KABARBURSA.COM – Di tengah pekan perdagangan yang terpotong libur akhir tahun, aktivitas akumulasi saham tetap terjadi di pasar.
Data transaksi di platform Stockbit menunjukkan broker UBS Sekuritas Indonesia (AK) mencatat beli bersih signifikan pada saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI) pada 29 Desember, 30 Desember 2025 dan 2 Januari 2026.
Berdasarkan broker summary transaksi pasar reguler, AK membukukan pembelian sekitar 8.000.000 lot saham BUMI dengan nilai transaksi beli mencapai Rp350 miliar.
Akumulasi tersebut terjadi pada harga rata-rata Rp395 per saham, mencerminkan konsistensi minat beli di tengah volatilitas pasar menjelang awal perdagangan 2026.
Pada penutupan perdagangan terakhir, Jumat, 2 Januari 2026, saham BUMI berada di level Rp420 per saham, menguat 54 poin atau 14,75 persen dibandingkan harga penutupan sebelumnya di Rp366.
Dengan posisi harga tersebut, selisih antara harga rata-rata beli AK dan harga terakhir menunjukkan kenaikan sekitar 6,33 persen secara mark-to-market dari posisi akumulasi sepanjang pekan pendek tersebut.
Jika dihitung, AK telah memperoleh potensi keuntungan sekitar Rp20 miliar, atau setara 6,33 persen, dari posisi akumulasi saham BUMI.
Dari sisi likuiditas, perdagangan BUMI berlangsung aktif. Total volume transaksi tercatat 117,71 juta lot dengan nilai transaksi mencapai Rp4,72 triliun.
Frekuensi perdagangan menyentuh 330.820 kali, mencerminkan partisipasi pasar yang luas dan merata, bukan pergerakan harga yang didorong transaksi terbatas.
Namun, pada sisi penawaran, data order book menunjukkan adanya konsentrasi antrean jual di level harga tertentu.
Di harga Rp430 per saham, tercatat antrean penawaran sebesar 2.298.649 lot dengan frekuensi 2.255 kali. Padatnya antrean di level ini menjadikan Rp430 sebagai area supply yang menonjol pada akhir perdagangan.
Secara intraday, saham BUMI bergerak dalam rentang Rp370 hingga Rp424. Harga pembukaan berada di Rp372 sebelum menguat bertahap hingga mendekati level tertinggi harian.
Pergerakan ini berlangsung seiring peningkatan volume dan frekuensi transaksi, yang mengindikasikan adanya tarik-menarik antara minat beli lanjutan dan tekanan jual di area harga atas.
Dengan kombinasi data tersebut, aktivitas AK di saham BUMI selama pekan perdagangan pendek menonjol baik dari sisi volume, nilai, maupun konsistensi harga beli.
Pergerakan harga pasca-akumulasi dan kepadatan antrean jual di level tertentu menjadi faktor yang kini diperhatikan pelaku pasar dalam mencermati lanjutan dinamika saham BUMI pada awal 2026. (*)
Berita atau informasi yang Anda baca membahas emiten atau saham tertentu berdasarkan data yang tersedia dari keterbukaan informasi PT Bursa Efek Indonesia dan sumber lain yang dapat dipercaya. Konten ini tidak dimaksudkan sebagai ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu. Selalu lakukan riset mandiri dan konsultasikan keputusan investasi Anda dengan penasihat keuangan profesional. Pastikan Anda memahami risiko dari setiap keputusan investasi yang diambil.