisiko tertentu.

“Logam mulia didorong oleh kombinasi kuat dari ekspektasi pemotongan suku bunga serta hedging terhadap ketidakpastian geopolitik dan fiskal, sehingga gambaran besar logam mulia secara struktural masih positif,” kata Chief Investment Strategist Saxo Bank Charu Chanana dilansir dari Reuters, 29 Desember 2025.

Kospi Kembali Menguat

Sementara itu di Korea Selatan, Kospi berakhir pada 4.393,14, naik +83,51 poin atau +1,94 persen dari sesi sebelumnya.

Pergerakan positif ini turut dipengaruhi oleh arus modal yang tetap mengalir ke saham teknologi dan sektor yang sensitif terhadap kebijakan moneter global.

Pertumbuhan Kospi terjadi di tengah optimisme menjelang tahun baru terkait dukungan kebijakan fiskal dan moneter global.

Sementara di pasar China daratan, SSE Composite ditutup pada 3.968,84, naik +0,094 persen atau +3,72 poin. Pergerakan indeks ini mencerminkan suasana pasar yang relatif tenang, didukung oleh ekspektasi terhadap kebijakan moneter global, meski kenaikannya lebih moderat dibanding indeks lainnya.

Sentimen global yang mendorong pergerakan positif di sebagian besar indeks Asia mencakup kombinasi ekspektasi pelonggaran kebijakan The Fed di 2026 dan meningkatnya permintaan terhadap aset yang dipandang aman seperti logam mulia.

Reli logam mulia ini, yang mencatatkan rekor harga di akhir tahun, sering dikaitkan dengan kekhawatiran tentang volatilitas pasar dan prospek suku bunga global, serta preferensi diversifikasi portofolio oleh investor di berbagai wilayah.(*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Jurnalis

Citra Dara Vresti Trisna

Citra Dara Vresti Trisna adalah Asisten Redaktur KabarBursa.com yang memiliki spesialisasi dalam analisis saham dan dinamika pasar modal. Dengan ketelitian analitis dan pemahaman mendalam terhadap tren keuangan, ia berperan penting dalam memastikan setiap publikasi redaksi memiliki akurasi data, konteks riset, dan relevansi tinggi bagi investor serta pembaca profesional. Gaya kerjanya terukur, berstandar tinggi, dan berorientasi pada kualitas jurnalistik berbasis fakta.