Logo
>

Penangkapan Maduro Tekan Rupiah di Awal Pekan

Penangkapan Presiden Venezuela, Nicolas Maduro, disebut menjadi katalis yang memantik kekhawatiran geopolitik

Ditulis oleh Pramirvan Datu
Penangkapan Maduro Tekan Rupiah di Awal Pekan
Ilustrasi Mata Uang Garuda. Foto: Dok KabarBursa.com

Poin Penting :

    KABARBURSA.COM - Nilai tukar rupiah diproyeksikan membuka pekan dengan kecenderungan melemah terhadap dolar Amerika Serikat. Tekanan datang dari lanskap sentimen global yang memburuk, menyusul kabar penangkapan Presiden Venezuela, Nicolas Maduro, oleh otoritas Amerika Serikat—sebuah peristiwa yang mengguncang persepsi stabilitas geopolitik.

    Berdasarkan data Bloomberg, rupiah diperdagangkan di level Rp16.732 per dolar AS. Posisi ini menunjukkan depresiasi tipis sebesar 7 poin atau sekitar 0,04 persen dibandingkan penutupan perdagangan Jumat 2 Desember 2025 yang berada di Rp16.725 per dolar AS.

    Analis Doo Financial Futures, Lukman Leong, menuturkan bahwa pelemahan rupiah merupakan respons pasar terhadap meningkatnya ketidakpastian global. Penangkapan Presiden Venezuela, Nicolas Maduro, disebut menjadi katalis yang memantik kekhawatiran geopolitik, sekaligus memperkeruh iklim investasi internasional.

    Situasi tersebut berdampak langsung pada berkurangnya selera investor terhadap aset berisiko. Mata uang negara berkembang pun tak luput dari tekanan. Menurut Lukman, pergerakan rupiah pada hari ini diperkirakan berada dalam rentang Rp16.650 hingga Rp16.800 per dolar AS, ujarannya saat dihubungi Ipotnews pada pagi hari.

    Peristiwa yang menjadi sorotan terjadi pada dini hari Sabtu (3/1), ketika Presiden Amerika Serikat Donald Trump dilaporkan menangkap Nicolas Maduro beserta keluarganya. Operasi penangkapan di kediaman Maduro itu disebut berlangsung dramatis, disertai ledakan yang dipicu di ibu kota Venezuela, Caracas.

    Mengacu pada laporan Wall Street Journal, Trump bersama para penasihat utamanya telah berbulan-bulan memberi sinyal mengenai rencana menggulingkan Maduro. Namun, ketika Operasi Absolute Resolve benar-benar dilancarkan, baik Washington maupun Caracas dibuat terperangah oleh intensitas dan kecepatan serangan yang terjadi.

    Sejumlah pejabat militer mengingatkan bahwa satu kesalahan kecil dalam misi kompleks tersebut berpotensi berujung pada kegagalan yang mencoreng reputasi. Meski demikian, tuduhan utama terhadap Maduro berakar pada klaim keterlibatannya dalam pengedaran kokain dan narkotika, yang dinilai mengancam keamanan nasional.(*)

    Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

    Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

    Gabung Sekarang

    Jurnalis

    Pramirvan Datu

    Pram panggilan akrabnya, jurnalis sudah terverifikasi dewan pers. Mengawali karirnya sejak tahun 2012 silam. Berkecimpung pewarta keuangan, perbankan, ekonomi makro dan mikro serta pasar modal.